Sidoarjo (republikjatim.com) - Sebanyak 65 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemkab Sidoarjo golongan II mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS yang digelar Pemerintah Provinsi Jatim. Latsar CPNS angkatan 51 dan 52 ini terdiri dari tenaga kesehatan dan tenaga teknis. Latsar ini dibuka Sekda Sidoarjo, Ahmad Zaini di Kantor BKD Pemkab Sidoarjo, Rabu (22/01/2020).
Acara ini dihadiri Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jatim, Aries Agung Paewai dan Widyaiswara Jatim, Anang Triono.
Sekda Sidoarjo, Ahmad Zaini mengatakan sosok PNS profesional sangat dibutuhkan dalam pembangunan nasional. PNS profesional adalah yang mampu memenuhi standar kompetensi jabatan. Sehingga mampu melaksanakan tugas dan jabatannya secara efektif dan efisien.
"PNS ini pamong atau pembantu. PNS bukanlah seorang bos. PNS pelayan masyarakat. Oleh karenanya, PNS wajib melayani masyarakat. Bukan sebaliknya dilayani masyarakat," katanya.
Selain itu, mantan Kepala Bappeda ini menguraikan saat ini tuntutan pelayanan publik kedepan semakin berat. Ekspektasi masyarakat juga semakin tinggi. Layanan yang cepat, mudah, murah dan transparan menjadi tuntutan masyarakat saat ini. Untuk itu diperlukan metode dan inovasi untuk menjawab semua itu.
"Berbagai inovasi itu diharapkan dapat diciptakan PNS. Sekarang pegawai didorong untuk bekerja secara profesional, transparan serta mengedepankan kepentingan masyarakat dalam setiap penyelenggaraan pemerintah," imbuhnya.
Bahkan Zaini berpesan agar PNS menghindari prilaku menyimpang dalam memberikan pelayanan. Seperti halnya melakukan pungutan liar. Pihaknya mengingatkan agar jangan sampai ada tarif pelayanan diluar ketentuan. Dirinya mewanti-wanti PNS untuk menghindari praktek-praktek Pungli semacam itu.
"Kalau tidak ada regulasi yang resmi, jangan ada tarif-tarif yang mendasari layanan itu. Jangan terlibat permainan yang tidak benar menurut aturan dan hukum," tegasnya.
Kepala BPSDM Provinsi Jatim, Aries Agung Paewai mengungkapkan di Jawa Timur masih banyak CPNS yang belum mengikuti Latsar. Untuk itu para peserta Latsar kali ini wajib bersyukur dapat mengikutinya. Baginya Latsar merupakan prasyarat utama yang harus dilalui CPNS untuk menjadi PNS.
"Kunci utama seorang CPNS adalah kompetensi dan integritas. Kalau itu dipenuhi kami yakin CPNS akan paham dan tahu bagaimana menjadi seorang PNS kedepan. Kedua hal itu menjadi kunci utama menjadi seorang PNS," pintah mantan Kabiro Humas dan Protokol Setdaprov Jatim ini.
Sementara Kepala Badan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Sidoarjo, Ridho Prasetyo menegaskan kegiatan Latsar dilaksanakan selama 51 hari mulai tanggal 22 Januari sampai 18 Maret 2020. Pembelajarannya in class (di dalam kelas) dan out class (di luar kelas). Rinciannya, 21 hari di dalam kelas dan 30 di luar kelas. Selama pembelajaran inclass, peserta Latsar diwajibkan menginap di asrama BKD Sidoarjo. Tenaga pengajar Latsar kali ini berasal dari Widyaiswara Pemprov Jatim serta pejabat struktural Pemkab Sidoarjo dan instruktur SCCD Pemkab Sidoarjo.
"Ada beberapa materi pokok pembelajaran yang diajarkan. Diantaranya dinamika kelompok, wawasan kebangsaan, kesiapsiagaan bela negara, akuntabilitas PNS, nasionalisme serta etika publik dan pembelajaran terkait anti korupsi. Bagi peserta yang dinyatakan lulus akan mendapatkan Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI," tandas mantan Camat Sedati ini. Hel/Waw
Editor : Redaksi