Sidoarjo (republikjatim.com) - Humanis menjadi kata kunci ini yang dipegang Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) dalam menata dan membangun Sidoarjo. Hal ini seperti yang dilakukan Bupati muda yang akrab disapa Gus Muhdlor saat menghadapi puluhan pedagang yang terkena imbas proyek pelebaran jalan Pertigaan Bangah - Aloha.
"Dekati, ajak bicara, dengarkan keluhan dan keinginan para pedagang. Kemudian, dicarikan solusi bersama. Alhamdulillah proses pembongkaran berjalan lancar dan para pedagang memahami maksud dari Pemkab Sidoarjo dalam melebarkan pertigaan Jalan Bangah - Aloha," ujar Gus Muhdlor usai memimpin pembongkaran perdana bangunan di sepanjang pertigaan Jalan Bangah - Aloha, Kamis, (21/07/2022).
Selama ini, lanjut Gus Muhdlor proyek pembangunan identik dengan permasalahan sterilisasi lahan. Bahkan yang paling sering terjadi adalah konflik dengan para pedagang. Tetapi, hal itu tidak berlaku di Sidoarjo.
"Pembebasan lahan berjalan lancar. Terdapat 58 bangunan yang akan dibongkar. Pedagang diberi kesempatan sampai tanggal 27 Juli pekan depan untuk mengosongkan lapak dagangannya," imbuh Bupati alumni Fisip Unair Surabaya ini.
Selain itu, Pemkab Sidoarjo juga sudah menyiapkan kendaraan pengangkut untuk membantu puluhan pedagang mengemasi barang dagangannya. Bahkan, sudah disiapkan tempat relokasi pedagang. Yakni di Pasar Kedungrejo, Kecamatan Waru, Sidoarjo. Mereka (pedagang) juga mendapat bantuan dana kerohiman.
"Pada prinsipnya, ini bukan kepentingan Bupati atau Pemkab Sidoarjo saja. Tetapi ini untuk kemanfaatan bersama. Tujuannya baik, ikhtiar mengurai kemacetan di Aloha. Meski tidak bisa seratus persen macet teratasi, setidaknya dengan pelebaran jalan, arus lalu lintas jadi longgar," papar putra Pengasuh Ponpes Bumi Shalawat, KH Agoes Ali Masyhuri ini.
Sementara Bupati alumni SMAN 4 Sidoarjo ini juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran TNI AL yang selama ini terus membantu mengawal pelaksanaan pembangunan proyek pelebaran Jalan Pertigaan Bangah - Aloha dan proyek Flyover Aloha.
"Semua ini hasil kerja bersama, antara Pemkab Sidoarjo dan TNI AL serta kesadaran pedagang yang bersedia pindah tempat. Padahal mereka sudah belasan tahun menempati lahan ini juga patut diapresiasi. Kita semua ingin Sidoarjo ini maju. Tanpa harus ada yang merasa tertindas. Semua masukan dipertimbangkan," pungkasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi