Sidoarjo (republikjatim.com) - Bakal Calon Bupati (Bacabup) Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono (BHS) bakal menjadi Pasar Tarik, Kecamatan Tarik, Sidoarjo menjadi pasar yang mengantongi Standar Nasional Indonesia (SNI). Selain itu, juga bakal menghidupkan dan menumbuhkan perekonomian kerakyatan dengan menjadikan Pasar Tarik menjadi pasar dengan jumlah pedagang dan konsumen 10 kali lebih besar dari sekarang.
Hal ini, lantaran selama ini selain Pasar Tarik lahannya sangat minim, juga jumlah pedagangnya minim. Yakni ada sekitar 61 pedagang yang menempati kioa dan los. Padahal, pasar ini termasuk pasar tingkat kecamatan seperti Pasar Krian, Taman dan Pasar Larangan.
"Kita ingin menumbuhkan ekonomi kerakyatan di sektor pasar. Lahan dan pedagang pasar ini ada 61 orang. Itu berarti pasar masih terbatas perputaran keuangannya. Kalau saya diamanahi menjadi bupati, saya akan mengecek lahan disini yang sangat strategis untuk relokasi pasar tingkat kecamatan ini. Minuman nanti bisa menampung 500 sampai 1.000 pedagang," ujar BHS usai berdialog dengan pengelola, pedagang dan konsumen Pasar Tarik, Kamis (30/07/2020).
Pasar baru relokasi nanti, kata mantan Anggota DPR RI Teraspiratif Tahun 2019 ini, harus bisa dimanfaatkan masyarakat secara maksimal. Bahkan masyarakat bisa menempuh akses ke pasar relokasi itu. Pasar baru Tarik itu, juga akan didesain mampu menampung transportasi publik. Hal ini sejalan dengan program konektifitas angkutan semi massal (bemo) sampai ke tingkat kecamatan.
"Agar ibu-ibu saat belanja tidak perlu naik motor atau diantar bapak-bapak untuk bisa menuju pasar. Termasuk pasar kalau sudah direlokasi akan dijadikan Pasar SNI seperti Pasar Wadungasri (Waru), Taman, Krian, Sukodono, Larangan (Candi) dan Pasar Gedangan. Tujuannya konsumen betul-betul dijamin kenyamanan, keselamatan dan keamanannya. Itu harus direalisasikan," ungkapnya.
Bagi Alumnus ITS Surabaya ini, Pasar Tarik adalah Pasar Kecamatan. Karena itu, harus mampu melayani kebutuhan warga dari 20 desa yang ada di Kecamatan Tarik. Selain itu, bangunan pasar harus memadai dan cukup untuk melayani konsumen dari puluhan desa di sekitarnya itu.
"Walaupun sekarang masing-masing desa ada pasar desa. Tapi pasar (Tarik) ini harus menjadi ujung tombak pasar di tingkatan kecamatan. Karena pasar ini sangat strategis yakni ada di pinggir jalan raya. Masalahnya lahannya terlalu kecil. Sehingga kurang maksinal dalam penampungan pedagang," tegas Bacabup Sidoarjo resmi mendapat rekomendasi Partai Gerindra ini.
Sementara itu, Kepala Pasar Tarik, Mohammad Isirwan mengaku sangat mendukung konsep BHS merelokasi Pasar Tarik di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Tarik yang sudah mangkrak bertahun-tahun itu. Alasannya, selain lahannya lebih luas dari pasar sekarang ini, lokasinya juga dianggap sangat strategis. Yakni ada di pinggir jalan lalu lintas menuju Balongbendo, Krian dan Mojokerto.
"Konsepnya sangat bagus sekali. Kalau pasar dipindahkan ke sana (RPH Tarik) pasti akan lebih ramai. Kami juga siap menampung pedagang dari 61 orang menjadi minimal 500 orang pedagang di pasar baru yang disiapkan dengan konsep Pasar Ber-SNI itu," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi