Heboh! Dugaan Kunci Jawaban di Kaki Kiri Peserta Seleksi Direksi Perumda Delta Tirta, Dewan Sidoarjo Siap Panggil Ketua

republikjatim.com
KUNJUNGI - Ketua Komisi B DPRD Sidoarjo Bambang Pujianto saat mengunjungi peserta seleksi Direksi Perumda Delta Tirta Sidoarjo saat ujian UKK, Rabu (03/06/2026) kemarin. Insert WA pengaduan berantai.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Proses seleksi calon anggota Direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Delta Tirta Sidoarjo kembali diterpa isu tak sedap. Pimpinan dan anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo dalam waktu dekat berencana memanggil kembali Ketua Panitia Seleksi (Pansel), Fenny Apridawati. Pemanggilan ini, menyusul adanya pengaduan masyarakat terkait dugaan kecurangan yang dilakukan oknum peserta seleksi calon Direksi Perumda Delta Tirta Sidoarjo.

​Dugaan kecurangan itu mencuat, saat pelaksanaan Uji Kelayakan dan Kompetensi (UKK) yang digelar di Gedung Psikologi dan Sumber Daya Manusia Mapolda Jatim, Rabu 3 Juni 2026 kemarin.

Baca juga: Skandal Pungli Perangkat Desa Ratusan Juta, Empat Kades Asal Tulangan Sidoarjo Divonis 4 Tahun Penjara Denda Rp 50 Juta

​Ketua Komisi B DPRD Sidoarjo, Bambang Pujianto membenarkan pihaknya telah menerima pengaduan itu, melalui pesan singkat dari nomor misterius.

​"Tidak diketahui nama pengirimnya, hanya nomor saja," ujar Bambang Pujianto saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Minggu (07/06/2026).

​Meskipun identitas pengirim masih abu-abu, Bambang menegaskan pihaknya tetap menghargai informasi tersebut sebagai bentuk kepedulian masyarakat. Komisi B berkomitmen untuk menindaklanjuti pengaduan itu. Namun, terkait kepastian jadwal pemanggilan Ketua Pansel, Bambang menyebut hal itu masih harus dimatangkan di tingkat Komisi B DPRD Sidoarjo.

​"Masih kita rapatkan internal (Komisi D DPRD Sidoarjo ) dulu," ungkap Bambang singkat yang juga anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Sidoarjo ini.

​Berdasarkan data yang dihimpun, pesan pengaduan yang masuk ke Ketua Komisi B itu, mengungkap modus operandi dugaan kecurangan yang dinilai cukup berani. Pengadu mengklaim melihat langsung adanya dua peserta yang membidik posisi Direktur Pelayanan dan Direktur Operasional yang diduga saling bekerja sama menggunakan contekan.

​"Salam Hormat, saya sampaikan kepada Ketua Komisi B DPRD Sidoarjo. Bahwa pada hari Rabu tanggal 03 Juni 2026, saat pelaksanaan Ujian Psikometri saya melihat secara langsung ada 2 orang peserta ujian yang memiliki kunci jawaban ditulis dengan bolpoin pada kaki kiri," bunyi petikan pengaduan itu.

Baca juga: Sidoarjo Di Bawah Rata-Rata Nasional, SE KPK Jadi Momentum 'Bersih-Bersih' Sengkarut Penerimaan Siswa Baru di Kota Delta

​Aksi lancung itu, diduga terjadi saat peserta tengah berjibaku menyelesaikan soal pilihan ganda berupa pencocokan gambar dan hitung-hitungan. Pengadu, yang diduga kuat juga merupakan salah satu peserta seleksi, menambahkan bahwa bukti kecurangan itu sebenarnya bisa dilacak melalui rekaman kamera pengawas.

​"CCTV sekira pukul 16.30 WIB atau menjelang Maghrib. Saya meminta kedua calon itu, untuk didiskualifikasi bila terdapat kecurangan pada pelaksanaan ujian," tegas pengadu dalam pesan penutupnya.

​Isu kecurangan ujian psikometri ini menjadi babak baru dari rentetan sorotan tajam yang mengarah ke Pansel Perumda Delta Tirta. Pasalnya, hanya sehari sebelum ujian di Mapolda Jatim berlangsung, tepatnya Selasa (02/06/2026), Ketua Pansel Fenny Apridawati sebenarnya baru saja memenuhi panggilan pertama Komisi B DPRD Sidoarjo.

Baca juga: Diiringi Hadiah Bunga untuk Bunda, Pelepasan TK Cahaya Kita Magersari Sidoarjo Penuh Berkah dan Makna

​Pada hearing (dengar pendapat) perdana yang digelar tertutup itu, Fenny hadir bersama Kepala Inspektorat Andar Surjadianto serta Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan M Bahrul Amiq. Panggilan pertama itu, dipicu isu miring lain, yakni dugaan lolosnya peserta yang tidak memenuhi kualifikasi persyaratan administrasi.

​Dalam pertemuan itu, Komisi B dengan tegas mengingatkan DPRD Sidoarjo akan terus mengawal dan mengawasi ketat seluruh tahapan seleksi hingga tuntas. Lembaga legislatif ini mendesak Pansel agar bekerja secara profesional, transparan, objektif, serta steril dari intervensi maupun kepentingan kelompok mana pun.

​Kini, dengan munculnya babak baru dugaan "kunci jawaban di kaki kiri", publik Sidoarjo menunggu ketegasan Pansel dan DPRD Sidoarjo demi menghasilkan jajaran Direksi Delta Tirta yang bersih dan berintegritas. Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru