Sidoarjo (republikjatim.com) - Upaya Pemkab Sidoarjo dalam pengembangan Wisata Bahari Tlocor dengan destinasi Pulau Lumpur Sidoarjo (Lusi) dan pulau Sarinah ditindaklanjuti Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono. Tindaklanjut itu, dengan mengundang Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Pemerintah Provinsi Jatim dan beberapa pihak terkait termasuk Camat Jabon, Kepala Desa Kedungpandan Jabon dan Pengelola Bumdes Kedungpangan. Rencananya, rapat diagendakan Rabu 4 November 2020.
Pengelolaan Wisata Bahari Tlocor dan Pulau Lusi dilakukan dengan swadaya masyarakat sejak Tahun 2019. Lewat Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), omzetnya mencapai Rp 300 juta dalam sebulan. Ada 3 perahu boat dan 4 bis air yang disediakan Pokdarwis untuk mengangkut wisatawan yang ingin berkunjung ke Pulau Lusi.
"Setiap hari libur empat perahu bisa mengantar wisatawan sampai 24 kali ke Pulau Lusi. Satu orang tarifnya Rp 25.000, untuk anak-anak Rp 15.000. Perjalanan dari Dermaga ke pulau Lusi sekitar 30 menit," ujar Humas Pokdarwis, Supari kepada republikjatim.com, Minggu (01/11/2020).
Selain mengelola perahu, Pokdawis juga mengelola warung makan dan home stay untuk wisatawan yang ingin bermalam. Ada 16 kamar yang tersedia. Tarifnya hanya Rp 250.000 per malam dilengkapi AC dan air panas.
"Dalam waktu dekat, Pokdarwis akan membangun Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Karena mayoritas warga sekitar Tlocor mata pencahariannya nelayan," ungkapnya.
Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono dengan naik perahu boat ditemani Pokdarwis berkunjung ke Pulau Lusi. Selain Hudiyono, terdapat anggota DPR RI Komisi X, Rahmat Muhajirin, Wakil Ketua DPRD Sidoarjo Kayan, Wakil Ketua Komisi D, Zahlul Yussar dan anggota DPRD Sidoarjo, Mimik Idayana.
Dari hasil kunjungan, Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono melihat banyak potensi yang bisa dikembangkan di Pulau Lusi. Ada empat poin usulan yang dicatat Cak Hud sapaan akrab Hudiyono. Pertama pembangunan aliran listrik ke Pulau Lusi, Pengerukan Sungai Tlocor menuju Pulau Lusi, Pelebaran Akses Jalan mulai dari JL Raya Porong sampai dengan Dermaga Tlocor serta pembangunan sekolah perikanan di tengah Pulau Lusi.
"Termasuk sarana dan prasarana di dalam Pulau Lusi masih minim fasilitas. Banyak fasilitas yang masih belum dilengkapi. Kami dorong segera dikembangkan. Dalam waktu dekat Pemkab Sidoarjo akan mengundang KKP, Pemprov Jatim dan stake holder untuk membahas pengembangan Wisata Tlocor. Karena Pulau Lusi masih kewenangan pemerintah pusat (KKP)," tegas Cak Hud.
Niat Cak Hud mengumpulkan para stake holder mendapat respon positif dan dukungan dari anggota DPR RI Rahmat Muhajirin serta Wakil Ketua DPRD Kayan dan Waki Ketua Komisi D Zahlul Yussar. Selain pengembangan Pulau Lusi, Pemkab Sidoarjo juga memikirkan pengembangan Pulau Sarinah.
"Karena Pulau Sarinah ini masuk dalam kewenangan Pemkab Sidoarjo, berbeda dengan Pulau Lusi yang masih masuk kewenangan KKP," pungkasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi