Ponorogo (republikjatim.com) - Setelah penyakit Hepatitis A mewabah di Kabupaten Pacitan. Bahkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jatim ditetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) beberapa hari lalu, Dinkes Pemkab Ponorogo yang wilayahnya berdekatan dengan Pacitan, menyikapinya dengan antisipasi dan meningkatkan kewaspadaan.
Ini menyusul, meningkatnya kasus Hepatitis A di beberapa desa di Pacitan, dikawatirkan merambah ke wilayah Ponorogo. Apalagi beberapa desa di dua kecamatan di Kabupaten Ponorogo berbatasan langsung dengan wilayah Pacitan. Yakni Kecamatan Slahung dan Kecamatan Ngrayun.
Kepala Dinkes Pemkab Ponorogo, drg Rahayu Kusdarini ketika dikonfirmasi terkait wabah Hepatitis A yang terjadi di Pacitan pihaknya mengaku tetap waspada dan selalu melakukan antisipasi agar tidak merambah ke wilayah Ponorogo.
"Antisipasi yang sudah dilakukan dengan meningkatkan surveilance (pelaporan kejadian penyakit). Selain itu antisipasi dengan meningkatkan penyuluhan kepada masyarakat agar lebih menjaga kebersihan terutama makanan," katanya, Kamis (04/07/2019).
Lebih jauh, Kepala Dinkes yang akrab dipanggil Rin ini memaparkan pihaknya juga memberikaan bekal kepada para petugas kesehatan di wilayah kerjanya. Yakni seluruh petugas kesehatan harus lebih waspada apabila menemukan gejala - gejala yang mengarah ke kasus Hepatitis A agar segera merujuk pasien ke Rumah Sakit.
"Kalau perlu segera berkoordinasi dengan Dinkes dan petugas kesehatan terutama di daerah yang berbatasan dengan Pacitan agar lebih meningkatkan kewaspadaan. Kami juga selalu berkoordinasi dengan Dinkes Pacitan," imbuhnya.
Sementara itu, Kusdarini mengimbau jika ditemukan penderita diupayakan untuk tidak menularkan ke anggota keluarganya. Selain itu tetap memperhatikan Pola Hidup Bersih dan Sehat serta Cuti Tangan Pakai Sabun sebelum dan sesudah aktivitas.
"Alhamdulillah sampai saat ini Ponorogo belum menemukan kasus Hepatitis A. Mudah-mudahan tidak ada. Gejala yang mudah dikenali antara lain, demam, mual dan muntah, lemas serta mata kuning. Adapun penularan penyakit ini bisa melalui lewat tinja penderita, virus menempel ke makanan. Kalau sudah ke makanan yang terkena virus bisa tertular. Agar tidak tertular harus dengan pola hidup sehat dan bersih," pungkasnya. Ami/Waw
Editor : Redaksi