Sidoarjo (republikjatim.com) - Sebanyak 113 masyarakat Desa Singogalih, Kecamatan Tarik, Sidoarjo akhirnya bisa merasakan manisnya Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) Tahun 2022. Praktis, ratusan penerima ini tidak berhak menerima bansos lainnya.
Penyaluran bansos program BLT DD di Sidoarjo terus berjalan. Hampir seluruh pemerintah desa sudah menyalurkan BLT DD pada triwulan kedua kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Kepala Desa Singogalih, Imam Al Ashari menyebut sebanyak 113 KPM menerima bantuan di pendopo balai desa. Bantuan ini merupakan bantuan triwulan kedua pada Tahun 2022. Masing-masing KPM menerima bantuan sebesar Rp 900.000.
"Penyaluran bantuan dilakukan bertahap selama tiga bulan sekali. Sebelum disalurkan, kami tetap melakukan pendataan terhadap para KPM," katanya.
Selain itu, lanjut Imam Ashari sebelum disalurkan, pihaknya melakukan pendataan secara intensif ke masyarakat. Melalui RT/RW, masyarakat dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah benar-benar terdata. Proses penentuan KPM ini berjalan ketat. Alasannya, KPM BLT DD tidak boleh menerima bansos lainnya.
"Kami data secara kontinyu untuk melihat perkembangan ekonomi mereka. Kami tentukan masyarakat yang urgen. Artinya, mereka yang berhak menerima. Makanya kami sangat ketat agar masyarakat yang tidak tercover bansos lainnya bisa masuk sebagai KPM BLT DD," imbuhnya.
Bantuan itu sangat membantu perekonomian masyarakat. Alasannya, sejak bantuan itu turun pada awal pandemi, masyarakat bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal itu juga terpancar dari wajah sumringah KPM setelah menerima uang BLT DD secara tunai.
"Mereka (penerima) senang. Karena sebagian besar masyarakat bekerja sebagai petani. Tahun ini, hasil panennya kurang bagus. Semoga BLT DD dapat membantu memenuhi kebutuhan hidup mereka," tegasnya.
Sementara Kelompok Penerima Manfaat BLT DD, Sukesi janda asal RW 04 Dusun Singopadu satu diantara yang merasakan bantuan ini menceritakan kondisi kaki kanan mengalami keseleo kurang lebih 5 tahun lalu. Hal ini berakibat tidak bisa berjalan.
"Sejak itu, untuk berjalan saya harus memakai kursi roda. Alhamdulillah mendapat bantuan uang tunai Rp 900.000. Setelah ini rencana buat kebutuhan kontrol berobat, beli obat dan susu kaleng buat pemulihan tulang," tandasnya. Zak/Waw
Editor : Redaksi