Sidoarjo (republikjatim.com) - Bupati Sidoarjo, H Subandi SH MKn menunjukan kepeduliannya terhadap para korban tragedi ambruknya bangunan Musala Putra Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Buduran, Sidoarjo. Terutama bagi para korban yang merupakan warga asal Kabupaten Sidoarjo.
Bentuk kepedulian itu, salah satunya dengan cara ikut serta dan menyerahkan secara bantuan kepada enam keluarga korban meninggal dunia akibat musibah runtuhnya bangunan bangunan Musala Putra Ponpes Al Khoziny,m Buduran, Sidoarjo, Sabtu (01/11/2025). Penyerahan bantuan itu diberikan di rumah masing-masing korban.
Saat menyerahkan bantuan masing-masing senilai Rp 10 juta itu, Bupati Sidoarjo, H Subandi SH MKn yang hadir didampingi para pimpinan Baznas Kabupaten Sidoarjo, pejabat Dinas Sosial (Dinsos) Pemkab Sidoarjo serta para Camat setempat. Selain itu, juga para Kepala Desa (Kades) setempat yang menjadi tempat tinggal para korban.
Keenam korban yang mendapatkan bantuan dan santunan ini dikunjungi langsung Bupati Sidoarjo beserta rombongannya. Keenam korban itu diantaranya Mohammad Abdul Rohman Nafis warga RT 04, RW 01 Desa Pulungan, Kecamatan Sedati. Kemudian, M Muhfi Alfian warga Perum The Sun Village C 14 Desa Damarsi, Kecamatan Buduran dan Moh Rizki Maulana Saputra warga RT 10 RW 03, Desa Wadungasih, Kecamatan Buduran.
Selain itu, juga diserahkan bantuan di rumah Fairuz Shirojuddin warga RT 01, RW 01 Desa Singopadu, Kecamatan Tulangan. Selanjutnya, ke rumah Irham Ghifari warga RT 06, RW 01 Desa Katerungan, Kecamatan Krian serta terakhir penyerahan bantuan ke rumah Moch Adam Fidiansyah warga RT 09, RW 03, Desa Masangan Kulon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo.
Dalam kunjungan dan penyerahan bantuan ke rumah satu per satu para korban itu, Bupati Sidoarjo Subandi turut menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny Buduran itu. Selain itu, Bupati Sidoarjo juga menyampaikan rasa belasungkawa atas musibah yang menimpa para santri salah satu Ponpes tertua di Kabupaten Sidoarjo itu.
"Kami berdoa mudah-mudahan keluarga yang ditinggalkan selalu diberi ketabahan. Untuk Ananda-ananda yang sudah almarhum ini, menjadi pahlawan santri kita. Karena mereka berjuang di Pondok Pesantren (Ponpes) dan Insyaallah meninggal dalam keadaan syahid," ujar Bupati Sidoarjo, H Subandi SH MKn di sela - sela menyampaikan bantuan untuk para keluarga korban itu.
Selain itu, Subandi menjelaskan Pemkab Sidoarjo bersama Baznas Kabupaten Sidoarjo juga menyalurkan santunan sebesar Rp 10 juta untuk masing-masing keluarga korban. Selain itu, rencananya Minggu depan juga akan disalurkan bantuan pembangunan untuk Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Buduran, Sidoarjo senilai Rp1 miliar.
"Santunan dan bantuan itu, bentuk tanggung jawab moral kita semua. Kami ingin Ponpes Al Khoziny Buduran bisa segera bangkit dan kembali beraktivitas normal. Harapannya, agar anak-anak (santri) bisa kembali belajar dengan aman, nyaman dan tenang," tegas Subandi yang juga mantan Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo Bidang Hukum dan Pemerintahan ini.
Tidak hanya itu, lanjut Subandi pemerintah daerah (Pemkab Sidoarjo) juga akan terus hadir untuk memberikan pendampingan dan bantuan kepada pihak Ponpes Al Khoziny Buduran maupun bagi para keluarga korban atau santri.
"Tentunya, langkah-langkah itu, menjadi bentuk support, dukungan dan kepedulian pemerintah di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkan saat ini," tegas Subandi yang juga mantan Kepala Desa (Kades) Pabean, Kecamatan Sedati ini.
Sementara itu, ibu dari almarhum M Muhfi Alfian, Ny Jayanti Mandasari
menyampaikan rasa ikhlasnya atas kepergian sang anaknya itu. Dia hanya berharap putranya itu meninggal dalam keadaan Husnul Khotimah dan bisa berbahagia di Surganya Allah SWT.
"Mugi-mugi mawon (mudah-mudahan saja) anak saya husnul khatimah dan bahagia di surga sana. Karena sejak masuk di pondok, perubahan perilaku dan akhlaknya sangat bagus sekali. Saya ikhlas, saya ridho, nak. Sampean dikasih istimewa sama Allah SWT. Nggak semua orang meninggal dalam keadaan sujud dan suci," tutur Jayanti Mandasari dengan linangan air mata yang terus menetes teringat putranya itu.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
Sedangkan dalam kesempatan kunjungan ke rumah para santri korban ambruknya bangunan Ponpes itu, Bupati Sidoarjo, Subandi juga membagi-bagikan beras kepada warga sekitar rumah para santri.
"Pembagian beras untuk warga sekitar lokasi kunjungan ini, bentuk kepedulian kami (Pemkab Sidoarjo) kepada masyarakat kita yang membutuhkan bantuan beras (sembako)," katanya.
Tidak hanya itu, sebelumnya selama proses evakuasi para korban dan puing bangunan Bupati Sidoarjo, Subandi juga selalu stand by di lokasi kejadian mulai pagi hingga hari. Pihaknya ingin memastikan proses evakuasi berjalan lancar dan tanpa kendala. Selain itu, proses evakuasinya sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan bencana dan sistem kedaruratan yang diterapkan BNPB, Basarnas dan tim SAR.
Selain itu, Bupati Sidoarjo, H Subandi SH MKn juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras membantu penanganan bencana kemanusiaan itu. Bahkan,
berdasarkan arahan Presiden RI Prabowo Subianto, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo kata Subandi juga siap mendampingi sejumlah Pondok Pesantren (Ponpes) dalam melakukan evaluasi terhadap bangunan yang digunakan untuk kegiatan belajar, ibadah maupun hunian bagi para santri.
Didamping itu, selama proses penanganan musibah, Bupati Sidoarjo Subandi juga terus mendampingi dan memantau langsung pelaksanaan evakuasi bangunan musala Ponpes Al Khoziny. Sejak hari pertama, Senin (29/09/2025) lalu hingga Selasa (7/10/2025), Subandi selalu berusaha hadir di lokasi hampir setiap waktu. Yakni mulai pagi, siang, sore dan bahkan hingga tengah malam. Proses evakuasi yang berjalan tanpa henti 24 jam itu, membuat dirinya ingin memastikan seluruh tim bekerja dengan baik dan kebutuhan para korban terpenuhi.
"Pemkab Sidoarjo pun berupaya memberikan pelayanan terbaik. Mulai dari layanan kesehatan, dukungan bagi orang tua santri, penyediaan crisis center, bantuan bagi para relawan hingga layanan informasi bagi insan media. Semua unsur bekerja bahu-membahu, bergandengan tangan dalam upaya penanganan musibah besar ini," ungkap Subandi.
Tidak hanya itu, Subandi juga menjalin koordinasi intensif dengan berbagai pihak. Mulai dari Polresta Sidoarjo, Dandim Sidoarjo hingga seluruh anggota Forkopimda Sidoarjo. Sinergi juga terjalin baik antara Pemkab Sidoarjo, Pemprov Jawa Timur, Polda Jatim, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Basarnas, BPBD dan para relawan dari berbagai lembaga yang ikut terjun langsung dalam misi kemanusiaan selama sembilan hari itu.
"Saya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang setulus-tulusnya kepada seluruh pihak yang bekerja cepat, sigap dan penuh kepedulian dalam proses evakuasi serta penanganan musibah ini. Terima kasih kepada TNI, Polri, Basarnas, BNPB, BPBD, Dinas Kesehatan, para relawan, pengasuh dan santri, masyarakat sekitar serta rekan-rekan media yang terus menyampaikan informasi secara akurat dan menenangkan publik," paparnya.
Menurut Subandi, peristiwa ini menjadi pengingat sekaligus pembelajaran berharga bagi semua pihak. Tidak ada satu pun yang menginginkan musibah itu terjadi. Namun, dari kejadian ini, semua diingatkan kembali akan pentingnya kewaspadaan, kebersamaan dan kesiapan menjaga keselamatan.
"Terutama, di lingkungan pesantren yang menjadi rumah bagi ribuan santri dalam menimba ilmu dan memperdalam iman," urainya.
Subandi menegaskan kembali, Pemkab Sidoarjo akan mematuhi dan melaksanakan arahan Presiden RI Prabowo Subianto. Pemerintah daerah siap mendampingi pondok pesantren dalam melakukan evaluasi bangunan tempat belajar, beribadah dan hunian bagi para santri.
"Langkah ini, menjadi bagian dari upaya bersama agar lingkungan pendidikan di Sidoarjo semakin aman, nyaman dan layak sebagai tempat tumbuh kembangnya generasi penerus bangsa ini," pungkasnya. Adv/Ary/Waw
Editor : Redaksi