Sidoarjo (republikjatim.com) - Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono dan M Taufiqulbar (BHS - Taufiq) bakal membantu dan mendampingi industri pembuatan antena yang ada di Desa Kalisampurno, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. Ini menyusul, usaha yang sudah dirintis sebagai usaha turun temurun lebih dari 20 tahun silam ini, omzetnya menurun drastis hingga 70 persen.
Penurunan itu, lantaran permintaan pasar diluar pulau mengalami penurunan drastis. Bahkan terhenti sejak beberapa bulan terakhir.
"Industri pembuatan antena ini sangat bermanfaat untuk masyarakat. Industri informasi dan penerangan publik ini sangat vital dan harus dilindunugi. Kami akan membantu dan mendampingi di masa kesulitan ini. Apalagi sejak pandemi omzetnya menurun 70 persen dari waktu normal sebelumnya," ujar Cabup BHS kepada republikjatim.com, Sabtu (31/10/2020).
Bagi BHS yang juga mantan anggota DPR RI ini, saat masa kesulitan operasional maka pinjaman modal di perbankan belum bisa dikembalikan. Karena itu, Cabup yang diusung 5 partai ini bakal mengajak pemilik usaha produksi antena itu untuk menemui manajemen bank dan membuat reschedulling dalam pembayaran bunga maupun angsurannya.
"Kalau tidak bisa, kami harap bunganya saja bisa. Karena harusnya program pusat ini secara otomatis bukan menunggu pemohon mengajukan reschedulling. Apalagi, semua perbankan diberi subsidi dan pengunduran bunga. Itu anggarannya sudah digelontorkan pemerintah pusat untuk melindungi para pelaku UMKM dan IKM selama pandemi Covid-19," imbuh Alumnus ITS Surabaya ini.
Begitu juga soal perpanjang izin Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dan berbagai jenis perizinan lainnya. Pihaknya juga bakal membantu menyelesaikannya. Apalagi, saat BHS diamanahi menjadi bupati, maka semua jenis perizinan bakal diselesaikan dengan cepat.
"Untuk pemasaran tidak ada kesulitan. Pemasaran bisa ke wilayah Gerbang Kertasusila. Mulai Surabaya, Pasuruan, Gresik dan Mojokerto. Bahkan sudah berkembang pemasaran keluar pulau Jawa. Saya pun bisa membantu transportasinya ke Kalimantan, Sulawesi maupun lainnya. Kami juga akan membantu pemasaran offline dan onlinenya karena itu menjadi tugas pemerintah daerah," tegas Cabup Sidoarjo nomor urut 1 ini.
Sementara pemilik usaha produksi antena, Bagus Ariyanto mengaku usahanya sudah berjalan lebih dari 20 tahun. Saat ini jumlah karyawannya sudah mencapai 53 orang. Namun sejak pandemi banyak yang dikerjakan di rumah dengan sistem borongan.
"Penurunan omzet selama pandemi Covid-19 sampai 70 persen. Padahal, pemasarannya sudah menembus pasar Sidoarjo, Surabaya, Jateng, Jabar, Jakarta, Bali, Lampung dan Makassar. Sejak pandemi onder besar diluar Jawa terhenti karena stoknya masih banyak. Sekarang hanya melayani Sidoarjo, Surabaya dan Malang," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi