Makan Nasgor dengan Kekasih, Arek Ponorogo Tewas Mendadak di Warung

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
KETERANGAN - Saksi penjual nasi goreng (Nasgor), Wilis Agus Susanto (32) saat dimintai keterangan atas meninggalnya Eko Prasetyo saat di RSU Muhammadiyah, Senin (09/12/2019) malam.
KETERANGAN - Saksi penjual nasi goreng (Nasgor), Wilis Agus Susanto (32) saat dimintai keterangan atas meninggalnya Eko Prasetyo saat di RSU Muhammadiyah, Senin (09/12/2019) malam.

i

Ponorogo (republikjatim.com)- Memang nikmat jika malam hari menikmati menu Nasi Goreng (Nasgor). Namun kejadian di warung Nasgor JL Bhayangkara  Kelurahan Tamanarum, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo menjadi suasana yang mengagetkan warga.

Ini menyusul adanya pelanggan mendadak kejang saat makan Nasgor. Setelah dilarikan ke RSU Muhammadiyah Ponorogo ternyata korban sudah meninggal, Senin (09/12/2019) malam.

"Karena petugas dapat laporan ada kejadian di warung nasi goreng itu, maka langsung ke TKP. Tapi nyawa korban tak dapat diselamatkan," terang Kasubag Humas Polres Ponorogo, Ipda Edi Sucipto kepada republikjatim.com, Selasa (10/12/2019).

Dalam laporan sekitar pukul 19.00 WIB itu, kata Edi anggota Polsek Kota Ponorogi langsung mendatangi TKP orang meninggal di warung Nasgor JL Bhayangkara, Kelurahan Tamanarum, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo itu. Diketahui korban adalah Eko prasetyo (23) warga Dusun Krajan, Desa Wagirkidul, Kecamatan Pulung, Ponorogo.

"Korban meninggal saat makan nasi goreng itu," ungkapnya.

Edi menceritakan awalnya, Senin (09/12/2019) sekitar pukul 18.30 WIB korban bersama teman perempuannya, Tika Dwijayanti (21) warga Dusun Nggobang, Desa Gabel, Kecamatan Kauman, Ponorogo makan nasi goreng. Saat itu, pasangan muda mudi ini sedang makan nasi goreng di warung milik Wilis Agus Susanto (32) warga JL Uler Kambang No 32, Kelurahan Tambakbayan Kecamatan/Kabupaten Ponorogo yang sehari -hari mangkal di JL Bhayangkara itu.

"Saat makan belum selesai, korban tiba-tiba jatuh dan kejang - kejang," paparnya.

Karena melihat korban terjatuh dan kejang-kejang, kata Edi pemilik warung panik langsung berusaha menghubungi Ambulan RSU Muhammadiyah. Kemudian korban bersama teman makannya dibawa ke Rumah Sakit Muhammadiyah menggunakan Ambulan. Sesampainya di rumah sakit setelah diperiksa dokter jaga, dr Yuniar ternyata korban dinyatakan sudah dalam keadaan meninggal dunia.

"Seketika pemilik warung melaporkan ke Polsek Kota Ponorogo untuk proses selanjutnya," urainya.

Sementara berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban sebelumnya sudah menderita sakit thypus. Karena itu, atas kejadian ini pihak keluarga menerima sebagai musibah. Apalagi korban sejak beberapa hari mengalami sakit thypus.

"Hasil pemeriksaan visum luar tidak diketemukan tanda-tanda bekas kekerasan. Ini dikuatkan dengan barang bukti yang ditemukan petugas dari pihak korban. Barang bukti diantaranya sembar Hasil Pemeriksaan Instalasi Laboratorium RSU Muhammadiyah Ponorogo atas nama korban serta 3 jenis obat yakni Paracetamol, Bhiothicol, dan Vitamin B 12," pungkasnya. Mal/Waw

Tag :

Berita Terbaru

Kupas Regulasi Hingga Antropologi, DPD Partai NasDem Sidoarjo Siapkan Kajian Sains Data Pemetaan Dapil Pemilu 2029

Kupas Regulasi Hingga Antropologi, DPD Partai NasDem Sidoarjo Siapkan Kajian Sains Data Pemetaan Dapil Pemilu 2029

Kamis, 03 Sep 2026 21:54 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 21:54 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Penataan Daerah Pemilihan (Dapil) menuju Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 tidak lagi sekadar urusan membagi jumlah penduduk dengan…

Desak Tutup SPPG Tak Taat Peraturan, GMPK Soroti Lemahnya Pengawasan Pangan di Kasus 730 Santri Sidoarjo Keracunan

Desak Tutup SPPG Tak Taat Peraturan, GMPK Soroti Lemahnya Pengawasan Pangan di Kasus 730 Santri Sidoarjo Keracunan

Kamis, 03 Sep 2026 21:08 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 21:08 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Kasus keracunan makanan yang menimpa puluhan santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Manba'ul Hikam Desa Putat, Kecamatan…

Pasca Kasus Keracunan Massal, Pemkab Sidoarjo Dampingi Kesehatan Jiwa Santri Ponpes Manba'ul Hikam

Pasca Kasus Keracunan Massal, Pemkab Sidoarjo Dampingi Kesehatan Jiwa Santri Ponpes Manba'ul Hikam

Kamis, 03 Sep 2026 20:32 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 20:32 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo bergerak cepat memulihkan kondisi fisik maupun psikologis para santri yang menjadi korban…

Hearing Tak Dihadiri Pejabat BGN dan Pemilik SPPG, Dewan Sidoarjo Desak Usut Tuntas Kasus Keracunan Massal 730 Santri

Hearing Tak Dihadiri Pejabat BGN dan Pemilik SPPG, Dewan Sidoarjo Desak Usut Tuntas Kasus Keracunan Massal 730 Santri

Kamis, 03 Sep 2026 18:44 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 18:44 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Upaya pengusutan tuntas kasus keracunan massal yang menimpa 730 korban mulai santri, orangtua siswa dan para siswa SDN…

Siap Mundur Jika Gagal dalam Setahun, 3 Direksi Baru Perumda Delta Tirta Sidoarjo Dilantik dengan Target Ekstrem

Siap Mundur Jika Gagal dalam Setahun, 3 Direksi Baru Perumda Delta Tirta Sidoarjo Dilantik dengan Target Ekstrem

Kamis, 03 Sep 2026 14:12 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 14:12 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Babak baru pengelolaan air bersih di Kabupaten Sidoarjo resmi dimulai. Tiga jajaran direksi baru Perumda Delta Tirta Sidoarjo…

Dewan Pers Belum Putuskan HPN 2027, AMSI SMSI Satu Suara Minta Digelar di Jakarta

Dewan Pers Belum Putuskan HPN 2027, AMSI SMSI Satu Suara Minta Digelar di Jakarta

Kamis, 03 Sep 2026 12:43 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 12:43 WIB

Jakarta (republikjatim.com) - Dewan Pers hingga Rabu (02/09/2026) malam, belum menetapkan lokasi maupun konstituen yang akan menjadi penanggung jawab dan…