Pelantikan Perangkat Desa Pojok Ngawi Ricuh, Warga Tuntut Penundaan

Reporter : Redaksi
Warga Desa Pojok Kecamatan Kwadungan Ngawi melakukan aksi protes agar pelantikan perangkat desa ditunda.

Ngawi (republikjatim.com) – Sejumlah warga Desa Pojok, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi, memprotes pelaksanaan pelantikan empat perangkat desa yang digelar pada Selasa (16/9/2025). Aksi protes ini membuat prosesi pelantikan sempat terhenti beberapa saat.

 

Baca juga: Sarankan BPD dan ABPEDNAS Dilebur Jadi Satu, Bupati Sidoarjo Dukung Program Jaga Desa

Warga menilai proses rekrutmen perangkat desa tersebut bermasalah dan saat ini tengah diajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Ngawi. Mereka menuntut agar pelantikan ditunda hingga ada keputusan hukum yang berkekuatan tetap.

 

Sutrisno, salah satu warga yang juga tercatat sebagai penggugat, menegaskan bahwa banyak kejanggalan dalam proses pengisian perangkat desa. Menurutnya, salah satunya adalah tidak dilibatkannya Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam tahapan seleksi.

 

“Tuntutan warga jelas, kami minta pelantikan ditunda karena proses hukum masih berjalan. Kami menilai ada banyak kejanggalan dalam rekrutmen ini, termasuk tidak adanya pelibatan BPD,” ujar Sutrisno.

Baca juga: Naik Perahu Susuri Sungai, Wabup Mimik Idayana Peringati Hari Kartini Cek Pembangunan di Kampung Terpencil Sidoarjo

 

Menanggapi protes warga, Kepala Desa Pojok, Sunarso, menyatakan bahwa pihaknya tetap melaksanakan pelantikan karena seluruh tahapan telah sesuai ketentuan. Ia menegaskan, empat orang yang dilantik dinyatakan lulus seleksi berdasarkan prosedur yang berlaku.

 

Baca juga: Perkuat Sinergi di Tingkat Desa, Bupati Sidoarjo Sosialisasi Perbup Baru Lembaga Kemasyarakatan

“Kami meyakini semua tahapan sudah sesuai aturan. Karena itu pelantikan tetap dilaksanakan hari ini. Sedangkan terkait adanya gugatan, kami siap mengikuti proses hukum sesuai ketentuan,” kata Sunarso.

 

Pelantikan yang berlangsung di kantor desa setempat dijaga ketat aparat kepolisian dan TNI untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan. Meski sempat diwarnai ketegangan, acara akhirnya tetap dilanjutkan hingga selesai.(And)

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru