Komisi A DPRD Sidoarjo Tegaskan PP No 16 2026 Peraturan Main Perangkat Harus Mundur Saat Ditetapkan Jadi Cakades

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
HEARING - Menjelang pelaksanaan Pilkades serentak di 80 desa pada 24 Mei 2026 mendatang, Komisi A DPRD Kabupaten Sidoarjo mengambil langkah tegas untuk mengantisipasi kegaduhan regulasi dengan hearing yang digelar di gedung dewan, Rabu (06/05/2026).
HEARING - Menjelang pelaksanaan Pilkades serentak di 80 desa pada 24 Mei 2026 mendatang, Komisi A DPRD Kabupaten Sidoarjo mengambil langkah tegas untuk mengantisipasi kegaduhan regulasi dengan hearing yang digelar di gedung dewan, Rabu (06/05/2026).

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 80 desa pada 24 Mei 2026 mendatang, Komisi A DPRD Kabupaten Sidoarjo mengambil langkah tegas untuk mengantisipasi kegaduhan regulasi. Dalam rapat dengar pendapat (hearing) yang digelar di gedung dewan, Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo, H Rizza Ali Faizin menekankan pentingnya kepatuhan mutlak terhadap peraturan baru. Hal itu, untuk menjaga marwah demokrasi di tingkat desa.

Dalam ​rapat itu, dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Pemkab Sidoarjo, Probo Agus Sunarno serta para pengurus Forum Komunikasi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sidoarjo. Fokus utama pembahasan adalah sinkronisasi peraturan pasca terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 Tahun 2026.

Yang membuat ambigu sekaligus berpolemik di masyarakat adalah soal calon kepada desa (Cakades) dari perangkat pemerintahan desa. Satu sisi berdasarkan PP lama, hanya mengatur cuti, sementara peraturan baru harus mundur untuk menghindari konflik kepentingan senyampang pesta demokrasi pemilihan pengusa di pemerintahan desa tersebut.

Ketua Forkom BPD Sidoarjo yang juga menyampaikan beberapa persoalan terkait Pilkades. Misalnya bertebaran baliho bergambar bergambar Cakades yang juga menyertakan gambar anggota DPRD Sidoarjo. Mereka juga mempertanyakan soal tunjangan purna tugas bagi pejabat BPD yang juga diatur dalam PP Nomor 16 Tahun 2026 itu.

"Selama ini yang ada adalah tunjang purna tugas Kades sebesar Rp 50 juta. Dengan turunnya PP baru ini, kami minta apa yang menjadi hak anggota BPD, seperti tunjangan pensiun benar-benar menjadi perhatian pemerintah daerah," ucap Ketua Forum Komunikasi BPD Sidoarjo, Sigit Setiawan di sela hearing, Rabu (06/05/2026).

Tidak hanya itu, dalam hearing itu salah satu poin krusial yang disoroti politisi yang akrab disapa Kaji Reza ini adalah status perangkat desa yang mencalonkan diri sebagai Kepala Desa (Cakades). Di tengah ambiguitas antara peraturan lama (hanya cuti) dan peraturan baru (harus mundur), Kaji Reza memberikan arahan yang clear (selesai dan pasti).

​"Kami tegaskan, demi menghindari conflict of interest atau konflik kepentingan selama proses pesta demokrasi desa, perangkat desa yang sudah ditetapkan sebagai Cakades sebaiknya mengundurkan diri. Ini sesuai dengan spirit yang dibawa PP Nomor 16 Tahun 2026," ujar Kaji Reza dengan nada tegas.

​Menurut Reza, meski Peraturan Bupati (Perbup) sebagai turunan teknis masih dalam proses penyesuaian, asas kepatuhan terhadap hierarki hukum yang lebih tinggi (PP) harus diutamakan. 

"Kami meminta Dinas PMD Pemkab Sidoarjo segera memberikan sosialisasi yang masif agar tidak terjadi gesekan di lapangan," pintanya.

​Selain urusan pencalonan, Kaji Reza juga pasang badan terkait aspirasi Forum Komunikasi BPD mengenai tunjangan purna tugas. Ia menilai, kesejahteraan anggota BPD harus setara dengan perhatian yang diberikan kepada Kepala Desa, asalkan memiliki payung hukum yang kuat.

​"Kalau memang hak (purnatugas) itu sudah diatur secara eksplisit dalam PP Nomor 16 Tahun 2026, maka pihak eksekutif (Pemkab Sidoarjo) wajib memberikan perhatian serius. Kami di Komisi A akan terus mengawal agar hak-hak teman-teman BPD ini terakomodasi dalam kebijakan daerah ke depan," jelasnya.

​Sedangkan menanggapi fenomena baliho Cakades yang menyertakan foto anggota DPRD Sidoarjo, Kaji Reza mengaku telah melakukan kroscek internal. Ia memastikan mayoritas anggota dewan tidak mengetahui namanya dicatut. Namun, ia lebih memilih fokus pada substansi keamanan wilayah masing-masing.

​"Pilkades yang lancar, jujur, adil dan aman hanya bisa terwujud kalau semua pihak taat peraturan. Taat peraturan adalah indikator kedewasaan masyarakat dalam berdemokrasi. Sesuai tupoksi, kami akan melakukan pengawasan ketat di setiap tahapan selama proses Pilkades Serentak Tahun 2026 ini," paparnya.

Dengan sisa waktu menuju 24 Mei, Komisi A DPRD Sidoarjo berkomitmen untuk terus memantau dinamika di 80 desa untuk memastikan transisi kepemimpinan di desa itu berjalan kondusif.

"Utamanya, tanpa terganjal masalah administrasi maupun regulasi yang ada saat ini," tandas politisi muda PKB Sidoarjo ini.

​Sementara ​Kepala Dinas PMD Pemkab Sidoarjo, Probo Agus Sunarno menyatakan pihaknya sedang bergerak cepat melakukan konsultasi ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

​"Kami masih menunggu petunjuk teknis berupa Permendagri sebagai tindak lanjut PP baru itu. Begitu ada lampu hijau, Perbup Sidoarjo akan segera disesuaikan. Termasuk soal mekanisme pengunduran diri perangkat desa dan tunjangan purna tugas BPD," kata Probo. Ary/Waw

Berita Terbaru

Manfaatkan Libur Akhir Pekan, Bupati Subandi Turun Langsung Bantu Kursi Roda dan Sembako Bagi Tiga Warga Wonoayu

Manfaatkan Libur Akhir Pekan, Bupati Subandi Turun Langsung Bantu Kursi Roda dan Sembako Bagi Tiga Warga Wonoayu

Sabtu, 05 Sep 2026 21:22 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 21:22 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Memanfaat masa libur akhir pekan, Bupati Sidoarjo, Subandi turun langsung menyapa dan menyerahkan bantuan alat bantu mobilitas…

Kepikat Inovasi Eco Lindi, Pemkot Jakarta Barat Boyong Ilmu Pengelolaan Sampah dari Sidoarjo

Kepikat Inovasi Eco Lindi, Pemkot Jakarta Barat Boyong Ilmu Pengelolaan Sampah dari Sidoarjo

Sabtu, 05 Sep 2026 20:55 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 20:55 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) -  Keberhasilan Kabupaten Sidoarjo dalam mengelola sampah secara berkelanjutan menarik perhatian Pemerintah Kota Administrasi …

Manisnya Melon Premium Candinegoro, Inovasi BUMDes Sidoarjo Sulap Greenhouse Jadi Wisata Edukasi Cuan

Manisnya Melon Premium Candinegoro, Inovasi BUMDes Sidoarjo Sulap Greenhouse Jadi Wisata Edukasi Cuan

Sabtu, 05 Sep 2026 20:19 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 20:19 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Inovasi pertanian modern kini hadir di Desa Candinegoro, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo. Melalui BUMDes Gapura, para pemuda desa…

Buka Pintu Pendopo Delta Wibawa untuk Warga, Bupati Subandi Anggap Ruang Bersama Masyarakat

Buka Pintu Pendopo Delta Wibawa untuk Warga, Bupati Subandi Anggap Ruang Bersama Masyarakat

Sabtu, 05 Sep 2026 19:31 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 19:31 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menegaskan komitmennya untuk menghadirkan ruang publik yang inklusif dan dekat dengan…

Tanamkan Kesadaran Pajak Sejak Dini, Kanwil DJP Jatim II Gelar Pajak Bertutur 2026 di SMP Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo

Tanamkan Kesadaran Pajak Sejak Dini, Kanwil DJP Jatim II Gelar Pajak Bertutur 2026 di SMP Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo

Sabtu, 05 Sep 2026 18:08 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 18:08 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Antusiasme tinggi dan rasa ingin tahu yang besar mewarnai pelaksanaan program Pajak Bertutur 2026 yang digelar Kantor Wilayah…

Berbekal Semangat dan Karantina Ketat, Siswi SMAN 4 Sidoarjo Jessica Claudia Incar Mahkota Putri Kebaya Jatim 2026

Berbekal Semangat dan Karantina Ketat, Siswi SMAN 4 Sidoarjo Jessica Claudia Incar Mahkota Putri Kebaya Jatim 2026

Jumat, 04 Sep 2026 22:22 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 22:22 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Setelah sukses mengamankan gelar sebagai Putri Kebaya Sidoarjo pada awal Januari 2026 lalu, Jessica Claudia Latif kini mantap…