Sidoarjo (republikjatim.com) - SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo terus berkomitmen membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan wawasan kebangsaan yang kuat. Setelah sebelumnya membekali siswa dengan latihan baris-berbaris dan wawasan kebangsaan, kali ini Smamda Sidoarjo menghadirkan jajaran kepolisian dari Polresta Sidoarjo untuk memberikan edukasi langsung mengenai Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) sekaligus bijak dalam Bermedia Sosial (Medsos).
Acara yang berlangsung edukatif ini, dihadiri langsung Wakapolres Sidoarjo, AKBP Mohammad Zainur Rofik didampingi Kasat Narkoba Polresta Sidoarjo, Kompol Dwi Gastimur Wanto serta Wakasat Intelkam Polresta Sidoarjo, AKP Agung Priyanto. Edukasi ini diikuti dengan antusias oleh seluruh siswa-siswi kelas 10, 11, dan 12 Smamda Sidoarjo.
Kepala Smamda Sidoarjo, M Zainul Arifin mengungkapkan kehadiran jajaran Polresta Sidoarjo merupakan langkah strategis sekolah untuk membentengi moral siswa di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks saat ini.
"Kalau kemarin siswa diberi pelajaran baris berbaris dan wawasan kebangsaan dari TNI, kali ini diberi materi langsung dari Waka Polresta, Kasat Narkoba dan Kasat Intelkam Polresta Sidoarjo," ujar M Zainul Arifin kepada republikjatim.com, Senin (20/07/2026).
Dalam arahannya di hadapan ribuan siswa, Wakapolres Sidoarjo AKBP Mohammad Zainur Rofik menekankan empat pilar penting dalam pembentukan karakter remaja.
AKBP Mohammad Zainur Rofik mengatakan disiplin adalah kunci utama kesuksesan. Siswa dihimbau untuk selalu mematuhi tata tertib sekolah dan menjauhi segala bentuk kenakalan remaja, seperti tawuran, keterlibatan dalam geng motor, penggunaan knalpot brong hingga aksi balap liar.
"Jangan sampai masa depan dan cita-cita adik-adik terhambat hanya karena tercatat dalam rekam jejak kriminalitas. Sekali kalian terlibat tindak pidana. Hal itu, akan menjadi catatan kepolisian yang bisa mempersulit masa depan kalian. Termasuk, saat mencari pekerjaan yang membutuhkan SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian)," ungkapnya.
Selain itu, Zainur Rofik mengingatkan para siswa yang aktif di perguruan silat agar memaknai organisasi itu, dengan positif.
"Kalau ikut perguruan harus untuk mengukir prestasi, bukan untuk memicu konflik atau crash di tengah masyarakat," pintanya.
Tidak hanya itu, Wakapolresta Sidoarjo juga mengajak para siswa bijak dan cermat dalam Bermedia Sosial (Literasi Digital). Sebagai generasi digital native, siswa diingatkan gadget dan internet bagaikan pisau bermata dua.
"Kami meminta siswa untuk menerapkan prinsip "Saring sebelum Sharing". Jadi gunakan rumus itu, untuk menangkal penyebaran berita bohong (hoaks), menghindari ujaran kebencian serta mencegah perilaku perundungan siber (cyberbullying)," ungkapnya.
Secara khusus, Zainur memperingatkan para siswi agar waspada terhadap kejahatan berbasis gender di dunia maya. Hal ini, karena banyak modus penipuan dan pornografi di Medsos.
"Semua itu, berawal dari bujuk rayu, lalu melakukan video call yang tidak pantas hingga akhirnya direkam dan dijadikan bahan pemerasan. Tolong jaga diri dan bijaklah dalam bermedia sosial," jelasnya.
Selain itu, Zainur juga mengingatkan para siswa akan bahaya laten judi online. Selama ini, Polresta Sidoarjo juga menyoroti maraknya fenomena judi online yang kini mulai menyasar kalangan remaja melalui modus aplikasi permainan (game). Gawai yang seharusnya menjadi sarana belajar dan hiburan sehat, kerap kali menjadi pintu masuk ke ranah perjudian yang merusak finansial dan mental.
"Kami pastikan, judi online adalah perusak masa depan yang harus dijauhi secara total. Terutama para siswa dan generasi penerus bangsa," pintanya.
Sedangkan pesan lainnya, Zainur selalu mengajak siswa untuk menanamkan dirinya pada nilai pentingnya integritas. Menjadi pribadi yang jujur, menghormati guru, menyayangi sesama teman serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar adalah modal utama untuk menjadi pemimpin bangsa di masa depan.
"Integritas berarti tetap berbuat benar dan jujur meskipun tidak ada orang lain yang melihatnya," katanya.
Di akhir paparannya, Polresta Sidoarjo menegaskan komitmennya untuk terus mendukung dunia pendidikan melalui program edukasi berkelanjutan. Harapannya, lulusan Smamda Sidoarjo tidak hanya cerdas di kelas, tetapi juga menjadi pelopor pemuda yang taat hukum dan berintegritas tinggi demi kemajuan bangsa.
"Belajarlah dengan giat, kejar cita-cita kalian sampai semampunya dan tunjukkan lulusan Smamda Sidoarjo adalah generasi yang cerdas secara akademik sekaligus berkarakter mulia," pungkasnya. Ary/Waw
Editor : Redaksi