Lombakan 15 Kategori, BIMA AKSI Pensantren Modern Al Amanah Junwangi Diramaikan 522 Peserta dari Jatim Sampai Jabar

republikjatim.com
BIMA AKSI - Pengasuh Pesantren Modern Al Amanah Junwangi Krian, Sidoarjo KH Nurcholis Misbah membuka acara BIMA AKSI yang digelar Madrasah Aliyah (MA) Bilingual Al Amanah yang diikuti sekitar 522 peserta mulai robotika hingga scienties Sabtu (15/11/2025).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Program BIMA AKSI yang digelar Madrasah Aliyah (MA Bilingual) Al Amanah Junwangi, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Jawa Timur mendapatkan antusiasme besar dari para peserta mulai dari Jawa Timur (Jatim), Jawa Tengah (Jateng) hingga Jawa Barat (Jabar). Kegiatan yang digelar memasuki tahun kedua ini, banjir peserta mulai peserta dari setingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.

Diketahui BIMA AKSI merupakan kegiatan Pesantren Modern Al Amanah Junwangi bekerjasama dengan MGMP Bahasa Arab Jawa Timur, MGMP Bahasa Inggris Sidoarjo dan didukung Pemerintah Propinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim).

Baca juga: Tekankan Tri Sukses, Kemenhaj Jatim dan Sidoarjo Gelar Manasik Haji Perdana untuk CJH Asal Kota Delta

"Program BIMA AKSI ini bukan hanya sekadar menyuguhkan berbagai perlombaan saja. Akan tetapi, juga sebagai wadah untuk bertemu, belajar dan tumbuh bersama," ujar salah satu panitia acara, ustadz Muhammad Irsyadul Ibad kepada republikjatim.com, Sabtu (15/11/2025) disela pembukaan acara BIMA AKSI.

Lebih jauh, ustadz yang akrab disapa Ibad ini program BIMA AKSI digelar setiap setahun sekali. Saat ini, program itu digelar memasuki tahun kedua. Menurutnya, kegiatan ini memiliki beberapa tujuan. Diantaranya selain untuk syi'ar (syiar) pesantren juga menambah relasi. Termasuk menunjukkan citra positif pesantren yang asri, humble dan sejuk.

"Untuk konsep perlombaan BIMA AKSI mengusung konsep yang berbeda dari tahun sebelumnya. Karena saat ini mengakomodir semua program belajar yang ada di Madrasah Aliyah (MA) Bilingual. Diantaranya Sanggar Tahfidz, Entrepreneur, Science Robotika, Sanggar Kutubut Turos dan Sanggar Sosial Komunikasi serta Sanggar Bahasa Internasional. Khusus tahun ini ada sebanyak tiga lomba per bidang dengan ada 15 perlombaan," imbuh Ibad.

Sedangkan pesertanya, terdapat sebanyak 522 orang peserta dari kalangan pelajar dan non pelajar berusia antara 10 sampai 17 tahun. Akan tetapi yang hadir dalam perlombaan ini mencapai sekitar 1.000 orang tamu. Mereka terdiri dari peserta, pendamping dan pelatih.

"Memang skala awalnya digelar untuk para peserta se Jatim. Tapi, akhir penutupan pendaftaran kemarin, ada juga peserta dari Jateng seperti dari Boyolali. Yogyakarta dan Semarang. Kemudian juga ada peserta dari Jabar seperti berasal dari Kabupaten Kuningan. Khusus tahun ini, peserta mulai SD, SMP dan SMA serta homeschooling pun bisa ikut karena tidak membawa nama lembaga. Termasuk ada seorang peserta
disabilitas yang mengikuti lomba robotika asal Malang," tegasnya.

Untuk saat ini, acara masih didukung Pemprov Jatim. Para peserta yang menang lomba bakal diberi sertifikat khusus dari Gubernur Jawa Timur. Sedangkan rencana ke depan, penyelenggara akan dievaluasi jika melihat antusiasme peserta.

"Kalau melihat trial and error dari Jawa Timur Open ini, kami akan merencanakan kemungkinan lomba tingkat nasional di tahun depan. Mohon doa dan dukungannya saja," paparnya.

Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan

Pengasuh Pesantren Al Amanah Junwangi, KH Nurcholis Misbah mengucapkan terima kasih atas dukungan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dalam kegiatan BIMA AKSI. Terutama dalam pemberitaan sertifikat pemenang para peserta lomba dalam kegiatan tahunan di MA Bilingual Pesantren Al Amanah Juwangi, Kecamatan Krian, Sidoarjo itu.

"Semoga kegiatan ini, bisa memberikan manfaat lebih besar bagi dunia pendidikan di Jawa Timur. Dan kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Gubernur Jatim dalam kegiatan ini," ungkap salah satu kiai Khos di Jatim ini.



Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Sidoarjo, Ahmad Fathoni mendukung kegiatan yang dilaksanakan Pesantren Al Amanah Junwangi berdasarkan basis sanggar. Apalagi, sanggar itu bertujuan memberikan kesempatan kepada para santri untuk memilih bidang yang sesuai dengan bakat dan minat mereka. Dia menyebutkan misalnya Sanggar Sains dan Robotika. Secara spesifik Sanggar Sains dan Robotika membuat banyak santri Madrasah Aliyah yang memilih bidang ini.

"Hal ini, bisa diartikan sebagai pertanda para santri memiliki semangat besar untuk mengembangkan sains dan AI (kecerdasan buatan) di masa depan. Apalagi, pesertanya yang awalnya didesain untuk Jawa Timur, tetapi ternyata ada peserta dari luar daerah seperti Kuningan dan Yogyakarta. Peserta terjauh dari Jawa Timur berasal dari Banyuwangi. Untuk kegiatan direncanakan selesai dalam satu hari (sehari), mengingat pertimbangan akomodasi bagi peserta dari luar kota," urainya.

Baca juga: Sudah Jadi BB Mabes Polri, Somasi Bupati Sidoarjo Soal Pengembalian 3 Sertifikat Langsung Ditanggapi Rahmat Muhajirin

Sedangkan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Mufi Imron Rosyadi mengapresiasi kegiatan yang digelar Pondok Pesantren Al Amanah Junwangi, Krian Sidoarjo ini. Apalagi, BIMA AKSI menjadi lomba yang diselenggarakan untuk menyeimbangkan antara ilmu dunia dan akhirat dengan melombakan berbagai bidang. Termasuk, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), Media Online dan Al Qur'an yang mencakup program Tahfidz (menghafal) dan Fahmil Qur'an (memahami Al-Qur'an).

"Kegiatan ini luar biasa karena menyelenggarakan pendidikan yang menyeimbangkan ilmu pengetahuan dan teknologi seiring dengan upaya mempertahankan keimanan dan ketakwaan bagi para santri. Tujuannya, membentuk generasi yang tidak ketinggalan teknologinya, tetapi tetap memegang akhlakul karimah (akhlak mulia) dan menjadi generasi Qur'ani. Inilah pentingnya integrasi IPTEK dan nilai-nilai keagamaan dalam pendidikan di pesantren," jelasnya.

Sedangkan pelatih salah satu peserta lomba Robotika asal Malang, Arif Anwar Rosyidin tertarik berpartisipasi dalam kompetisi robot Bima AKSI. Timnya bakal berkompetisi menggunakan satu robot dan memiliki target untuk menjadi juara satu. Apalagi, sudah berpengalaman dalam kompetisi sebelumnya dan selama ini, telah mengikuti lima kompetisi, dengan kategori yang berbeda-beda: Line Follower, Transporter dan Sumo. Terakir Robot Sumo masuk 8 besar pada kategori Sumo di Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, pada Oktober kemarin," pungkasnya.

"Kompetisi robot BIMA AKSI ini kemungkinan besar menjadi bagian dari sebuah kontes robot yang diselenggarakan oleh institusi atau organisasi, yang mencakup berbagai kategori robotika. Perlombaan ini menjadi inspirasi umum dalam konteks kompetisi robot di Jatim," pungkasnya. Ary/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru