Sidoarjo (republikjatim.com) - Keresahan mendalam melanda warga Desa Sarirogo, Kecamatan Sidoarjo. Ini menyusul, kehadiran outlet yang secara bebas menjual Minuman Keras (Miras) beralkohol yang dinilai kian marak dan terang-terangan saat melaksanakan jual beli.
Untuk membendung dampak sosial yang semakin liar itu, Forum Peduli Sarirogo (Forpis) mendatangi Kantor DPC PKB Sidoarjo dalam agenda rutin "Hari Fraksi", Jumat (17/07/2026).
Kedatangan rombongan Forpis ini tidak main-main. Mereka merangkul berbagai elemen penting masyarakat, mulai dari jajaran Takmir Masjid, perwakilan instansi Pendidikan hingga Jamaah Majelis Taklim setempat yang merasa lingkungan mereka sudah dalam kondisi darurat moral akibat peredaran miras itu. Meski perusahaan itu, sudah mengantongi perizinan resmi dari Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Pemkab Sidoarjo.
Dalam audiensi itu, perwakilan Forpis menyampaikan keluhan langsung mengenai betapa bebasnya outlet miras itu beroperasi di wilayah Sarirogo secara khusus dan Kabupaten Sidoarjo secara umum. Keberadaan toko miras yang berdekatan dengan fasilitas umum, sekolah dan tempat ibadah itu, dinilai mencederai ketenteraman warga sekitarnya.
"Kami yang berada di garis depan pembinaan umat, baik di masjid, sekolah maupun majelis taklim merasa sangat gelisah. Anak-anak muda kita dihadapkan pada pemandangan dan akses yang begitu mudah untuk menjangkau miras. Kalau operasional itu dibiarkan, maka rusak semua tatanan moral yang kita bangun," ungkap salah satu perwakilan tokoh agama di hadapan anggota Fraksi PKB DPRD di Kantor DPC PKB Sidoarjo, Jumat (17/07/2026).
Menanggapi pengaduan konkret dari elemen masyarakat bawah ini, direspons cepat dan tegas oleh Ketua DPC PKB Sidoarjo, Rizza Ali Faizin. Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Satuan Koordinasi Wilayah (Kasat Korwil) Banser Jawa Timur ini mengapresiasi keberanian warga yang tidak acuh terhadap kondisi lingkungannya itu.
"Kami dari DPC dan Fraksi PKB Sidoarjo memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Forpis, para takmir masjid, guru-guru dan ibu-ibu majelis taklim. Ini bentuk kepedulian yang luar biasa dari bawah. Ketika masyarakat peduli dan bergerak, artinya ada hal yang memang sudah sangat mengkhawatirkan di lapangan," ujar politisi PKB yang akrab disapa Gus Rizza ini, saat diwawancarai seusai menerima aspirasi warga.
Sebagai tindak lanjut nyata, Gus Rizza langsung menginstruksikan Fraksi PKB di DPRD Sidoarjo untuk segera mengambil langkah politik dan hukum secara formal. Hal ini, lantaran PKB Sidoarjo berkomitmen menjaga Kota Delta agar tetap kondusif dan agamis.
"Melalui perpanjangan tangan kami di parlemen, Fraksi PKB akan segera memanggil dinas-dinas terkait. Kita akan pertanyakan regulasinya, izin operasinya dan mengapa outlet-outlet miras ini bisa menjamur secara bebas di Sarirogo. Jangan sampai ada pembiaran yang merusak masa depan generasi kita," tegas Kasat Korwil Banser Jatim ini.
Melalui momentum Hari Fraksi ini, PKB berjanji akan terus mengawal tuntutan warga yang tergabung dalam Forpis hingga ada tindakan tegas dan nyata dari pihak eksekutif (Pemkab Sidoarjo).
"Diantaranya tuntutan itu adalah Pemkab Sidoarjo bertindak tegas dengan menutup peredaran miras yang meresahkan warga itu," pungkasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi