Sidoarjo (republikjatim.com) - Sebagai wujud kepedulian kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya kaum perempuan TP PKK Kabupaten Sidoarjo menggelar Sosialisasi Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif (GP2SP) di pabrik sepatu PT Ecco Indonesia, Kamis (28/07/2022). Kegiatan ini sebagai upaya gerakan sayang ibu serta untuk penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Sidoarjo.
Di hadapan 200 pekerja yang sebagian besar para wanita ini, istri Bupati Sidoarjo Ning Sasha sapaan akrab bagi Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo, Ny Sa'adah Ahmad Muhdlor mengatakan kegiatan ini menunjukkan perempuan memiliki kemerdekaan untuk menentukan perannya di masyarakat. Hal itu dapat ditunjukkan jika perempuan dapat turut serta berpartisipasi dalam berbagai aspek. Bahkan bukan hanya yang bisa dilakukan para kaum laki-laki.
"Perempuan memiliki kodrat melahirkan dan menyusui. Makanya, jajaran Pemkab Sidoarjo bersama TP PKK Kabupaten Sidoarjo, pemberi kerja dan serikat kerja (serikat buruh) berupaya untuk berperan meningkatkan kepedulian dan mewujudkan perbaikan kesehatan pekerja buruh dengan GP2SP. Tujuannya, agar senantiasa meningkatkan produktivitas kerja dan kualitas generasi penerus," ujar Sa'adah Ahmad Muhdlor kepada republikjatim.com, Kamis (28/07/2022).
Diketahui 45 persen pekerja yang ada di perusahaan sepatu PT Ecco Indonesia adalah perempuan. Mereka diajak mengikuti sosialisasi untuk mendapat ilmu dari para narasumber.
"Kami mendapatkan kesempatan untuk melihat langsung proses produksi di PT Ecco Indonesia bersama jajaran pimpinan perusahaan. Kami bisa menyaksikan sendiri perusahaan ini benar-benar pro perempuan. Ini bisa dilihat dari berbagai fasilitas yang disediakan. Ini sebagai contoh tersedianya klinik dan petugas yang sangat ramah kepada pekerja. Kami berharap semoga seluruh pekerjaan selalu sehat dan dapat bekerja dengan produktif untuk memberi hasil produksi terbaik bagi perusahaan," imbuhnya.
Selain itu, Ning Sasha menambahkan sebenarnya antara pengurus PKK dan pekerja yang ada di perusahaan ini sama. Yakni semua sama-sama produktif dalam bekerja. Hanya saja yang membedakan PKK mengabdi pada negara khususnya Pemkab Sidoarjo dan pekerja berjuang demi keluarga.
"Sebagai perempuan khususnya para pekerja wanita pekerja dihadapkan sebuah dilema. Di satu sisi meninggalkan keluarga di rumah di sisi lain ingin memberi kualitas hidup keluarga yang lebih baik," tegas alumni Fakultas Hukum, Unair Surabaya ini.
Karena itu Ning Sasha menilai betapa pentingnya perempuan, khususnya bagi perusahaan yang memperkerjakan para wanita. Bahkan mereka harus memenuhi setiap indikator kerja agar para pekerja bisa bekerja dengan lebih baik. Karena wanita merupakan penentu ekonomi di Sidoarjo dan sumbangsihnya nyata.
"Kami benar-benar terharu dan menghormati ibu-ibu yang bekerja. Karena banyak yang dikorbankan. Selain tenaga, karya dan waktu yang diniatkan sebagai ibadah. Ini ada sesuatu yang sangat mulia. Karena perempuan mampu dan rela membantu bekerja menjadi satu hal yang luar biasa," jelas alumni SMAN 4 Sidoarjo ini.
Bagi perusahaan, lanjut Sasha harus tetap memperhatikan indikator-indikator yang dibutuhkan bagi pekerja. Tujuannya, agar merasa aman dan nyaman. Sehingga menjadi pekerja yang sehat dan produktif serta niat ibadah agar lebih bermanfaat khususnya bagi anak-anak dan keluarga.
"Semoga acara semacam ini bisa bermanfaat bagi ibu-ibu. Sedikit sentuhan yang berbeda dengan program PKK Sobo Pabrik mudah-mudahan segala ilmu yang diberikan bermanfaat dan bisa memberi kebaikan bagi seluruh peserta. Tidak hanya bekerja, tapi juga pengurus yang hadir," tandasnya.
Sebelum pelaksanaan Sosialisasi Ning Sasha bersama pengurus TP PKK Sidoarjo berkeliling di area produksi perusahaan sepatu untuk melihat kegiatan produksi dan berdialog langsung bersama para pekerja wanita.
Acara ini dihadiri langsung Direktur Coorporate Dwi Yoga Wiwit Wibi Hidayat, Kepala Dinas Tenaga Kerja Pemkab Sidoarjo Venny Apridawati dan Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Sidoarjo drg Syaf Satriawan. Narasumbernya dr Muhammad Ardian Cahya, SpOG (K)obginsos, M Kes (RS Unair) dan Sri Andari E S Km, MM (Dinas Kesehatan). Keduanya memberi ilmu dan pengetahuan yang cukup menarik bagi para pekerja. Pekerja tampak antusias saat berdialog secara langsung dan bertanya jawab. Hel/Waw
Editor : Redaksi