Sidoarjo (republikjatim.com) - Green Techno Park milik SMK YPM 8 Sidoarjo secara resmi dibuka (launching), Rabu (22/10/2025). Peresmian itu, dilaksanakan bersamaan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2025.
Green Techno Park yang dibangun untuk sarana belajar siswa, pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum untuk sekaligus tempat berdialog soal lingkungan hidup ini, diresmikan Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan dan Sosial Maarif, KH Ahmad Maki.
Selain itu, acara peresmian sederhana itu, juga dihadiri puluhan kepala SMK swasta di Sidoarjo, perwakilan pejabat Dinas Lingkungan Hidup dan kebersihan (DLHK) serta perwakilan Dinas Tanaman Pangan dan Pertanian Pemkab Sidoarjo. Acara juga dihadiri para pejabat dan perangkat Desa Sarirogo, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo.
Perempuan itu, ditandai dengan tanda tangan KH Ahmad Maki menandatangani prasasti. Kemudian dilanjutkan undangan menyaksikan sejumlah tanaman langkah di taman yang ada di selatan bangunan SMK YPM 8 Sidoarjo di JL Raya Sarirogo, Kecamatan Sidoarjo itu. Kemudian dilanjutkan menebar dan melepas benih ikan nila kolam dan aliran air di tengah lokasi Green Techno Park itu.
Kepala SMK YPM 8 Sidoarjo, Dr Kisyanto mengatakan Grand Shof Opening SYS 8 Green Techno Park
SMK YPM 8 Sidoarjo ini sengaja tidak mengunakan tenda tertutup dan dilengkapi dengan AC (pendingin). Hal ini, agar semua tamu dan undangan merasakan betapa panasnya terik matahari di siang hari. Oleh karena itu, saat ini kata Kisyanto sudah waktunya seluruh generasi bangsa untuk menanam dan merawat lingkungan sekitarnya masing-masing.
"Seperti halnya saat wabah Covid-19 dulu, meski kita punya uang banyak, tetapi tak bisa menikmati udara segar. Nah, Green Techno Park ini, wujud menjaga semesta dan keseimbangan alam kita. Ini sesuai dengan tema Harlah 1 abad Nahdlatul Ulama (NU) yakni merawat jagad. Meski sekarang ada yang merusak lingkungan dibuat pertambangan," ujar Dr Kisyanto MM kepada republikjatim.com, Selasa (22/10/2025) di sela peresmian.
Lebih jauh, Dr Kisyanto yang juga menjabat sebagai Ketua MKKS SMK Swasta Jawa Timur ini menguraikan peresmian Green Techno Park itu, sangat tepat bersamaan dengan Hari Santri Nasional 2025. Karena menjaga dan merawat lingkungan sekitar juga bagian dari memotivasi diri untuk turut serta berjuang menjaga keseimbangan alam dan jagad ini.
"Apalagi di dalam taman itu, tidak hanya akan ditanami sayuran dan padi saja. Akan tetapi juga dilengkapi sejumlah tanaman langkah. Diantaranya pohon unik dan lama itu seperti Juwet, Rukem, Kedondong, Wuni, Manecu dan beberapa pohon langkah lainnya. Ini bagian dari menjaga dan merawat alam itu," ungkapnya.
Bagi Kisyanto di Indonesia belum ada lembaga pendidikan yang merelakan asetnya untuk penghijauan atau taman belajar saja. Kisyanto memprediksi baru YPM saja yang berani membeli lahan senilai Rp 6 miliar. Kemudian hanya dipersiapkan untuk para peserta didiknya belajar sekaligus praktek merawat alam.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
"Hanya YPM yang berani mengajarkan merawat dan menjaga lingkungan hidup. Bahkan terus berusaha merawat dan memperbaiki lingkungan hidup di Sidoarjo. Apalagi, kini YPM tidak hanya membangun taman (Green Techno Park) saja tetapi juga membangun
Green Liyu Park seluas 11.300 meter persegi di Pacet, Mojokerto hanya untuk pendidikan lingkungan hidup dengan memanfaatkan aliran air di belakang lahan itu. Bahkan saat 1 Abad NU kemarin YPM mewakafkan 3 hektar hutan untuk kelestarian lingkungan hutan," tegas Kepala Sekolah yang akrab disapa Pak Kis ini.
Kisyanto menguraikan dengan berbagai program ekstra itu, menunjukkan hanya YPM yang selama ini konsisten dengan tema merawat jagad. Apalagi, pendidikan seutuhnya adalah pembelajaran yang sempurna dalam keseimbangan kehidupan. Bahkan, pendidikan setinggi apa pun kembalinya bakal disiapkan untuk merawat alam. Selain itu juga bisa dijadikan tempat pelatihan kepemimpinan, manajerial dan lainnya. Dimungkinkan juga belajar tidak hanya pendidikan ilmu, teknologi dan pengetahuan saja, tetapi juga soal merawat alam ini.
"Green Techno Park ini sebagai inspirasi kita semua dalam menyempurnakan pendidikan. Insyaallah semua akan
menggunakan energi alternatif mulai matahari, angin dan energi air. Agar taman ini bisa dimanfaatkan siswa SD dan SMP hingga SMA sebagai tempat penyuluhan dengan melibatkan DLHK maupun Dinas Pertanian Pemkab Sidoarjo. Harapannya, ini bisa menjadi tempat pembelajaran Sidoarjo dan bahkan nusantara. Karena sudah setiap bulan tamu berasal dari luar Jawa datang kesini (SMK YPM 8 Sidoarjo) untuk belajar dan berbagi pengalaman pendidikan," pintanya.
Ketua Yayasan Pendidikan dan Sosial LP Maarif, KH Ahmad Maki menilai konsep yang direalisasikan SMK YPM 8 Sidoarjo sudah tepat. Bahkan mirip dengan jejak yang sudah dilaksanakan Pendiri NU KH Hasyim Asyari saat mendirikan Pondok Pesantren (Ponpes) di Tebu Ireng Jombang. Begitu pula saat hendak mendirikan Ponpes khusus perempuan. Karena saat itu, perempuan belum diperbolehkan untuk belajar ilmu pengetahuan dan agama.
"Karena KH Hasyim Asyari tidak hanya meyiapkan pendidikan saja, tetapi santri juga dijadikan memiliki jiwa yang mandiri. Di pondok disiapkan tanah tempat belajar pertanian, peternakan, perikanan dan perdagangan. Hasilnya,
Santri Tebu Ireng punya kompetensi ilmu yang lengkap dan komplit soal ahli hadits juga punya kompetensi pertanian perikanan, peternakan dan perdagangan," paparnya.
Sementara pejabat perwakilan DLHK Pemkab Sidoarjo, Abdul Hakim mengapresiasi pembukaan Green Techno Park. Bahkan pihaknya siap mengajak sekolah lainnya di Sidoarjo juga menyiapkan Green Techno Park tersendiri. Harapannya agar menjaga lingkungan hidup dan kebersihan bukan hanya menjadi tugas pemerintah saja. Namun warga dan pelajarnya juga mendapatkan bagian merawat lingkungan masing - masing.
"Saya yakin sekolah lain yang diundang hari ini ingin memiliki taman pembelajaran seperti di SMK YPM 8 ini. Karena ini bagian dari melibatkan semua pihak menjaga keseimbangan alam dan menjaga kebersihan serta lingkungan hidup di Sidoarjo. Atau lewat program lainnya satu guru menanam satu pohon di depan rumahnya. Itu juga bagian perjuangan merawat alam Sidoarjo," pungkasnya. Ary/Waw
Editor : Redaksi