Sidoarjo (republikjatim.com) - Program Sidoresik Kecamatan Wonoayu berorientasi pada pengembangan potensi wilayah. Dalam jangka pendek, program itu untuk mengikuti lomba.
Namun dalam jangka panjangnya, diharapkan dapat mengungkit potensi wilayah dengan memanfaatkan lingkungan sungai.
Camat Wonoayu, Probo Agus Sunarno saat memimpin bersih-bersih sungai di Desa Candinegoro, Kecamatan Wonoayu mengatakan Sidoresik adalah program Pemda Sidoarjo yang harus dilaksanakan secara berkelanjutan. Salah satu programnya agar sungai terjaga kebersihannya.
"Selain itu, sepanjang aliran sungai harus dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi yang ada di masing masing wilayah sebagai wisata sungai," ujar Camat Wonoayu, Probo Agus Sunarno kepada republikjatim.com, Jumat (07/01/2022).
Lebih jauh, Probo mencontohkan seperti halnya di Desa Candinegoro yang berdekatan dengan aliran sungai. Maka wilayah Desa Candinegoro memiliki banyak potensi. Yakni mulai dari wisata situs purbakala berupa Candi. Selain itu, di sepadan sungai ada pasar sore.
"Dengan demikian sungai yang bersih akan mendukung perkembangan keduanya. Demikian juga desa sepanjang aliran sungai diantaranya Desa Plaosan dan Sawocangkring. Kedua desa ini sudah memiliki rencana untuk memanfaatkan aliran sungai untuk mengembangkan potensi masing - masing yakni kerambah ikan dan tanaman Toga," tegas Camat yang juga mantan Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Pemkab Sidoarjo ini.
Sementara Program Sidoresik Kecamatan Wonoayu rencananya tidak hanya dilaksanakan di aliran Avfur Kemasan saja. Namun kedepan juga dilaksanakan di setiap aliran sungai yang ada di desa lainnya. Hal ini untuk pembelajaran masyarakat agar turut menjaga kebersihan sungai.
"Makanya program Sidoresik akan dilanjutkan ke aliran sungai lainnya. Harapannya, setiap anggota masyarakat nanti peduli akan kebersihan sungai. Karena dalam menjaga kebersihan sungai tidak bisa hanya dibebankan ke dinas saja, tetapi peran serta masyarakat menjadi mutlak," tandasnya. Rto/Hel/Waw
Editor : Redaksi