Tekan Biaya Pakan Hingga 70 Persen, FPIK Unibraw Latih Pembudidaya Lele Malang Gunakan Trik Fermentasi

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
AIR - Tim Abdimas Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unibraw (FPIK UB) mendampingi Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Barokah Jaya Mangliayan, Pakis memantau kualitas air dan sampling biomassa ikan, Minggu (05/07/2026)
AIR - Tim Abdimas Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unibraw (FPIK UB) mendampingi Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Barokah Jaya Mangliayan, Pakis memantau kualitas air dan sampling biomassa ikan, Minggu (05/07/2026)

i

Malang (republikjatim.com) - Pakan sering kali menjadi "momok" menakutkan bagi para pembudidaya ikan lele karena memakan porsi hingga 60-70 persen dari total biaya operasional. Menjawab tantangan itu, tim pengabdian masyarakat (Abdimas) dari Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) turun tangan mendampingi Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Barokah Jaya di Mangliayan, Pakis, Kabupaten Malang.

​Mengusung tema Pemberdayaan Kelompok Pembudidaya Ikan Lele melalui Penerapan Manajemen Budidaya Berbasis Efisiensi Pakan, program ini diketuai Wahyu Endra Kusuma, S.Pi., MP., D.Sc dengan melibatkan jajaran dosen serta mahasiswa FPIK UB.

​Aktivitas utama dalam pendampingan ini, berfokus pada pengenalan teknologi fermentasi pakan. Selama ini, banyak peternak yang memberikan pakan hanya berdasarkan kebiasaan atau intuisi tanpa perhitungan matang. Akibatnya, pakan banyak terbuang, kualitas air menurun dan modal membengkak.

​Zulkisam Pramudia, dosen Budidaya Perairan FPIK UB sekaligus pelaksana program Abdimas mengatakan efisiensi pakan adalah kunci utama keberhasilan bisnis lele. Bahkan, dalam budidaya lele, pakan merupakan komponen biaya yang sangat besar. 

"Melalui kegiatan ini, kami mendampingi Pokdakan Barokah Jaya dalam menerapkan manajemen pakan yang lebih efisien. Termasuk, melalui pelatihan fermentasi pakan sebagai salah satu upaya meningkatkan efektivitas penggunaan pakan," ujar Zulkisam kepada republikjatim.com, Senin (06/07/2026).

​Tidak hanya teori saja, para peternak skala kecil hingga menengah yang dipimpin oleh Achmad Sugiyono ini langsung diajak mempraktikkan beberapa hal teknis di lapangan. Diantaranya seperti pengaturan dosis dan frekuensi pemberian pakan yang presisi, pemantauan biomassa ikan dan evaluasi Feed Conversion Ratio (FCR), 
manajemen kualitas air kolam agar tetap ideal bagi pertumbuhan lele dan
pencatatan data pertumbuhan ikan secara berkala.

"​Langkah nyata FPIK UB ini, bukan sekadar aksi sosial biasa, melainkan kontribusi strategis dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau ketahanan pangan secara nasional," paparnya.

Dalam pendampingan ini, setidaknya ada lima poin poin SDGs yang disasar atau menjadi targetnya. Yakni

​SDGs 1: Tanpa Kemiskinan (No Poverty) – lewat peningkatan pendapatan peternak.

​SDGs 2: Tanpa Kelaparan (Zero Hunger) – penyediaan ketahanan pangan berbasis protein ikan.

​SDGs 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) – transfer ilmu dari kampus ke masyarakat.

​SDGs 14: Ekosistem Lautan (Life Below Water) – praktik budidaya air tawar yang ramah lingkungan.

​SDGs 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals) – sinergi akademisi dan warga.

​"Mudah-mudahan semua teori dan praktek yang sudah kami sampaikan bersama tim, bisa ditiru para peternak lele maupun jenis ikan lainnya di Malang. Harapannya, bisa menjadikan pembudidaya ikan bisa survive dan perkembangan pesat," tegasnya.

Sementara ​Ketua Pokdakan Barokah Jaya, Achmad Sugiyono mengaku sangat terbantu dengan kehadiran tim dari Universitas Brawijaya (UNIBRAW) ini. Menurutnya, edukasi ilmiah seperti ini adalah hal yang dinantikan kelompoknya yang selama ini hanya mengandalkan pengalaman otodidak.

​"Dengan adanya pendampingan dari FPIK UB, kami mendapat tambahan ilmu tentang cara menghitung kebutuhan pakan, mengatur pemberian pakan, menjaga kualitas air dan mengenal fermentasi pakan. Ini sangat membantu kami agar budidaya lele bisa lebih efisien dan hasilnya lebih baik," ungkap Achmad. 

Selain itu, Ia pun berharap kemitraan ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan.

"Apalagi, melalui program ini, FPIK UB berharap Pokdakan Barokah Jaya dapat tumbuh menjadi kelompok yang mandiri, produktif, mampu menekan biaya produksi sekecil mungkin serta tetap menjaga kelestarian lingkungan sekitarnya," pungkasnya. Rit/Waw

Berita Terbaru

Tuntut Dukun Predator Anak yang Disidik PPPA Polresta Diringkus, Massa Aliansi Demo Polresta dan DPRD Sidoarjo

Tuntut Dukun Predator Anak yang Disidik PPPA Polresta Diringkus, Massa Aliansi Demo Polresta dan DPRD Sidoarjo

Senin, 06 Jul 2026 13:10 WIB

Senin, 06 Jul 2026 13:10 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Sidoarjo Anti Predator Seks menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran, Senin…

Sidoarjo Darurat Narkoba, Bupati Subandi Tabuh Genderang Perang, Wonoayu Jadi Sorotan Masuk Zona Merah

Sidoarjo Darurat Narkoba, Bupati Subandi Tabuh Genderang Perang, Wonoayu Jadi Sorotan Masuk Zona Merah

Minggu, 05 Jul 2026 17:31 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 17:31 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Bupati Sidoarjo, Subandi mengeluarkan seruan keras kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak tinggal diam menghadapi ancaman…

Semarak Kampung Bangkit di Sidoarjo, Jurus Jitu Perkuat Silaturahmi dan Bangkitkan Ekonomi Desa Bersama UMKM

Semarak Kampung Bangkit di Sidoarjo, Jurus Jitu Perkuat Silaturahmi dan Bangkitkan Ekonomi Desa Bersama UMKM

Minggu, 05 Jul 2026 13:39 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 13:39 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Suasana pagi di lapangan Desa Kalisampurno, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo tampak berbeda dan jauh lebih meriah dari…

Operasi Pekat Bocor, Wabup Sidoarjo Segel Puluhan Karaoke Ilegal Rapid Test 1 Kena Penyakit Kelamin di Eks Tol Jabon

Operasi Pekat Bocor, Wabup Sidoarjo Segel Puluhan Karaoke Ilegal Rapid Test 1 Kena Penyakit Kelamin di Eks Tol Jabon

Minggu, 05 Jul 2026 11:29 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 11:29 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Merespons cepat rekomendasi DPRD Sidoarjo dan keluhan masyarakat yang resah akan peredaran minuman keras (miras), narkoba serta…

Gejolak SPMB SMP Negeri di Sidoarjo 2026, Kuota Jalur Domisili Berubah 835 Kursi Misterius Lampaui Pagu Resmi

Gejolak SPMB SMP Negeri di Sidoarjo 2026, Kuota Jalur Domisili Berubah 835 Kursi Misterius Lampaui Pagu Resmi

Jumat, 03 Jul 2026 15:47 WIB

Jumat, 03 Jul 2026 15:47 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pelaksanaan Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Negeri se Kabupaten Sidoarjo Tahun Ajaran 2026/2027 diterpa isu miring soal…

Dongkrak Ekonomi UMKM, Pemkab Sidoarjo Wajibkan ASN Pakai Batik Khas dan Udeng Pacul Gowang

Dongkrak Ekonomi UMKM, Pemkab Sidoarjo Wajibkan ASN Pakai Batik Khas dan Udeng Pacul Gowang

Jumat, 03 Jul 2026 14:49 WIB

Jumat, 03 Jul 2026 14:49 WIB

​Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo secara resmi memperkuat identitas budaya lokal di lingkungan birokrasi. Melalui pe…