Sidoarjo (republikjatim.com) - Bupati Sidoarjo akhirnya menggelar mutasi 10 pejabat di lingkungan Pemkab Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (01/09/2022) sore. Kesepuluh pejabat itu, sebagian merupakan hasil seleksi terbuka (Selter) yang digelar mulai Pebruari - Maret 2022 lalu.
Ke sepuluh pejabat yang dimutasi berdasarkan Surat Keputusan Bupati Sidoarjo itu diantaranya drg Syaf Satriawarman (Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana), Ainun Amalia (Kepala Dinas Tenaga Kerja), Dr Fenny Appridawati (Kepala Dinas Kesehatan), Widyantoro Basuki (Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan) dan Tjarda (Kepala Satpol PP).
Selain itu, juga ada Chusnul Inayah (Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah), Rudi Setiawan (Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu), Dwi Eko Saptono (Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air), Hari Sucahyono (Sekretaris DPRD) serta Ahmad Misbahul Munir (Kepala Dinas Sosial).
"Saya hanya ingin menyampaikan pesan singkat. Dalam pelantikan ini tidak ada atensi apa pun. Kecuali bekerja lah dengan ikhlas. Terutama bagi para pejabat baru hasil Selter tahun ini," ujar Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali saat pelantikan, Kamis (01/09/2022) sore.
Menurut Bupati muda alumni Fisip Unair Surabaya ini, para pejabat baru dan lama yang menduduki jabatannya sebagai Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus berkomitmen bekerja dengan inovasi dan pelayanan demi kemudahan warga Sidoarjo. Karena itu dibutuhkan kerja keras dan kerja cerdas.
"Bekerjalah dengan ikhlas untuk kebaikan pembangunan dan pelayanan di Sidoarjo. Agar masyarakat merasakan kemudahan pelayanan. Karena tak ada atensi sepeser pun dalam pelantikan. Kalau ada atensi macam-macam silahkan dilaporkan ke saya," tegas Bupati yang akrab disapa Gus Muhdlor yang juga alumni SMAN 4 Sidoarjo ini.
Sementara salah seorang pejabat yang dimutasi Widyantoro Basuki yang akrab disapa Wiwit mengaku siap ditempatkan dimana pun. Alasannya mantan Kepala Satpol PP Pemkab Sidoarjo ini, karena sebagai prajurit bawahan harus siap ditempatkan dimana pun.
"Mutasi semua bergantung Bapak Bupati. Saya ini jiwa prajurit (anak buah) maka saya harus siap ditempatkan dan ditugaskan dimana pun. Termasuk di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) ini," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi