Empati Kasat Banser Krian Borong Tahu Tek Terjebak Dalam Pos Penyekatan PPKM Darurat Simpang Lima Krian

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
BORONG - Kasatkoryon Banser Krian, Fitrul Rosyidin saat memborong Tahu Tek milik Gunawan karena terjebak di dalam pos Penyekatan PPKM Darurat di Krian, Rabu (07/07/2021) malam.
BORONG - Kasatkoryon Banser Krian, Fitrul Rosyidin saat memborong Tahu Tek milik Gunawan karena terjebak di dalam pos Penyekatan PPKM Darurat di Krian, Rabu (07/07/2021) malam.

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Ada pemandangan berbeda saat kegiatan pos penyekatan PPKM Darurat di simpang lima arah Krian, yang ada di JL Raya Imam Bonjol, Krian, Sidoarjo. Salah satunya, personil Barisan Serba Guna (Banser) Krian yang dimintai bantuan petugas gabungan dari Polsek Krian untuk kegiatan itu.

Di sela-sela menjaga pos melihat pedagang kaki lima yang berjualan Tahu Tek terlihat duduk di kursi samping rombong dagangannya sepi pembeli karena akses jalan ditutup sementara mulai pukul 20.00 sampai 04.00 WIB.

Kondisi ini dialami, Gunawan penjual Tahu Tek yang biasa mangkal di tepi ruas JL Raya Imam Bonjol, Krian. Dia tidak menyangka dagangannya bakal diborong habis Fitrul Rosyidin yang tak lain anggota personil Banser Krian saat terjebak di dalam pos penyekatan PPKM Darurat wilayah Krian itu.

Gunawan adalah satu diantara puluhan pedagang kaki lima yang terkurung di sepanjang JL Raya Imam Bonjol mulai depan Klenteng Teng Swie Bio sampai depan Bank BRI karena kegiatan penyekatan PPKM darurat itu. Sejak pukul 20.00 WIB petugas gabungan Polsek, Koramil Krian dan Satpol PP dibantu ormas lainnya tengah sibuk mengatur lalu lalang bagi pengguna jalan yang melewati akses jalan itu untuk putar balik melewati arah lain.

Konon salah satu fungsi dari pos penyekatan PPKM darurat ini salah satunya untuk mengurangi mobilitas di tengah situasi pandemi Covid-19 di Sidoarjo. Apalagi, angka lonjakan terpapar sangat tinggi. Hal itu, untuk mencegah dan memutus mata rantai virus mematikan yang berasal dari Wuhan Cina ini.

Bujang lapuk ini tak malu untuk berjualan Tahu Tek bersama teman-teman lainnya. Tapi apa daya malam itu terkena pos penyekatan PPKM darurat sehingga antara pukul 20.00-00.40 WIB dia hanya bisa meratapi nasibnya sepi pembeli. Terlihat hanya ada satu petugas gabungan yang membeli dagangannya.

"Saya tidak tahu kalau jalan ini akan ada pos penyekatan PPKM darurat," ujar Gunawan, Rabu (07/07/2021) malam.

Bagi Gunawan dan pedagang kaki lima lainnya yang berada di emperan ruas jalan sepanjang ruko ini antara pukul 20.00 sampai 00.00 WIB dengan kata lain 5 jam menunggu di dalam pos penyekatan PPKM darurat ini sangat berarti. Karena pengguna jalan raya tidak bisa melewati akses ini. Ia hanya mengandalkan pembeli dari para pengguna jalan. Harap-harap cemas menanti karena barang dagangannya sebagian cepat basi.

"Saya membuka lapak habis Maghrib sekitar pukul 18.00 WIB. Tapi beneran saya tidak mengetahui saat ada pos penyekatan PPKM darurat," akunya.

Sekitar pukul 22.30 WIB salah satu anggota personil Banser Krian yang lagi dimintai bantuan ngepam di Pos Penyekatan PPKM darurat ini memborong habis Tahu Tek milik pria 22 tahun ini.

"Mas, Tahu Tek-nya ada berapa bungkus kira-kira," ujar Fitrul Rosyidin yang tak lain Kasatkoryon Banser Krian.

"Ada komandan 25 bungkus tahu tek, pakai telur ceplok?," sahut Gunawan.

"Ok mas tak beli semua," timpal Fitrul.

Dengan sigap pria 26 tahun ini merogoh koceknya dalam dompet sejumlah uang sebesar Rp 250.000. Sembari menunggu Tahu Tek selesai dimasak dan dibungkus. Fitrul menuturkan memberi apresiasi kepada anggotanya yang mungkin dari sore hari belum makan makanya berinisiatif memberikan makan itu.

"Karena saya melihat kasihan kepada para pedagang karena sejak sore sepi pembeli tapi akses jalan sudah ditutup," paparnya.

Pihaknya mengakui membeli 25 porsi Tahu Tek untuk anggota banser Krian. Hal itu agar anggotanya bisa makan seusai kegiatan dan sisanya bisa dibawa pulang untuk keluarganya. Apalagi, di tengah kondisi seperti ini, anggota Banser juga perlu menjaga kondisi tubuh agar selalu fit dan sehat.

"Itu tadi mumpung ada sedikit rejeki. Sudah biasa saya sama anggota seperti itu membelikan makanan, minuman atau rokok," tegasnya.

Pihaknya juga berharap selama PPKM darurat ini diberlakukan sampai 20 Juli 2021 pandemi Covid-19 bisa segera berakhir. Karena banyak sektor ekonomi yang terdampak dengan situasi saat ini. Selain itu, dirinya menghimbau kepada anggota Banser agar selalu menerapkan dan menjalankan protkes diantaranya memakai masker, menjauhi kerumunan dan mencuci tangan.

Penjual Tahu Tek, Gunawan mengaku tidak tahu ada pos penyekatan PPKM darurat. Pria asal Desa Dawarblandong Mojokerto ini menceritakan ditengah situasi pandemi saat ini berbeda dari sebelumnya.

"Alhamdulillah, senang rasanya tahu tek saya diborong habis sama komandan Banser Krian. Saya buka mulai habis Maghrib dan tutup jam tiga malam. Kalau tidak diborong dagangan saya tidak laku dijual," pungkasnya. Zak/Waw

Berita Terbaru

Bawa Suara dari Masa Depan, Alumni MINU KH Mukmin Titip Harapan ke Bupati Subandi Soal Jalan dan Pendidikan

Bawa Suara dari Masa Depan, Alumni MINU KH Mukmin Titip Harapan ke Bupati Subandi Soal Jalan dan Pendidikan

Kamis, 18 Jun 2026 09:35 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 09:35 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Suasana ruang kerja Bupati Sidoarjo, Subandi pada Rabu (17/06/2026) terasa berbeda dari biasanya. Jika ruangan itu, kerap…

Gebrakan KDMP di Sidoarjo, Bupati Subandi Gerakkan Kades dan BPD Cetak Rekor Desa Mandiri Pangan Nasional

Gebrakan KDMP di Sidoarjo, Bupati Subandi Gerakkan Kades dan BPD Cetak Rekor Desa Mandiri Pangan Nasional

Rabu, 17 Jun 2026 19:19 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 19:19 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemerintah Kabupaten (PemKab) Sidoarjo bergerak cepat mengamankan dan menyukseskan program strategis nasional. Bupati Sidoarjo,…

Gugatan Pembongkaran Tembok Mutiara Regency, Kesaksian 2 Warga di Persidangan Sudutkan Posisi Bupati Sidoarjo

Gugatan Pembongkaran Tembok Mutiara Regency, Kesaksian 2 Warga di Persidangan Sudutkan Posisi Bupati Sidoarjo

Rabu, 17 Jun 2026 18:25 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 18:25 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Babak baru persidangan gugatan warga Perumahan Mutiara Regency melawan Bupati Sidoarjo di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN)…

Redam Lonjakan Harga Pokok, Ribuan Warga 3 Desa di Gedangan Terima Bantuan Beras dan Minyak Goreng

Redam Lonjakan Harga Pokok, Ribuan Warga 3 Desa di Gedangan Terima Bantuan Beras dan Minyak Goreng

Rabu, 17 Jun 2026 15:03 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 15:03 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Langkah nyata untuk meringankan beban ekonomi masyarakat terus digulirkan di Kabupaten Sidoarjo. Ketua Tim Penggerak (TP) PKK…

Genjot Transparansi Pajak Tidak Bocor, Pemkab Sidoarjo Pasang 361 Alat Perekam Transaksi Digital di Berbagai Usaha

Genjot Transparansi Pajak Tidak Bocor, Pemkab Sidoarjo Pasang 361 Alat Perekam Transaksi Digital di Berbagai Usaha

Rabu, 17 Jun 2026 14:24 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 14:24 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus menancapkan gas dalam melakukan digitalisasi tata kelola keuangan daerah. Langkah…

Tatap Masa Depan, PKB Sidoarjo Bidik Gen Z Sekaligus Perkuat dan Dongkrak Akar Rumput NU

Tatap Masa Depan, PKB Sidoarjo Bidik Gen Z Sekaligus Perkuat dan Dongkrak Akar Rumput NU

Rabu, 17 Jun 2026 09:52 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 09:52 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Estafet kepemimpinan DPC PKB Kabupaten Sidoarjo di bawah komando H Rizza Ali Faizin, M PdI langsung bergerak cepat merajut…