Sidoarjo (republikjatim.com) - Strategi pemulihan ekonomi serta sebagai upaya menggenjot nilai investasi di Sidoarjo Tahun 2021, Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) membuka kran komunikasi dengan para pengusaha di Sidoarjo. Karena itu, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) sebagai leading sektor investasi dan perizinan diminta Gus Muhdlor membuat agenda Coffe Morning rutin setiap tiga bulan sekali untuk berkomunikasi dengan para pengusaha itu.
Selain target menaikkan investasi, Coffee Morning diharapkan mampu membuka kanal komunikasi non formal antara pengusaha dan Bupati Sidoarjo. Dengan cara ini, Gus Muhdlor berharap permasalahan tentang pengurangan karyawan atau Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan potensi pengusaha memindahkan pabriknya bisa dicegah dan diantisipasi sejak dini.
"Perkembangan investasi di Sidoarjo pada tri wulan I Tahun 2021, DPMPTSP mencatat investasi yang masuk diangka Rp 3 triliun lebih. Sedangkan target Tahun 2021, DPMPTSP mematok Rp 9 triliun. Target itu, bersifat sementara," ujar Kepala DPMPTSP Pemkab Sidoarjo, Ari Suryono kepada republikjatim.com, Kamis (08/04/2021) usai acara Coffee Morning.
Ari yang juga mantan Kabag Umum Pemkab Sidoarjo ini menjelaskan, target Rp 9 triliun nilai investasi ini bisa berubah dengan melihat perkembangan setelah dievaluasi dalam kurun waktu tiga bulan ke depan. Namun, pihaknya memastikan potensi tempat berinvestasi di Sidoarjo masih terbuka lebar.
"Misalnya di kawasan baru di Kecamatan Jabon. Area dengan luas mencapai seribuan hektar itu saat ini tengah ditawarkan DPMPTSP ke para investor. Kawasan industri Jabon lokasinya dekat dengan akses tol Pasuruan. Itu akan memudahkan transportasi industri. Selain di Jabon ada lagi kawasan industri dekat kota, tepatnya di JL Lingkar Timur. Lokasi ini juga sangat strategis dipakai usaha," ungkapnya.
Sementara dalam acara Coffee Morning itu, kebanyakan yang diminta para investor adalah proses izin yang mudah. Di hadapan puluhan pengusaha, Gus Muhdlor menjamin urusan perizinan di Sidoarjo tidak ada yang sulit dan dijamin dimudahkan bagi investor. Keluhan lainnya, perbaikan infrastruktur jalan raya yang sering rusak berat juga bakal segera diperbaiki dengan peningkatan jalan beton.
"Urusan perizinan seratus persen kita jamin kemudahannya. Produktivitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Sidoarjo sudah terbukti tinggi. Itu sebanding dengan nilai Upah Minimum Kabupaten (UMK)," tegasnya.
Sedangkan menanggapi keluhan jalan rusak, Gus Muhdlor memastikan perbaikan infastruktur jalan raya yang rusak berat, terutama di kawasan industri mulai tahun ini secara bertahap akan dirabat beton.
"Saya mohon sabar sebentar. Karena jalan di Sidoarjo ini akan dibeton semua. Terutama di kawasan industri yang sering rusak. Kalau diperbaiki dengan aspal hanya bertahan paling lama dua bulan. Jadi tahun ini sudah mulai proses pengerjaannya," jelas Alumnus Fisip Unair Surabaya ini.
Gus Muhdlor berharap terjalinnya hubungan yang baik dengan pengusaha ini mampu mendongkrak nilai investasi. Bahkan akhirnya akan membuka ribuan lapangan kerja baru bagi warga Sidoarjo.
"Dengan naiknya nilai investasi yang masuk ke Sidoarjo otomatis akan membuka peluang kerja baru. Karena itu, pentingnya membuka ruang komunikasi non formal dengan para pengusaha ini," tandasnya.
Coffee Morning yang baru pertama digelar ini dihadiri puluhan pengusaha. Mulai dari PT Kapal Api, PT Sekar Laut Group dan pengusaha kawasan Industri di Sidoarjo, termasuk industri kawasan Jabon. Sedangkan dari BUMN yang mengikuti coffee morning ada PT Jasa Marga dan PT Angkasa Pura. Hel/Waw
Editor : Redaksi