SMP Al Muslim Gelar Program Young Changemakers Dream It, Growth It and Do It, Ajari Pelaku UMKM hingga Kelola Sampah

republikjatim.com
PRAKTIK - Siswakelas VIII SMP Al Muslim Waru melalui program Young Changemakers (YCm) tahun ajaran 2025/2026 konsisten menghadirkan ruang belajar yang kontekstual dan eksploratif, melatih kemampuan berpikir kritis, kreatif serta kolaborasi dengan warga.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Bukan sekadar teori, melainkan berwujud aksi nyata. Itulah yang ditunjukkan siswa dan siswi kelas VIII SMP Al Muslim Waru melalui program Young Changemakers (YCm) tahun ajaran 2025/2026. Sebagai sekolah yang berjargon Sekolah Sang Pemimpin, SMP Al Muslim konsisten menghadirkan ruang belajar yang kontekstual dan eksploratif, melatih kemampuan berpikir kritis, kreatif serta kolaborasi nyata bersama masyarakat. 

Program YCm merupakan implementasi program unggulan leadership yang menempatkan masyarakat sebagai laboratorium belajar yang dinamis. Perjalanan YCm dimulai sejak September 2025. Para siswa turun langsung ke beberapa desa di sekitar sekolah untuk melakukan survei dan analisis permasalahan lingkungan melalui observasi serta wawancara bersama warga. Hasil temuan itu, kemudian diolah menjadi proposal kegiatan yang harus dipresentasikan dalam uji publik di hadapan orang tua dan praktisi. 

Baca juga: 230 Cakades Ikut Pembekalan, Bupati Subandi Titip Pilkades Damai, Gaji Rp 5 Juta Jangan Terprovokasi Biaya Politik Mahal

Sebelum menggolkan aksi, para siswa juga dilatih berwirausaha melalui bazar dan kantin sekolah untuk menghimpun dana operasional secara mandiri. Proses ini, melatih jiwa entrepreneur social sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepemimpinan sejak dini.

Puncak aksi YCm berlangsung sepanjang April hingga Mei 2026 di berbagai desa sekitar sekolah. Kegiatan ini, melibatkan seluruh kelas VIII yang terbagi dalam sepuluh tim aksi. Lima kelas yakni VIII Abu Bakar Ash Shiddiq, VIII Umar Bin Khattab, VIII Utsman Bin Affan, VIII Ali Bin Abi Thalib dan VIII Abdurahman Bin Auf. Masing-masing menurunkan dua tim dengan tema dan lokasi yang berbeda. 

Ruang lingkup aksi mencakup inovasi UMKM, pengelolaan sampah dan lingkungan hidup, kesehatan mental, kesehatan lansia dan balita serta pertanian organik. Desa-desa yang menjadi sasaran antara lain Desa Berbek, Tambakrejo, Tambaksumur, Dusun Wadungasri, Dusun Gedongan, dan Desa Kepuhkiriman.

Kelas VIII Abu Bakar Ash Shiddiq menurunkan dua tim yang bergerak di Desa Berbek. Tim 1 menggelar workshop inovasi UMKM pada 13, 15, dan 16 April 2026 di RT 04 RW 1, memberikan pelatihan keterampilan kewirausahaan bagi warga setempat. Tim 2 hadir pada 14 dan 17 April 2026 di TPST Berbek dengan aksi edukasi kebersihan, kesehatan dan inspeksi pengelolaan sampah bersama DLHK Sidoarjo. Kelas VIII Umar Bin Khattab mengirimkan Tim 1 ke SDN 1 Tambakrejo pada 15 April 2026 untuk program BIMASENA. Yakni edukasi kesehatan mental dan pembentukan karakter bagi siswa sekolah dasar.

Sementara Tim 2 hadir di Balai RW 05 Desa Tambakrejo pada 22 April 2026 untuk memberikan layanan dan edukasi kesehatan bagi warga lansia bersama dr Nurul Massita Sp KFR. Kelas VIII Utsman Bin Affan berfokus pada pengolahan limbah rumah tangga di Desa Tambak Sumur; Tim 1 mengajak warga membuat eco enzyme dari kulit buah dan sayur pada 14 April 2026. 

Sedangkan Tim 2 mengedukasi daur ulang minyak jelantah menjadi sabun batang pada 16 April 2026, keduanya bertempat di Balai RW 02. Kelas VIII Ali Bin Abi Thalib menyasar dua dusun berbeda; Tim 1 mengajak warga Dusun Wadungasri Dalam menanam tanaman obat keluarga (toga) pada 15 April 2026, dan Tim 2 menjalankan Green Ground Program berupa penghijauan dan penanaman tanaman produktif di Dusun Gedongan pada 14 dan 16 April 2026.

Terakhir, kelas VIII Abdurahman Bin Auf hadir di Desa Kepuhkiriman melalui dua aksi; Tim 1 membuat pupuk organik cair dari limbah buah dan sayur di Pasar Ngeni yang akan dilaksanakan pada 12 Mei 2026 yang hasilnya dibagikan gratis ke warga. Sementara Tim 2 memberi edukasi gizi balita dan pemeriksaan kesehatan lansia di Balai Desa/Puskesmas Kepuhkiriman pada 14 April 2026.

Salah satu aksi yang menarik perhatian adalah program Inovasi UMKM yang diusung Tim 1 kelas VIII Abu Bakar Ash Shiddiq. Merespons keterbatasan kapasitas usaha warga di Desa Berbek, tim ini menggelar workshop pelatihan keterampilan kewirausahaan. 

Tidak berhenti di sana Kamis 7 Mei 2026, kelas ini kembali hadir melalui kegiatan tindak lanjut untuk mendampingi langsung para pelaku UMKM warga Desa Berbek. Mereka  memastikan program berjalan berkelanjutan dan berdampak nyata bagi perekonomian lokal.

Baca juga: Usai Tampung Keluhan Pedagang, Bupati Sidoarjo Bakal Revitalisasi Pasar Tradisional Gandeng Pengelola Pasar

Kepala SMP Al Muslim, Ustadzah Ika Sriyaningsih mengapresiasi capaian para siswa itu. Dia melihat Program Young Changemakers adalah wujud nyata visi sekolah dalam melahirkan pemimpin yang tidak hanya cerdas secara akademik saja. Akan tetapi, juga peka terhadap permasalahan masyarakat dan berani mengambil tindakan nyata. 

"Kami bangga siswa dan siswi kami mampu memberikan kontribusi yang dirasakan langsung warga sekitar," ujar Ika Sriyaningsih.

Sedangkan guru pembimbing program YCm, ustadzah Eko Puji Lestari menegaskan pendekatan pembelajaran berbasis survei ini sejalan dengan semangat Deep Learning yang kini dikembangkan pemerintah. 

"Kami ingin pembelajaran menjadi bermakna, berkesadaran dan menyenangkan. Aksi YCm memberikan ketiga elemen itu sekaligus. Siswa belajar bukan dari buku semata saja. Akan tetapi, dari kehidupan nyata dan mereka merasakan sendiri kehadiran mereka dibutuhkan masyarakat," tegasnya.

Antusiasme juga datang dari warga Desa Berbek. Salah satunya Ny Yayuk yang terlibat dalam program UMKM. Dirinya, tidak menyangka anak-anak sekolah bisa membantunya dengan cara yang sangat praktis. 

"Mereka mengajari kami cara mengatur keuangan usaha dan berinovasi dalam produk. Rasanya seperti punya teman bisnis baru," tutur pelaku UMKM warga setempat ini.

Baca juga: Komisi A DPRD Sidoarjo Tegaskan PP No 16 2026 Peraturan Main Perangkat Harus Mundur Saat Ditetapkan Jadi Cakades

Sementara Febby salah satu siswa SMP Al Muslim yang tergabung dalam tim mengaku mendapat pelajaran yang tidak ternilai. Kegiatan ini, baginya mengajarkan kami bahwa ilmu yang dipelajari di sekolah yang bisa langsung berguna untuk orang lain. 

"Semoga usaha Ibu-Ibu di sini semakin maju," tandasnya penuh harapan.

Aksi YCM SMP Al Muslim 2025/2026 membuktikan remaja masa kini bukan hanya penerus saja. Akan tetapi, juga pembaharu yang sudah bisa berdampak hari ini. 

"Dengan semangat Dream It, Growth It, dan Do It, generasi muda Al Muslim terus melangkah—membawa solusi nyata untuk masyarakat yang lebih baik lagi," pungkasnya. Ary/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru