Prahara OTT Ponorogo, JPU KPK Tuntut Bupati Sugiri Dituntut 7 Tahun, Agus 4 Tahun 8 Bulan dan Yunus 5 Tahun 6 Bulan

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
TUNTUT - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut terdakwa Sugiri 7 tahun, Agus Pramono 4 tahun 8 bulan dan Yunus Mahatma 5 tahun 6 bulan penjara saat sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Juanda, Sidoarjo, Selasa (14/07/2026)
TUNTUT - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut terdakwa Sugiri 7 tahun, Agus Pramono 4 tahun 8 bulan dan Yunus Mahatma 5 tahun 6 bulan penjara saat sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Juanda, Sidoarjo, Selasa (14/07/2026)

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Babak baru persidangan kasus dugaan suap jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo mencapai puncaknya. Dalam sidang agenda pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor Surabaya di JL Raya Juanda, Sidoarjo, Selasa (14/07/2026) Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melayangkan tuntutan berat kepada tiga pejabat teras Pemkab Ponorogo yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) itu.

​Ketiga terdakwa itu yakni Bupati nonaktif Sugiri Sancoko, Sekda nonaktif Agus Pramono dan mantan Direktur RSUD Dr Harjono Yunus Mahatma. Ketiga terdakwa dituntut hukuman penjara dan denda ratusan juta rupiah atas pusaran suap jabatan di rumah sakit pelat merah itu.

​JPU KPK menilai para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi berupa penerimaan suap serta gratifikasi. Berikut adalah rincian lengkap tuntutan tersebut:

​Tuntutan tinggi JPU KPK langsung memicu reaksi keras dari tim penasihat hukum Sugiri Sancoko. Raden Indra Priangkasa, kuasa hukum Sugiri dengan lugas menyebut tuntutan jaksa tidak logis dan hanya berupa hasil "copy-paste" atau duplikasi dari Surat Dakwaan serta Berita Acara Pemeriksaan (BAP) penyidik semata.

​"Tuntutan jaksa tidak wajar dan tidak logis jika kita bicara dalam perspektif fakta persidangan. JPU seolah menutup mata dan hampir tidak pernah memasukkan fakta hukum riil yang muncul selama sidang ke dalam berkas tuntutan mereka," cecar Indra usai persidangan.

​Indra membongkar sejumlah kejanggalan dalam tuntutan JPU, khususnya terkait penerapan Pasal 12 B tentang gratifikasi. Dari 28 dugaan penerimaan uang dari pihak ketiga, ia mengklaim hampir dua pertiga pembuktian di persidangan tidak pernah terbukti.

​"Salah satu contoh mencolok adalah tuduhan pemberian Rp 1,2 miliar dari pihak Alana yang bahkan tidak pernah dipanggil sebagai saksi. Padahal, uang itu, statusnya pinjaman dan sudah dikembalikan sejak lama. Tapi anehnya, itu tetap dimasukkan ke dalam surat tuntutan. Kami akan mengupas tuntas kelemahan pasal-pasal dakwaan (Pasal 12 a, 12 b, dan 12 B) dalam nota pembelaan (pledoi) mendatang," janjinya.

​Menanggapi tudingan miring dari pihak pengacara terdakwa, JPU KPK yang diwakili Arjuna Budi Tambunan menanggapi dengan santai. Menurutnya, perbedaan sudut pandang (point of view) antara jaksa dan pengacara hal yang lumrah dalam persidangan.

​"Terkait ada fakta hukum persidangan yang dinilai tidak dimasukkan, silakan saja. Kami menghormati pendapat penasihat hukum. Tuntutan ini, kesimpulan kami selama mengawal jalannya persidangan. Nanti biarlah majelis hakim yang menilai dan memutuskan divonis akhir," ungkap Arjuna tenang.

​Sementara Hakim Ketua I Made Yuliada memastikan pengadilan akan bersikap objektif dan tidak akan memihak satu sudut pandang saja.

​"Kami tidak hanya menyinkronkan tuntutan jaksa saja. Melainkan, juga akan menampung serta mempertimbangkan secara mendalam nota pembelaan (pledoi) dari para terdakwa. Rangkaian fakta persidangan yang riil akan menjadi dasar utama kami dalam mengambil keputusan yang seadil-adilnya," tandas Yuliada sebelum mengetuk palu penutup sidang. Ary/Waw

Berita Terbaru

Semangat Kemerdekaan RI di Sedati, Bupati Subandi Ajak Warga Sidoarjo Perkuat Kebersamaan dan Kawal Pembangunan

Semangat Kemerdekaan RI di Sedati, Bupati Subandi Ajak Warga Sidoarjo Perkuat Kebersamaan dan Kawal Pembangunan

Minggu, 16 Agu 2026 11:15 WIB

Minggu, 16 Agu 2026 11:15 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Suasana penuh kehangatan dan kekhusyukan mewarnai Car Wash Pabean, Desa Pabean, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, Sabtu (15/08/2026).…

Tunggu Rekomendasi Kemendagri, Pelantikan Tiga Jajaran Direksi PDAM Sidoarjo Tertahan Lebih dari Sebulan

Tunggu Rekomendasi Kemendagri, Pelantikan Tiga Jajaran Direksi PDAM Sidoarjo Tertahan Lebih dari Sebulan

Sabtu, 15 Agu 2026 14:01 WIB

Sabtu, 15 Agu 2026 14:01 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Nasib kepemimpinan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Delta Tirta Sidoarjo hingga kini masih menggantung. Meski jajaran calon…

LHP BPK Ungkap 28 Proyek Infrastruktur Sidoarjo Kelebihan Bayar Rp 1,9 Miliar, Jembatan Tambak Cemandi Terbesar

LHP BPK Ungkap 28 Proyek Infrastruktur Sidoarjo Kelebihan Bayar Rp 1,9 Miliar, Jembatan Tambak Cemandi Terbesar

Jumat, 14 Agu 2026 17:32 WIB

Jumat, 14 Agu 2026 17:32 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan kelebihan pembayaran pada 28 paket proyek infrastruktur…

Redam Gejolak di Ruang Digital Jelang HUT RI Ke 81, Pemkab Sidoarjo dan Forkopimda Gelar Dialog Kebangsaan

Redam Gejolak di Ruang Digital Jelang HUT RI Ke 81, Pemkab Sidoarjo dan Forkopimda Gelar Dialog Kebangsaan

Jumat, 14 Agu 2026 15:21 WIB

Jumat, 14 Agu 2026 15:21 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 81 Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo bergerak cepat…

Pramuka Sidoarjo Siap Tancap Gas, Bupati Tekankan Peran Generasi Muda Wujudkan Kemandirian dan Swasembada Pangan

Pramuka Sidoarjo Siap Tancap Gas, Bupati Tekankan Peran Generasi Muda Wujudkan Kemandirian dan Swasembada Pangan

Jumat, 14 Agu 2026 14:04 WIB

Jumat, 14 Agu 2026 14:04 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Suasana Alun-Alun Sidoarjo tampak berbeda dan dipenuhi semangat membara, Jumat pagi (14/08/2026). Ribuan anggota Pramuka…

Dirut BPR Delta Artha Luruskan Isu NPL, Kredit Macet Bukan Kerugian Siapkan Skema Restrukturisasi Lewat Hukum

Dirut BPR Delta Artha Luruskan Isu NPL, Kredit Macet Bukan Kerugian Siapkan Skema Restrukturisasi Lewat Hukum

Jumat, 14 Agu 2026 13:42 WIB

Jumat, 14 Agu 2026 13:42 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Menanggapi sorotan Komisi B DPRD Kabupaten Sidoarjo terkait peningkatan angka kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL),…