Sidoarjo (republikjatim.com) - Layaknya Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), prosesi pemilihan 14 calon Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kedungsolo, Kecamatan Porong, Sidoarjo, digelar panita penyelenggara di Balai Desa setempat, Minggu (23/02/2020).
Selain para calon BPD menduduki kursi masing-masing sesuai keterwakilan wilayah, para pemilih pun disediakan tempat pencoblosan di 8 bilik suara, 4 kotak suara keterwakilan wilayah dan 1 kotak suara keterwakilan perempuan. Kondisi ini, membuat pemilih yang membawa surat panggilan dan ditukar dengan kartu surat suara memadati kantor Balai Desa Kedungsolo.
Ketua Panitia Penyelenggara pemilihan BPD Kedungsolo, Eko Santoso untuk memillih 5 BPD sekakigus menentukan Ketua BPD. Namun, jabatan Ketua BPD sepenuhnya bergantung anggota BPD terpilih. Proses pemilihannya mulai pukul 08.00 WIB dan bakal ditutup 13.00 WIB. Pemlihan melibatkan 9 orang panitia. Rinciannya 6 orang perangkat desa, Linmas 5 orang, Bhabinkamtibas Polsek 1 orang dan Babinsa Koramil 1 orang.
"Selain transparan, prosesi pencoblosan itu memudahkan pihak panitia untuk mengakomodir surat suara. Sehingga tidak terjadi penggelembungan saat penghitungan suara. Kami berharap, calon BPD yang tidak terpilih maupun yang terpilih menerima secara legowo," kata Eko Santoso kepada republikjatim.com, Minggu (23/02/2020).
Eko menguraikan dalam pemilihan ini ada 14 calon anggota BPD. Rinciannya keterwakilan wilayah I, M Solihuddin dan Ahmad Luqman, keterwakilan II, Lia Dwi Pratiwi dan Abdul Mufid, keterwakilan perempuan Siti Napsiah dan Muflikah, keterwakilan wilayah III Fanny Yanuardi, Ana Minkhosyatillah, M Masrur Hidayat, dan M Reza Affandi serta keterwakilan wilayah IV, M Suyanto, Suntoro, Lis Indriati, dan Hadi Suwanto.
"Semua wilayah ada keterwakilannya masing-masing sesuai peraturan terbaru," tegasnya.
Semetara Kepala Desa Kedungsolo, Edy Wahyu Hargono menegaslan pemerintah desa membutuhkan 5 BPD. Sedangkan calon dari masing-masing wilayah Dapil I sampai Dapil IV tingkat RT. Sedangkan jumlah pemilih 1.052 suara dengan jumah cetak kartu suara sebanyak 2.104 lembar.
"Kedepan masing-masing RW ada perwakilan, termasum perwakilan perempuan. Proses pemilihan ini, bertujuan mempermudah, transparansi, kejujuran dan keterbukaan kepada warga. Teknis demokrasi ini harus dapat dimengerti dan dipahami semua pihak," pintahnya.
Edy memaparkan sebelum pemilihan (pencoblosan) Pemenrintah Desa sudah menggelar sosialisasi, penjaringan tingkat RT, RW, Toga dan Tomas. Hal ini sesuai prosedur serta peraturan yang ditetapkan.
"Intinya kami ingin memberi wawasan dan pengetahuan ke masyarakat soal demokrasi yang lebih baik. Kami berharap, BPD terpilih sebagai mitra kerja pemerintah desa. Selain BPD bisa memberi sumbangsi pemikiran juga harus inovatif, punya inovasi, ide serta pemikiran sesuai visi misi bersama membangun desa yang lebih maju dan berkembang", pungkasnya. Yan/Waw
Editor : Redaksi