Sidoarjo (republikjatim.com) - Seorang pendekar, KA warga Desa/Kecamatan Lengkong, Kabupaten Ngajuk bernasib sial. Pemuda 24 tahun ini meninggal dunia usai dikeroyok enam pemuda di barat kolam renang kawasan GOR Delta Sidoarjo, Sabtu (23/10/2021) malam.
Aksi pengeroyokan dan kekerasan untuk ke sekian kalinya di kawasan GOR ini, diduga dipicu karena senggolan motor. Para pelaku diduga tidak terima usai bersenggolan dengan motor korban dan kawan-kawannya itu.
Usai keroyok enam pemuda itu, korban sempat dibawa temannya ke kosnya di kawasan Desa Karangbong, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo. Namun karena luka korban memburuk akhirnya korban dibawa ke RSUD Sidoarjo hingga akhirnya meninggal dunia, Minggu (24/10/2021) sore.
Dikonfirmasi soal aksi pengeroyokan ini, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan dalam peristiwa pengeroyokan itu, pihaknya sudah mengamankan empat pelaku. Saat ini, keempat pelaku masih menjalani pemeriksaan di ruang penyidikan Satuan Reskrim Polresta Sidoarjo.
"Kasus ini akan segera kami sampaikan dan diekspos ke media. Empat pelaku sudah ditangkap, tapi semua masih dalam tahap pemeriksaan dan penyelidikan," ujar Kusumo, Senin (25/10/21).
Mantan Wakapolresta Banyuwangi ini menghimbau kepada para pendekar silat untuk tidak khawatir dalam penanganan perkara ini. Selain itu, meminta agar pendekar tidak datang beramai-ramai ke Polresta Sidoarjo. Alasannya, agar semua proses penyelidikan tetap berjalan kondusif.
"Percayalah, perkara pengeroyokan ini akan kami tindak lanjuti sesuai dengan prosedur yang berlaku. Yang salah siapa? Yang berbuat siapa akan kita tangani sesuai prosedur?," tegas Kusumo.
Kasus pengeroyokan ini bermula saat korban (KA) berangkat dari tempat kosnya di Desa Karangbong, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo menuju kawasan GOR Sidoarjo, Sabtu (23/10/2021) malam. Korban saat itu mengendarai motor Yamaha Mio berboncengan dengan dua rekannya HP dan SP. Saat korban bersama teman-temannya tiba kawasan GOR Delta Sidoarjo, diduga motor korban bersenggolan dengan motor pelaku. Kasus senggolan itu tak dihiraukan korban dan teman-temannya. Korban dan teman-temannya melanjutkan perjalanan menuju salah satu warung kopi di kawasan GOR Delta Sidoarjo.
Sayangnya, beberapa saat setelah korban duduk di warkop itu, korban dan dua temannya didatangi para pelaku yang motornya bersenggolan di jalan itu. Tiba - tiba salah satu pelaku langsung memukul menggunakan gitar dari arah belakang. Pukulan itu mengenai SP. Melihat SP dipukul para pelaku, korban pun berusaha melerai. Selanjutnya pelaku meninggalkan warkop tempat korban nongkrong itu.
Tidak berselang lama, usai pemukulan itu, pelaku datang lagi dengan mengajak enam temannya. Saat pelaku kembali dengan enam rekannya itu, sasaran pelaku bukan lagi korban (SP). Namun yang menjadi sasaran korban (KA). Pelaku langsung mengeroyok KA dengan cara memukuli KA. Akhirnya korban jatuh tersungkur setelah dipukul dengan balok kayu. Melihat korban tersungkur, para pelaku melarikan diri.
Ketika korban (KA) sudah tak berdaya dan berlumuran darah itu, teman korban HP dan SP membawa korban KA ke tempat kosnya di Desa Karangbong, Kecamatan Gedangan. Selang sehari usai kejadian, kondisi korban memburuk hingga KA Haris dilarikan ke RSUD Sidoarjo untuk mendapatkan perawatan tim medis itu. Namun sekitar pukul 13.30 WIB, akhirnya korban dinyatakan meninggal dunia. Peristiwa pengeroyokan itu langsung dilaporkan ke Polsek Sidoarjo Kota untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Zak/Waw
Editor : Redaksi