Sidoarjo (republikjatim.com) - Suratan takdir tidak ada yang tahu. Hal ini seperti dialami Sudiono karyawan CV Prima warga Dusun Mangkungan, Desa Kemantren, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Pria 54 tahun ini tewas saat hendak menjalankan salat Maghrib. Di mata karyawan CV Prima, korban dikenal sebagai sosok yang taat beribadah.
Korban tewas dengan kondisi tubuh mengenaskan usai ditabrak Kereta Api (KA) Argo Wilis dengan masinis Reza dan Bima di perlintasan KA Desa Bringinbendo, Kecamatan Taman, Sidoarjo, Senin (26/12/2022) petang.
"Sebelum kejadian korban (Sudiono) yang bekerja di CV Prima beristirahat dan korban keluar hendak salat magrib. Saat berjalan menuju masjid dengan menyebrang jalur KA, tiba-tiba datang KA Agro Wilis dari arah barat (Bandung) menuju timur (Surabaya) langsung menabrak korban," ujar saksi Ahmad Yasin di lokasi kejadian, Senin (26/12/2022) malam.
Saksi berusia 32 tahun warga asal Desa Dawuhan, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang ini menjelaskan sebelumnya korban sempat diteriaki karena ada KA yang melintas. Namun sayangnya korban tidak mendengar teriakan peringatan itu.
"Korban sempat saya teriaki karena ada KA melintas. Tapi korban tidak mendengar hingga langsung tersambar KA itu," ungkapnya.
Sementara Kanit Reskrim Polsek Taman, Iptu Isbahar Buamona menegaskan korban meninggal dunia dievakusi ke RSUD Sidoarjo untuk diotopsi demi proses lebih lanjut.
"Kami sudah memintai keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian. Zak/Waw
Editor : Redaksi