Sistem Otomatisasi SPMB SMPN Sidoarjo Jadi Sorotan, Pagu Melonjak Diam-Diam Selisih 992 Kursi Tak Terbantah

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tabel selisih data penerimaan siswa baru dalam SPMB SMP Negeri di Sidoarjo.
Tabel selisih data penerimaan siswa baru dalam SPMB SMP Negeri di Sidoarjo.

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Transparansi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP Negeri di Kabupaten Sidoarjo tahun ajaran 2026/2027 kembali menuai kritik tajam. Pemantauan langsung terhadap sistem perangkingan jalur domisili menemukan adanya pergeseran angka pagu yang bergerak dinamis di sistem aplikasi tanpa dibarengi penjelasan resmi kepada masyarakat Sidoarjo.

​Sorotan tajam ini datang dari Badruzzaman, seorang Pemerhati Kebijakan Publik dan Pendidikan Sidoarjo. Ia mengungkapkan data di lapangan menunjukkan ketidaksinkronan yang polanya terus berulang dari tahun ke tahun.

​Berdasarkan hasil pemantauan langsung pada sistem, Badruzzaman menemukan fakta mengejutkan terkait lonjakan pagu jalur domisili yang sangat drastis di tiga sekolah pinggiran. Diantaranya di ​SMPN 2 Jabon, ​SMPN 2 Krembung dan ​SMPN 3 Porong.

​Ketiga sekolah itu, terdeteksi mengalami kenaikan pagu domisili hingga 93 persen hanya melalui mekanisme rangking di dalam sistem, tanpa adanya sosialisasi atau keterangan resmi yang disampaikan kepada publik. Secara makro, total pagu domisili di 46 SMPN se Sidoarjo bergerak merangkak naik dari angka awal 5.983 kursi menjadi 6.210 kursi. Terdapat selisih 227 kursi tambahan yang mendadak muncul dari sistem otomatisasi itu.

​"Angka bergerak, publik tidak diberi tahu. Inilah inti persoalannya. Ketika pagu bisa berubah ratusan kursi tanpa informasi terbuka, masyarakat berhak bertanya. Sistem ini, transparan untuk siapa?" ujar Badruzzaman secara lugas, Sabtu (27/06/2026).

​Meskipun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Pemkab Sidoarjo bersikeras menyatakan tidak ada satu pun kursi yang hilang, analisis data menunjukkan adanya jurang pemisah (selisih) angka yang cukup besar:

Badruzzaman menegaskan kekacauan data ini bukan sekadar anomali teknis yang terjadi secara kebetulan pada tahun ini saja. Pada pelaksanaan tahun lalu, pola serupa juga terjadi dengan menyisakan selisih yang bahkan lebih besar, yakni mencapai 1.104 kursi dengan dalih teknis yang sama: otomatisasi pelimpahan jalur.

"Pola ini, yang terus berulang dan polanya dinilai sudah sistemik. Klaim sepihak berupa bantahan dari dinas (Dikbud) terkait dianggap sudah tidak memadai lagi untuk menenangkan keresahan wali murid di Kota Delta," tegas Badruz yang juga mantan aktivis 1998 ini.

​Melalui surat terbuka yang dilayangkannya, Badruzzaman mendesak agar segera dilakukan audit independen terhadap sistem IT dan algoritma aplikasi SPMB Sidoarjo demi menjamin hak-hak anak daerah dalam memperoleh pendidikan yang adil.

​"Anak-anak Sidoarjo tidak boleh jadi korban ketidakjelasan data. Saya membuka surat terbuka ini, bukan untuk menyerang, melainkan mendesak satu hal yang sederhana. Yakni buka seluruh data pagu secara utuh, lengkap dan dapat diverifikasi publik. Transparansi bukan kemewahan, ia adalah kewajiban negara," pungkasnya menutup pernyataan. Hel/Waw

Berita Terbaru

Bikin Faktur Pajak Fiktif Hampir Rp 1 Miliar, Bos Perusahaan Konstruksi Diserahkan Penyidik Pajak ke JPU Kejari Sidoarjo

Bikin Faktur Pajak Fiktif Hampir Rp 1 Miliar, Bos Perusahaan Konstruksi Diserahkan Penyidik Pajak ke JPU Kejari Sidoarjo

Kamis, 24 Sep 2026 22:20 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 22:20 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur (Jatim) II menyerahkan…

Sinyal Hijau Menuju Liga 1, Pemkab Sidoarjo Siap Totalitas Sokong Deltras FC, Ini Beberapa Syarat Mutlaknya

Sinyal Hijau Menuju Liga 1, Pemkab Sidoarjo Siap Totalitas Sokong Deltras FC, Ini Beberapa Syarat Mutlaknya

Rabu, 23 Sep 2026 22:30 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 22:30 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Angin segar bertiup kencang bagi publik sepak bola Delta. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo secara terbuka menyatakan…

Kasus Pembatalan Akta Kelahiran di Sidoarjo Melonjak 2 Kali Lipat, Kepala Dispendukcapil Warning Kejujuran Data Adminduk

Kasus Pembatalan Akta Kelahiran di Sidoarjo Melonjak 2 Kali Lipat, Kepala Dispendukcapil Warning Kejujuran Data Adminduk

Rabu, 23 Sep 2026 17:16 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 17:16 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Pemkab Sidoarjo mencatat peningkatan signifikan pada kasus pembatalan…

Ibu Rumah Tangga hingga Jadi Wabup, Mimik Idayana Buka-Bukaan Restu Keluarga dan Politik Perempuan di Delta Podcast KPU

Ibu Rumah Tangga hingga Jadi Wabup, Mimik Idayana Buka-Bukaan Restu Keluarga dan Politik Perempuan di Delta Podcast KPU

Rabu, 23 Sep 2026 15:39 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 15:39 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Mengubah peran dari seorang ibu rumah tangga biasa menjadi tokoh sentral di pemerintahan bukanlah perjalanan yang mudah. Kunci…

Tidak Cuma Kejar Medali, Pemkab Sidoarjo Beri Garansi Pendidikan hingga Masa Depan Atlet Pagar Nusa

Tidak Cuma Kejar Medali, Pemkab Sidoarjo Beri Garansi Pendidikan hingga Masa Depan Atlet Pagar Nusa

Rabu, 23 Sep 2026 14:20 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 14:20 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) -  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo memastikan komitmennya untuk tidak sekadar menuntut prestasi atlet di gelanggang saja. …

Ribuan Warga Sedati Tumpah Ruah di Lapangan, Bupati Subandi dan Gus Iqdam Perkuat Silaturahmi dan Gotong Royong

Ribuan Warga Sedati Tumpah Ruah di Lapangan, Bupati Subandi dan Gus Iqdam Perkuat Silaturahmi dan Gotong Royong

Rabu, 23 Sep 2026 12:36 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 12:36 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Tradisi tahunan Sedekah Bumi di Desa Pabean, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo berlangsung semarak dan penuh khidmat, Selasa…