Sidoarjo (republikjatim.com) - Lomba mancing berhadiah uang tunai total senilai Rp 30 Juta digelar Karang Taruna Kecamatan Tanggulangin di sungai Gempolsari Desa Gempolsari Kecamatan Tanggulangin, Minggu, (10/11/2019). Lebih kurang 350 peserta turut dalam lomba mancing lele monster itu.
Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah hadir dalam acara itu. Kehadiran bupati dua periode ini sekaligus untuk menyerahan hadiah lomba. Pemenang pertama mendapatkan Rp 10 juta, kedua Rp 7 juta, ketiga Rp 5 juta dan pemenang keempat Rp 3 juta. Sedangkan Rp 5 juta sisanya diberikan kepada pemenang ke 6 sampai ke 10.
Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah mengatakan melalui kegiatan seperti ini diharapkan menjadi sarana promosi wisata di Sidoarjo. Menurutnya potensi wisata di Sidoarjo penting untuk dipromosikan. Hal ini sebagai upaya pengembangan obyek dan daya tarik wisata di Sidoarjo. Terutama obyek wisata pemancingan dan wisata budaya.
"Potensi kepariwisataan memancing di Sidoarjo masih terbuka lebar untuk dikembangkan," katanya.
Majelis Pertimbangan Karang Taruna Tanggulangin, Gatot Sugiono menjelaskan kegiatan lomba mancing kali ini untuk memperingati hari Pahlawan 10 November. Total hadiah yang diperebutkan uang tunai senilai Rp. 30 juta. Penyelenggaraannya baru pertama kalinya.
"Kalau dilihatnya peminatnya cukup banyak meski dikenakan kontribusi Rp 150.000 untuk setiap peserta. Lebih kurang 350 pemancing ikut dalam lomba mancing kali ini. Melihat antusiasme ini kami berharap setiap tahun bisa diselenggarakan," pintahnya.
Gatot yang juga panitia ini mengungkapkan dalam acara mancing ini diceburkan 1 ton lebih ikan lele di Sungai Gempolsari. Pemenangnya adalah yang berhasil mendapatkan ikan lele terberat.
"Pada lomba mancing kali ini, ikan lele seberat 3 kilogram lebih yang berhasil dipancing Nur Kholis sebagau juara pertama," ungkapnya.
Sementara Ketua Karang Taruna Sidoarjo, Imam Safi'i didampingi pantia penyelenggara, Gatot Sugiono menegaskan kegiatan lomba mancing ini, pihaknya sangat mengapresiasi positif. Alasannya, kegiatan ini dapat mewadahi para penghobi mancing, serta menyalurkan hobinya.
"Sekaligus melestarikan ekosistem perairan, wisata alam, religi, UKM, maupun wisata budaya," tandasnya. K1/Waw
Editor : Redaksi