Sidoarjo (republikjatim.com) - Kegiatan Gebyar Gebyar On The Spot (OTS) Pameran Lukisan Jejak Sang Proklamator Bung Karno (Ir Soekarno) yang digelar di Monumen Jayandaru, Alun-Alun Sidoarjo menyedot banyak perhatian masyarakat sekaligus tokoh masyarakat (Tomas) dan pejabat di Sidoarjo. Acara yang digagas DPC PDI Perjuangan Sidoarjo untuk memperingati bulan Juni 2022 sebagai Bulan Bung Karno itu, langsung mendapat respon sejumlah Tomas dan pejabat di Sidoarjo.
Dari sebanyak 50 lukisan yang dilombakan sejak pagi itu, sebanyak 10 lukisan terbaik berdasarkan hasil penilaian para juri langsung dibeli pejabat Sidoarjo.
Para pembeli lukisan karya para pelukis asal Sidoarjo dan dari luar Susiati itu, diantaranya Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor), Ketua DPC PDI Perjuangan Sidoarjo, Sumi Harsono, Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Bambang DH, Perumda Delta Tirta Sidoarjo, Kepala Kejari Sidoarjo, Akmad Muhdlor dan Direktur Utama BPR Delta Artha, Sofia Nurkrisnajati Atmaja.
"Acara Gebyar On The Spot (OTS) Pameran Lukisan Jejak Sang Proklamator Bung Karno ini diramaikan aksi melukis serentak 50 pelukis asal Sidoarjo dan luar Sidoarjo. Pucak acara ditentukan dan diseleksi 10 lukisan terbaik dari yang dipamerkan di Monumen Jayandaru ini," ujar Ketua Pelaksana Acara, Djunaedi di sela-sela sambutan, Sabtu (25/06/2022) malam.
Ketua DPC PDI Perjuangan Sidoarjo, Sumi Harsono menegaskan kegiatan pameran lukisan ini sebagai salah satu upaya melestarikan dan mengingatkan generasi muda Sidoarjo atas peran, dedikasi dan perjuangan Sang Proklamator Ir Soekarno. Apalagi, Bung Karno yang juga Presiden RI pertama ini bukan hanya milik golongan tertentu, akan tetapi milik bangsa Indonesia.
"Acara ini untuk mengingatkan generasi penerus akan nama besar Bung Karno sebagai Sang Proklamator Kemerdekaan RI. Apalagi, bulan Juni dikenal sebagai Bulan Bung Karno. Karena Bung Karno lahir dan meninggal di bulan yang sama," tegasnya.
Sumi memaparkan jika bulan Juni dinilai cukup sakral dalam pendirian bangsa Indonesia. Karena tanggal 1 Juni dikenal sebagai Hari Lahir Pancasila. Pemilihan tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila merujuk pada momen BPUPKI dalam merumuskan dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu, pencetus Pancasila salah satunya adalah Bung Karno yang lahir pada 06 Juni 1901 di Peneleh, Surabaya dan meninggal dunia pada 21 Juni 1970 di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.
"Kita tidak bisa menyatukan semua suku, bahasa, budaya dan bangsa dari Sabang sampai Merauke tanpa adanya Pancasila. Apalagi sekarang ini 4 pilar kebangsaan yakni Pancasila, Binneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945 kerap mulai dirong-rong oleh golongan tertentu. Kami berharap melalui kegiatan ini semakin memperkuat nilai dan rasa nasionalisme para penerus generasi bangsa Indonesia," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi