Sidoarjo (republikjatim.com) - Menjelang suksesi kepemimpinan DPC PKB Kabupaten Sidoarjo masa bakti 2026–2031, angin segar perubahan mulai berembus kencang. Dalam agenda pemetaan calon sementara yang dilakukan oleh tim penataan struktur PKB Jawa Timur, sosok H Rizza Ali Faizin M Pd I muncul sebagai kandidat kuat yang merepresentasikan semangat regenerasi partai sekaligus perwakilan kaum muda.
Nama Gus Rizza bukan sekadar penghias bursa calon. Anggota Fraksi PKB yang kini menjabat sebagai Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo ini dinilai sebagai paket lengkap. Selain memiliki basis massa yang riil, pengalaman organisasi yang matang serta posisi strategis di pemerintahan.
Keunggulan utama Guz Rizza terletak pada legitimasinya di mata konstituen. Pada Pemilu Legislatif terakhir atau Tahun 2024 kemarin, Rizza berhasil mengukuhkan diri sebagai peraih suara terbanyak diantara seluruh caleg PKB di Kabupaten Sidoarjo. Prestasi ini menjadi sinyal Rizza memiliki daya pikat elektoral yang kuat di akar rumput.
Selain moncer di legislatif, karier organisasi Gus Rizza tergolong sangat mumpuni. Ia merupakan kader tulen yang tumbuh dari rahim organisasi Nahdlatul Ulama (NU) dengan rekam jejak diantaranya mantan Ketua IPNU Sidoarjo, mantan Ketua GP Ansor Sidoarjo (Dua Periode) dan kini menjabatKasatkorwil Banser Jawa Timur.
"Kehadiran figur muda seperti Rizza mencerminkan komitmen PKB untuk terus adaptif. Rizza bukan hanya simbol pemuda saja. Tetapi, dia masuk praktisi yang sudah teruji di lapangan, baik secara politik maupun manajerial organisasi," ujar salah satu sumber internal dalam proses pemetaan di Muscab DPC PKB Sidoarjo di Fave Hotel, Sabtu (04/04/2026) malam.
Munculnya nama Gus Rizza juga disebut-sebut mendapat perhatian khusus dari level pimpinan pusat. Namanya, bahkan sempat disinggung beberapa kali oleh Sekjen DPP PKB, Hasanudin Wahid yang mengisyaratkan partai (PKB) membutuhkan energi baru untuk menghadapi tantangan politik yang semakin dinamis.
"Sekarang ini, kader dan dewan PKB harus berada di semua lini masyarakat. Upaya ini mengisyaratkan, setiap kader PKB tidak akan kuat tanpa melaksanakan kaderisasi yang maksimal dan matang. Misalnya Cak Nasih dan Rizza harus hadir di tengah masyarakat. Lakukan kerja nyata dan jangan lupakan sapaan hangat kepada warga. Lek iso setiap ketemu warga saat mlaku disopo disek (disapa lebih dahulu)," pinta Hasanudin Wahid saat pembukaan Muscab DPC PKB Sidoarjo semalam.
Langkah PKB Sidoarjo melakukan pemetaan ini dipandang sebagai upaya serius untuk menjembatani pengalaman para senior dengan inovasi generasi muda. Rizza dianggap mampu menjadi titik temu (titik kolaborasi) untuk menjaga soliditas partai sekaligus menarik minat pemilih milenial dan Gen Z yang mendominasi demografi pemilih saat ini.
Saat ini, hasil Muscab PKB Sidoarjo menghasilkan empat nama yang diusulkan ke DPP PKB. Keempat Bakal Calon itu diantaranya H Abdillah Nasih (Ketua DPRD Sidoarjo), H Rizza Ali Faizin (Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo),
H Usman M Kes (Ketua DPRD periode 2019-2024) dan Ibnu Azzar Firdaus (pengurus DPW PKB Jatim). Keempat kader loyalis dan tegak lurus itu, muncul sebagai calon yang menguat.
"Semua kemungkinan masih terbuka. Tapi, kita akan mengikuti arus besar aspirasi yang ada di Sidoarjo dengan tetap mengacu pada hasil uji kelayakan yang objektif bagi setiap calon," pungkas Hasanuddin. Ary/Waw
Editor : Redaksi