Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemkab Sidoarjo terus menggeber rencana menata berbagai ikon kota serta sejumlah ruang publik di Kota Delta. Salah satunya, rencana pembangunan landmark kota yang akan ditempatkan di perempatan Babalayar Ramayana atau City Plaza (Ciplaz) Sidoarjo. Desain arsitekturnya akan melibatkan partisipasi publik.
Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali mengatakan perempatan Babalayar itu bagian dari jantung wajah Kota Sidoarjo. Meski tempatnya sangat strategis, selama ini ternyata belum mendapat sentuhan penataan kota.
"Perempatan Mall Ciplaz ini ada di jantung kota. Makanya harus menjadi oase arsitektural kota di tengah pesatnya aktivitas warga. Tidak seperti sekarang, kelihatan tak tersentuh sama sekali," ujar Bupati Sidoarjo yang akrab dipanggil Gus Muhdlor ini kepada republikjatim.com, Selasa (15/02/2022).
Gus Muhdlor yang belum genap setahun dilantik menjadi bupati ini menilai selama ini Sidoarjo memang masih minim tempat-tempat ikonik. Padahal, landmark alias tetenger kota, lanjut Muhdlor adalah elemen penting untuk membantu orang mengenal dalam kota tertentu.
"Selain untuk membantu orang mengenali suatu daerah. Nantinya, perempatan itu, penataannya kita bikin terintegrasi. Artinya bukan hanya landmark baru, tetapi sekitarnya juga harus ditata dan harus semakin bersih," imbuh Gus Muhdlor yang juga alumni Fisip Unair Surabaya ini.
Desain landmark anyar itu, kata Bupati Alumni SMAN 4 Sidoarjo ini akan dilombakan Pemkab Sidoarjo. Semua arsitek atau pegiat desain diperbolehkan ikut. Jurinya pun akan melibatkan sejumlah arsitek ternama.
"Yang jelas dalam waktu dekat karena sudah disiapkan anggaran pembangunannya," papar Gus Muhdlor.
Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pemkab Sidoarjo, M Bahrul Amig sebelumnya sudah rapat koordinasi dengan instansi terkait termasuk Polresta Sidoarjo dan Kodim 0816 untuk membahas penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Pelibatan instansi kepolisian dan TNI itu bagian dari kerja kolaboratif bersama jajaran Forkopimda Sidoarjo dalam melakukan penataan kota.
"Tahun ini akan ada pembangunan landmark atau ikon di perempatan Babalayar. Kemarin sudah kita rapatkan di kantor DLHK," ungkap Bahrul Amig.
Rencana akan dimulai pembangunannya, kata Amig yang juga mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Sidoarjo ini memastikan pelaksanaan tinggal menunggu desain jadi.
"Kami tunggu desainnya jadi. Karena nanti akan disayembarakan untuk desainnya. Pak Bupati yang mengumumkan hasilnya," pungkasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi