Sidoarjo (republikjatim.com) - Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono termotivasi kinerja Pemprov Jatim. Ini menyusul, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meraih penghargaan sebagai provinsi kinerja tertinggi tentang Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD) Tahun 2019 atas Laporan Penyelengaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 2018 dari Kementerian Dalam Negeri (Mendagri).
"Penghargaan kinerja tertinggi yang diraih Pemprov Jawa Timur menjadi kado spesial karena bertepatan dengan peringatan hari jadi Pemprov Jatim," ujar Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono kepada republikjatim.com, Minggu (11/10/2020).
Menurut Hudiyono, keberhasilan Pemprov Jatim menjadi motivasi bagi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang diamanahkan Gubernur Jatim sebagai Pj Bupati Sidoarjo. Mulai dari penanganan Covid-19 hingga mengawal pelaksanaan program kerja yang sudah dirancang.
"Saya sudah memiliki rencana strategis dalam mengawal pembangunan di Sidoarjo. Program kerja yang dirancang Pemkab Sidoarjo sudah bagus. Karena itu diperlukan sering-sering turun ke lapangan dan mengecek langsung. Mulai pelayanan kepada masyarakat hingga perbaikan tempat publik harus tahu sendiri. Saya tidak mau hanya mendapat laporan saja," imbuhnya.
Bagi Hudiyono yang paling penting adalah masyarakat bisa terlayani dengan baik. Menurutnya, sekecil apa pun keluhan masyarakat harus mendapat jawaban dan respon cepat dari dinas terkait.
"Perkembangan Covid-19 di Sidoarjo saat ini sudah masuk zona orange dengan tingkat rate transmission 1,8 persen. Saya juga tengah menyiapkan sejumlah langkah untuk menekan penyebaran sampai dibawah 1 persen hingga mempersiapkan menuju zona kuning," tegasnya.
Sementara upaya menekan Covid-19 itu, kata Hudiyono diantaranya memastikan protokol kesehatan di lingkungan sekolah. Saat ini disiapkan sejumlah langkah untuk sekolah tatap muka. Jika nanti Sidoarjo berubah jadi zona kuning sekolah-sekolah sudah siap menyelenggarakan belajar tatap muka itu.
"Saya mendapat banyak laporan dari orang tua atau wali murid yang menginginkan untuk segera diberlakukan sekolah tatap muka. Tapi, melihat kondisi Sidoarjo saat ini, masih belum memungkinkan," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi