Gus Muhdlor : Sidoarjo Kota Pluralisme, Terbuka dengan Keberagaman Agama dan Budaya

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
GELAR - Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor menerima gelar Kanjeng Raden Aryo Tumenggung (KRAT) dari Raja Surakarta, Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono XIII di Sasan Wilapa Kraton Surakarta Hadiningrat Solo, Jumat (29/07/2022).
GELAR - Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor menerima gelar Kanjeng Raden Aryo Tumenggung (KRAT) dari Raja Surakarta, Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono XIII di Sasan Wilapa Kraton Surakarta Hadiningrat Solo, Jumat (29/07/2022).

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Budaya adalah akar dari nilai-nilai adat istiadat, religi dan tatanan norma sosial demi berlangsungnya tatanan kehidupan yang rukun dan damai. Akar budaya bangsa Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika. Dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman budaya tidaklah mudah.

Namun demikian, hal itu menjadi tanggung jawab bersama. Mulai dari pemerintah, organisasi keagamaan, organisasi kemasyarakatan dan tanggung jawab individual seperti peran tokoh agama dan tokoh masyarakat. Derasnya arus urbanisasi merubah daerah Sidoarjo menjadi kota yang heterogen. Sidoarjo menjadi kota pluralis dan beragam kultur atau budaya datang dari berbagai daerah bisa diterima dengan baik.

Jumlah penduduk Sidoarjo, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sidoarjo Tahun 2021 mencapai lebih dari 2,2 juta jiwa. Mereka yang tinggal di Sidoarjo berasal dari berbagai suku. Diantaranya dari Papua, Bugis, Dayak, Minang, Ambon, Batak dan suku lainnya.

Mereka hidup rukun berdampingan. Untuk menjaga kerukunan itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo memiliki wadah (tempat) sarana komunikasi bersama. Wadah itu bernama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK).

Hubungan komunikasi antar agama dan suku terus dijalin dan dibangun lebih erat lagi oleh Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali. Bupati yang akrab disapa Gus Muhdlor ini mendorong semua elemen, khususnya peran FKUB dan FPK yang di dalamnya diisi para tokoh lintas agama dan suku untuk tidak lelah menjaga kebhinekaan.

"Pluralisme di Sidoarjo harus dikawal bersama. Kerukunan dan perdamaian diperjuangkan. Keberadaan organisasi lintas agama dan suku itu menjadikan khasanah budaya Indonesia tetap terjaga dengan baik dalam naungan Bhinneka Tunggal Ika," ujar Gus Muhdlor, Senin (01/08/2022).

Ukhuwah Insaniyah (menjaga hubungan baik sesama manusia) lanjut Gus Muhdlor menjadi agenda utama. Meski perbedaan agama, suku, budaya dan golongan menjadi sebuah realitas yang tidak bisa dihindari. Hal ini mendorong Gus Muhdlor menerima gelar kehormatan Kanjeng Raden Aryo Tumenggung (KRAT) dari Kraton Surakarta. Gus Muhdlor tidak menoleransi segala bentuk kekerasan yang mengatasnamakan agama dan golongan tertentu.

"Karena itu, berkomitmen menjadikan Sidoarjo kota yang aman, kondusif, terbuka dan toleran. Segala bentuk diskriminasi tidak boleh terjadi. Semua sama dihadapan negara. Kita hidup dalam bingkai NKRI dan Pancasila," ungkap putra Pengasuh Pesantren Bumi Shalawat Lebo KH Agoes Ali Masyhuri ini.

Bupati alumni SMAN 4 Sidoarjo ini juga terbuka dengan seni. Termasuk menghargai peran tokoh seni dan budaya seperti Moenali Patah. Moenali adalah tokoh seniman legendaris asal Sidoarjo yang malang melintang di dunia Ludruk dan Tari Remo. Suatu ketika, Uriati yang tak lain putri dari Moenali Patah menceritakan bentuk apresiasi Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor kepada Moenali Patah.

"Bapak sampean (Moenali Patah) orang hebat. Sidoarjo bangga dengan Pak Moenali Patah," papar Uriati menceritakan pertemuan singkatnya dengan Gus Muhdlor.

Uriati bertekad meneruskan jejak sang ayah. Sampai hari ini, Uriati masih menjadi penari remo. Tidak jarang ia tampil pada acara resmi yang diselenggarakan Pemkab Sidoarjo. Begitu juga di bidang seni hadrah. Gus Muhdlor juga memberi perhatian serius. Perkembangan seni hadrah di Sidoarjo terus didorong. Hal itu dilakukan agar kesenian yang memakai alat terbang (rebana) itu digandrungi kaum muda. Karena, selama ini seni hadrah identik dengan kesenian yang didominasi orang tua. Seperti seni hadrah ISHARI (Ikatan Seni Hadrah Republik Indonesia).

"Karena itu Pemkab Sidoarjo melihat kesenian itu sering dilibatkan saat menyelenggarakan kegiatan keagamaan dan kegiatan umum lainnya," tandasnya. Hel/Waw

Berita Terbaru

Sinergi Akademisi Umsida Dorong Penguatan Akuntansi Pelaku UMKM Lokal Tembus Pasar Internasional

Sinergi Akademisi Umsida Dorong Penguatan Akuntansi Pelaku UMKM Lokal Tembus Pasar Internasional

Jumat, 08 Mei 2026 20:24 WIB

Jumat, 08 Mei 2026 20:24 WIB

Bandung (republikjatim.com) - Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (Abdimas) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kembali diselenggarakan dalam skala…

230 Cakades Ikut Pembekalan, Bupati Subandi Titip Pilkades Damai, Gaji Rp 5 Juta Jangan Terprovokasi Biaya Politik Mahal

230 Cakades Ikut Pembekalan, Bupati Subandi Titip Pilkades Damai, Gaji Rp 5 Juta Jangan Terprovokasi Biaya Politik Mahal

Kamis, 07 Mei 2026 19:29 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 19:29 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Sebanyak 230 Calon Kepala Desa (Cakades) di Kabupaten Sidoarjo mengikuti acara pembekalan Cakades pada Pemilihan Kepala Desa…

Usai Tampung Keluhan Pedagang, Bupati Sidoarjo Bakal Revitalisasi Pasar Tradisional Gandeng Pengelola Pasar

Usai Tampung Keluhan Pedagang, Bupati Sidoarjo Bakal Revitalisasi Pasar Tradisional Gandeng Pengelola Pasar

Kamis, 07 Mei 2026 14:09 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 14:09 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Bupati Sidoarjo, Subandi didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan, M Bahrul Amig serta Plt Kepala Dinas Perindustrian dan…

Komisi A DPRD Sidoarjo Tegaskan PP No 16 2026 Peraturan Main Perangkat Harus Mundur Saat Ditetapkan Jadi Cakades

Komisi A DPRD Sidoarjo Tegaskan PP No 16 2026 Peraturan Main Perangkat Harus Mundur Saat Ditetapkan Jadi Cakades

Kamis, 07 Mei 2026 13:24 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 13:24 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 80 desa pada 24 Mei 2026 mendatang, Komisi A DPRD Kabupaten…

Masa Tunggu Haji di Sidoarjo 29 Tahun, Tiga Kloter 1.133 CJH Diberangkatkan Bupati Subandi dari Pendopo Delta Wibawa

Masa Tunggu Haji di Sidoarjo 29 Tahun, Tiga Kloter 1.133 CJH Diberangkatkan Bupati Subandi dari Pendopo Delta Wibawa

Rabu, 06 Mei 2026 19:43 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 19:43 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Ribuan Calon Jamaah Haji (CJH) Sidoarjo kembali diberangkatkan, Rabu (06/05/2026). Kali ini giliran Kelompok Terbang (Kloter)…

Jemput Sejatinya Jenggala, TACB Sidoarjo Gandeng Kementerian Kebudayaan dan BPK Siap Ekskavasi Situs Sendang Agung

Jemput Sejatinya Jenggala, TACB Sidoarjo Gandeng Kementerian Kebudayaan dan BPK Siap Ekskavasi Situs Sendang Agung

Rabu, 06 Mei 2026 09:30 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 09:30 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Sebuah gerakan kebudayaan berskala besar tengah ditiupkan dari bumi Sidoarjo. Dipelopori Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Sidoarjo…