Sidoarjo (republikjatim.com) - Setelah Ketua PC GP Ansor Sidoarjo, Rizza Ali Faizin menghimbau agar Dispora Pemkab Sidoarjo melalui segera mengeluarkan edaran tempat hiburan malam agar tutup sementara saat Puncak Resepsi Satu Abad NU yang digelar 7 Februari 2023 mendatang, juga disikapi Ketua Pengurus Ansor Cabang (PAC) Krian, Abdul Ghoni.
"Setelah mengetahui himbauan dari Ketua (Rizza) saya sangat setuju dan mendukung tempat hiburan malam saat Resepsi Satu Abad NU tutup," ujar Abdul Ghoni kepada republikjatim.com, Jumat (03/02/2023).
Ghoni berharap penutupan tempat hiburan malam bukan hanya pada momentum 1 Abad NU saja. Pihaknya berharap penutupan bisa diteruskan (tindaklanjuti) karena wilayah hukum Krian terdapat beberapa titik tempat hiburan malam dan bahkan mulai menjamur.
"Kalau bisa ditutup total. Diarahkan ke hal yang positif. Kalau tidak bisa mungkin kita sebagai penyeimbang menggelar acara-acara yang positif. Kalau bisa kita mengalihkan opini dari masyarakat kalau di Krian banyak Cafe itu," ungkapnya.
Pria 39 tahun ini berpandangan karena dari Ketua PC GP Ansor Sidoarjo dirinya berharap untuk segera ditindaklanjuti pihak yang terkait termasuk para stakeholder.
"Seperti pihak Polsek, Koramil dan Satpol PP kita ajak kerjasama (sinergi) dengan pihak-pihak terkait seperti Disporapar untuk mengeluarkan surat edaran penutupan," tegasnya.
Sementara Kepala Satpol PP Kecamatan Krian, Muhammad Ibnu Malik ditanya surat edaran dari Disporapar Pemkab Sidoarjo soal permintaan Ketua PC GP Ansor Sidoarjo mengaku belum mendapat surat sama sekali. Malik menyebutkan, sampai hari ini belum ada surat dari Disporapar Pemkab Sidoarjo tentang himbauan penutupan tempat hiburan pada malam puncak acara Satu Abad NU.
"Tidak ada sama sekali. Baik secara lisan maupun tertulis. Baru kali ini saya tahu soal desakan itu," tandasnya.
Diketahui, untuk menghormati dan menciptakan rasa aman terhadap tamu dan warga Nahdliyin yang mengikuti acara Harlah Satu Abad NU, PC GP Ansor Sidoarjo meminta penutupan tempat hiburan malam yang beroperasi di Sidoarjo. Pihaknya mendesak Disporapar Pemkab Sidoarjo dan pengusaha hiburan malam menghargai acara Puncak Resepsi Satu Abad NU dengan menutup tempat hiburan malam. Zak/Waw
Editor : Redaksi