Anggap Pemuda Aset Negara, Plt Bupati Sidoarjo Peringati Hari Lahir Pancasila Bersama Pemuda Pancasila Wonoayu

republikjatim.com
PERINGATAN - Plt Bupati Sidoarjo Subandi menilai pemuda sebagai aset bagi pembangunan dan menjadi motor penggerak pembangunan saat peringatan Hari Lahir Pancasila di Balai Desa Jimbaran Kulon bersama PAC Pemuda Pancasila Wonoayu, Sabtu (01/06/2024) malam.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Plt Bupati Sidoarjo, Subandi menilai pemuda adalah aset yang berharga bagi pembangunan. Bahkan, pemuda menjadi salah satu motor penggerak pembangunan.

Hal itu ditegaskan Plt Bupati Sidoarjo, Subandi, dalam sambutannya pada kegiatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2024 di Balai Desa Jimbaran Kulon bersama PAC Pemuda Pancasila Wonoayu, Sabtu (01/06/2024) malam.

Baca juga: Bom Waktu 992 Kursi Gaib Saat SPMB SMPN di Sidoarjo Rampas Hak Anak-Anak Jujur

Menurut Subandi, Pemuda Pancasila (PP) sebagai salah satu organisasi kepemudaan di Kabupaten Sidoarjo. Karena itu, diharapkan kontribusinya dalam pembangunan. Yakni menjadi pelopor dalam menghayati dan mengamalkan nilai - nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Jangan sampai panjenengan sekalian ini berseragam hanya untuk gaya-gayaan saja. Tetapi tidak memberikan sumbangsihnya untuk pembangunan di Kabupaten Sidoarjo," katanya.

Baca juga: Yakin Penggugat Menangi Sengketa Tembok Mutiara Regency, PH Klaim Bupati Sidoarjo Goyah Uji Legalitas Kebijakan

Subandi juga menanggapi fenomena anak - anak muda yang dengan kelompok gengster. Bahkan, sempat viral beberapa waktu lalu. Hal itu, cukup meresahkan masyarakat.

"Ini juga menjadi tugas PP untuk turut menjaga dan ketertiban di masyarakat. Dengan semangat Hari Lahir Pancasila, mari kita berperan aktif dalam menciptakan keamanan dan ketertiban lingkungan. Saling menjaga jangan sampai adik - adik kita, keluarga dan saudara, bahkan teman terlibat dalam tindakan anarkis yang merugikan masyarkat," pintanya.

Baca juga: Tax Morale, Kepercayaan dan Resiliensi UMKM

Sementara itu, Subandi juga menyatakan mengembangkan toleransi, kerukunan dan kegotongroyongan itu suatu keharusan. Apalagi negara Indonesia memiliki banyak suku dan harus benar - benar menghargai perbedaan itu.

"Karena berbeda itu indah. Perbedaan menjadikan kita dipersatukan dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika," pungkasnya. Ary/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru