Bulan Bahasa di Smamita Diramaikan dengan 10 Perlombaan

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
BULAN BAHASA - Dalam memperingati Bulan Bahasa dan Sastra, SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) menggelar Festival Bulan Bahasa dengan melombakan 10 perlombaan, Selasa (27/10/2020).
BULAN BAHASA - Dalam memperingati Bulan Bahasa dan Sastra, SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) menggelar Festival Bulan Bahasa dengan melombakan 10 perlombaan, Selasa (27/10/2020).

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Dalam memperingati Bulan Bahasa dan Sastra, SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) menggelar Festival Bulan Bahasa. Acara Bulan Bahasa kali ini diramaikan 10 perlombaan. Diantaranya lomba cipta dan baca puisi, cipta cerpen, desain karakter, desain poster, menyanyi dalam berbagai bahasa, peragaan busana adat, masakan nusantara, kaligrafi arab, berbalas pantun dan story telling. Perlombaan dilaksanakan melalui secara online, Selasa (27/11/2020).

"Media online dapat diakses melalui YouTube Channel SMAM1TA TV. Channel ini menampilkan kegiatan Festival Bulan Bahasa yang dapat disaksikan warga smamita dan umum," ujar Wakil Kepala Smamita, Edwin Yogi Laayrananta kepada republikjatim.com, Selasa (27/10/2020).

Bagi Edwin, acara ini menjadi sesuatu yang sangat luar biasa. Bahkan menjadi kebanggaan. Pihaknya merasa bersyukur atas apa yang dilimpahkan Allah SWT. Apalagi, senantiasa mampu mendidik anak dengan luar biasa.

"Berkat support dari wali siswa untuk anak-anaknya, di masa pandemi meski keterbatasan untuk bisa hadir bertatap muka di Smamita, tapi semua bisa melihat, merasakan dan bahkan melakukan sesuatu yang menjadi luar biasa. Kami berharap semua untuk tetap meningkatkan kemampuan untuk berprestasi dan mengembangkan sesuatu," tegasnya.

Berdasarkan pantauan, Festival Bulan Bahasa berlangsung meriah. Meski terhalang pandemi. Hal ini tidak menyurutkan semangat siswa-siswi Smamita untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Dalam lomba pantun diikuti Diera Nadda dan Efin Nurhabibah kelas 10 IPA 4. Mereka sangat bersemangat dalam lomba meski sedikit grogi dan kesusahan membalas pantun lawan. Tak hanya bersemangat, siswa-siswi Smamita memiliki kreativitas yang bervariasi. Hal itu terbukti dalam lomba kaligrafi Arab. Banyak peserta menuangkan ide dengan tema berbeda-beda. Salah satu peserta ada yang menggunakan tema tiga dimensi (3D) yakni Satrio Wicaksono siswa kelas 11 IPA 3.

"Saya memilih tema tiga dimensi karena saya ini anti mainstream. Karena peserta yang lain lebih banyak mewarnai kaligrafi. Saya mendapat ide kaligrafi ini dari ayat-ayat Al-Quran," ungkapnya.

Lomba lain yang tak kalah seru, lomba penyajian masak. Masakan berbagai daerah Indonesia disajikan siswa-siswi Smamita dengan hiasan yang unik dan rapi. Mereka semua berhasil menyajikan masakan Indonesia dengan ciri khas masing-masing. Hal ini, seperti yang dikatakan Andriantika dan Charina Adinda siswa Kelas 11 IPA 4. Mereka mempersiapkan lomba ini sekitar lima hari. Berbagai kesulitan juga mereka alami.

"Kami sudah mencoba belajar masaknya kurang lebih lima hari. Lihat dari YouTube. Kesulitannya waktu mengolah ketan. Itu sampai mengulang berkali-kali. Tapi, kami puas dengan hasilnya," jelas Charina Adinda.

Sementara dalam perayaan ini tidak lupa pihak Smamita selalu menerapkan dan menghimbau siswa-siswi untuk menerapkan protokol kesehatan. Dengan adanya Festival Bulan Bahasa, diharapkan seluruh warga Smamita dapat memperingati Bulan Bahasa dengan kegiatan-kegiatan yang positif serta kegiatan yang mengembangkan potensinya. Hel/Waw

Berita Terbaru

Siswa SMA Al Muslim Syukuri Kelulusan dengan Praktek Beri Bermanfaat, Bagi Pengalaman ke Adik Kelas dan Lainnya

Siswa SMA Al Muslim Syukuri Kelulusan dengan Praktek Beri Bermanfaat, Bagi Pengalaman ke Adik Kelas dan Lainnya

Senin, 04 Mei 2026 22:10 WIB

Senin, 04 Mei 2026 22:10 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - SMA Al Muslim Jawa Timur menghadirkan konsep kelulusan yang berbeda dan penuh nilai bermakna melalui kegiatan GraduAction 2026,…

Siapkan Skema Rp 209,5 Miliar, Bupati Kepala BPBD dan Dinas PUBM SDA Lobi BNPB Tangani Banjir Tahunan di Sidoarjo

Siapkan Skema Rp 209,5 Miliar, Bupati Kepala BPBD dan Dinas PUBM SDA Lobi BNPB Tangani Banjir Tahunan di Sidoarjo

Senin, 04 Mei 2026 21:33 WIB

Senin, 04 Mei 2026 21:33 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus mengoptimalkan penanganan banjir tahunan yang kerap melanda sejumlah wilayah.…

Lawan Candu Ponsel, Wabup Sidoarjo Dorong Kampung Lali Gadget Hadir di 18 Kecamatan di Kota Delta

Lawan Candu Ponsel, Wabup Sidoarjo Dorong Kampung Lali Gadget Hadir di 18 Kecamatan di Kota Delta

Senin, 04 Mei 2026 14:47 WIB

Senin, 04 Mei 2026 14:47 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Di tengah gempuran era digital yang membuat anak-anak terpaku pada layar ponsel, sebuah oase keceriaan muncul dari sudut Desa…

Polisi Pastikan Kematian Kades Buncitan Sedati Murni Bunuh Diri, Jejak Digital Hand Phone Korban Jadi Bukti Krusial

Polisi Pastikan Kematian Kades Buncitan Sedati Murni Bunuh Diri, Jejak Digital Hand Phone Korban Jadi Bukti Krusial

Senin, 04 Mei 2026 13:55 WIB

Senin, 04 Mei 2026 13:55 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Teka-teki kematian Kepala Desa (Kades) Buncitan, Mujiono yang meninggal di Kantor Balai Desa Buncitan, Kecamatan Sedati,…

Warga Wonoplintahan Prambon Sidoarjo Temukan Mayat Membusuk di Bawah Pohon Pisang

Warga Wonoplintahan Prambon Sidoarjo Temukan Mayat Membusuk di Bawah Pohon Pisang

Minggu, 03 Mei 2026 22:32 WIB

Minggu, 03 Mei 2026 22:32 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Suasana tenang saat kerja bakti warga Dusun Wonogiri, Desa Wonoplintahan, Kecamatan Prambon, Sidoarjo, mendadak berubah menjadi…

Geger! Kades Buncitan Ditemukan Tewas di Kantor Balai Desa dengan Leher Terlilit Tali Biru dalam Posisi Duduk

Geger! Kades Buncitan Ditemukan Tewas di Kantor Balai Desa dengan Leher Terlilit Tali Biru dalam Posisi Duduk

Minggu, 03 Mei 2026 19:31 WIB

Minggu, 03 Mei 2026 19:31 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Warga Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Sidoarjo mendadak gempar Minggu (03/05/2026) sore. Sosok pemimpin desa mereka, Mujiono…