Sidoarjo (republikjatim.com) - Sejumlah anggota dan pimpinan Komisi C DPRD Sidoarjo mendesak Bupati Sidoarjo baru segera merombak tatanan pejabat birokrasi di lingkungan Pemkab Sidoarjo. Ini menyusul, banjir di wilayah Sidoarjo selama 3 hari terakhir semakin meluas. Bahkan Sidoarjo dikepung banjir lantaran sejumlah desa dan kecamatan merata tergenang air banjir.
Desakan itu, salah satunya disampaikan Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo, Suyarno. Politisi PDIP ini menyayangkan kondisi banjir yang menggenangi sejumlah ruas jalan raya dan perumahan wilayah Sidoarjo tiga hari terakhir.
"Masalah langganan banjir ini sudah seperti benang kusut yang sukar ditemukan ujung pangkalnya. Karena memang sudah sering terjadi banjir seperti langganan setiap musim hujan," ujar Suyarno, Rabu (17/02/2021).
Selain itu, Ketua Fraksi PDIP DPRD Sidoarjo ini sangat berharap, terutama kepada Bupati Sidoarjo baru mampu memberikan solusi perubahan signifikan. Terutama soal solusi penanganan permasalahan banjir yang sudah menjadi persoalan klasik di Kota Delta ini.
"Karena kami menilai salah satu sulusinya dengan merombak tatanan orang-orang yang menjabat di birokrasi. Bupati Sidoarjo yang baru, harus bisa memilih orang-orang profesional dan kredibel di bidangnya masing-masing agar banjir mampu teratasi," ungkapnya.
Bagi Suyarno, kemampuan dan kredibilitas yang dimiliki pejabat birokrasu itu mampu memberi solusi terbaik dan bergerak cepat mengurai semua masalah di Sidoarjo. Termasuk di dalamnya masalah langganan banjir itu.
"Bupati baru harus bisa mengakomodir kepentingan masyarakat. Paling tidak masyafakat bisa merasakan dan menikmati pembangunan dan perbaikan pelayanan di Sidoarjo," tegasnya.
Karena itu, lanjut politisi PDIP Dapil IV ini berencana dalam waktu dekat Komisi C DPRD Sidoarjo bakal segera melaksanakan hearing dengan sejumlah dinas terkait untuk mengatasi masalah banjir itu. Hal itu untuk menyoroti dan memastikan sejumlah langkah taktis soal penanggulangan dan penanganan banjir di Sidoarjo.
"Kalau misalnya hasil hearing kepala dinas atau kepala bidangnya tak mampu menyampaikan solusi konkrit maka bisa dijadikan acuan perombakan birokrasi. Makanya ditunggu saja rencana kerja (Renja) itu," pintahnya.
Sementara Kabid Irigasi dan Pematusan, Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU BMSDA) Pemkab Sidoarjo, Shanty Wahyu Anggraini menilai jika hujan merata dengan intensitas tinggi menjadi salah satu sebab utama banjir di sejumlah wilayah di Sidoarjo. Apalagi, hujan melanda Sidoarjo mulai Minggu sore merata hingga Rabu dini hari.
"Masalah lainnya, karena dinas mengalami masalah teknis tersendiri. Sejumlah Afvour daya tampungnya penuh. Akibatnya, tidak bisa menampung air hujan. Ini membuat air menggenangi sejumlah pemukiman warga. Langkah penanggulangan kami dengan mengoptimalkan pompa di sejumlah titik banjir yang beroprasi 24 jam dikurangi waktu istirahat saja," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi