Sidoarjo (republikjatim.com) - Keberhasilan program TP PKK Kabupaten Sidoarjo dan Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBM dan SDA) Pemkab Sidoarjo memantapkan program Sido Resik tidak lepas dari respon masyarakat. Program ini akan terus digaungkan ke masyarakat Sidoarjo.
Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo, Ny Sa'adah Ahmad Muhdlor memberikan perhatian yang intens untuk program Sido Resik ini. Hal itu memaksimalkan program itu, melalui Pokja III TP PKK Kabupaten Sidoarjo menggelar Workshop Sungai Sehat dan Indah di Balai Desa Semambung, Kecamatan Wonoayu dan Balai Desa Wonokupang Kecamatan Balongbendo.
Istri Bupati yang akrab dipanggil Ning Sasha ini menilai pentingnya menjaga lingkungan. Khususnya sungai yang ada di desa-desa seperti sungai-sungai yang memenangkan lomba Sido Resik Tahun 2021 lalu. Hal itu bisa menjadi contoh tidak ada di lingkungan sekitar.
"Kalau mau menjaga sungai maka sungai itu tidak hanya akan menjadi cantik serta bermanfaat khususnya bagi warga desa. Bahkan menjadi sebuah kebanggaan Desa Candinegoro Kecamatan Wonoayu. Sampai saat ini saya amati dan kebersihannya masih terjaga kebersihan. Termasuk stan UMKM yang menjajakan makanan masih tetap berjualan setiap malam semakin bertambah ramai. Sungai tetap bersih, indah dan bisa menikmati bersama," ujar Ning Sasha kepada republikjatim.com, Kamis (16/06/2022).
Bagi Ning Sasha Desa Candinegoro sebagai bukti peran serta masyarakat dalam mendukung masyarakat yang bergerak secara bersama-sama menjaga sungai. Perilaku ini mengubah mindset sungai yang dulunya kotor menjadi tempat yang paling layak dikunjungi.
"Keterlibatan masyarakat itu menjadi semangat bagi Sido Resik untuk menentukan kemajuan dan kebersihan desa," papar alumni SMAN 4 Sidoarjo ini.
Sedangkan ketika berada di Balai Desa Wonokupang Ning Sasha mengajak kader TP PKK turun langsung di tengah-tengah masyarakat. Bahkan senantiasa menjaga dan merawat sungai. Indikator sebuah daerah itu sehat atau tidak terlihat dari sungainya. Jika keadaan sungai itu kotor maka bisa dikatakan desa itu tidak sehat.
"Itu menjadi sumber penyakit karena sumber penyakit berasal dari sampah yang terbengkalai," tegasnya.
Sementara dalam menjaga kebersihan dan melestarikan lingkungan meningkatkan fungsi sungai. Hal ini mendapat mengembangkan kreativitas untuk mempercantik sungai dan memiliki daya jual meningkatkan.
"Termasuk perekonomian masyarakat, sebagai destinasi wisata, pengembangan UMKM dan edukasi lingkungan. Workshop Sungai Sehat dan Indah ini menghadirkan narasumber Dwi Eko Saptono dari Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air Pemkab Sidoarjo," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi