Dampak Perumahan Tak Sediakan Lahan TPU, Pemakaman Warga Pendatang Ber KTP Grogol Tulangan Ditolak Warga

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
TOLAK - Sejumlah warga menolak pemakaman warga pendatang yang sudah ber KTP di Desa Grogol, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo hanya gara-gara persoalan jalan menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat, Rabu (17/12/2025).
TOLAK - Sejumlah warga menolak pemakaman warga pendatang yang sudah ber KTP di Desa Grogol, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo hanya gara-gara persoalan jalan menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat, Rabu (17/12/2025).

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Dunia Media Sosial (Medsos) digemparkan beredarnya video yang mempertontonkan penolakan warga saat pemakaman warga Desa Grogol, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo, Rabu (17/12/2025). Diduga, penolakan pemakaman jenazah warga pendatang yang sudah ber KTP Desa Grogol itu, selain disebabkan persoalan sengketa jalan menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat, juga disebabkan dampak dari banyaknya perumahan yang tidak menyediakan lahan makam sejak awal pembangunan perumahan di Kota Delta Sidoarjo.

Dalam video di Medsos yang berdurasi lebih dari satu menit itu, terdapat narasi yang menyebutkan penolakan warga atas pemakaman warga yang baru meninggal dunia itu. Hal ini, diduga akibat persoalan akses jalan menuju area pemakaman desa setempat yang bercampur antara TPU warga desa dan warga perumahan Taman Surya Kencana.

Saat dicek di lapangan, data menyebutkan kasus penolakan pemakaman warga itu, terjadi Rabu (17/12/2025) pagi. Penolakan itu terjadi di TPU Desa Grogol, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo yang berdampingan dengan TPU Perumahan Taman Surya Kencana (TSK).

Salah seorang warga setempat, M Rangga Maulana mengatakan penolakan pemakaman almarhum itu bukan disebabkan penolakan warga terhadap jenazah yang hendak dimakamkan di TPU itu. Akan tetapi, penolakan disebabkan karena konflik internal soal akses jalan menuju TPU itu.

"Permasalahan (jalan menuju makam umum) itu, melibatkan dua pihak. Yakni Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan warga yang tinggal di sekitar area makam umum. Permasalahan itu sudah terjadi sejak beberapa beberapa bulan atau lebih setahun lalu," ungkapnya.

Rangga menceritakan awalnya pemakaman berjalan aman-aman saja dan adem ayem. Bahkan tidak pernah ada persoalan sama sekali.

"Sejak sebelumnya ada warga perumahan di Desa Grogol ini, semua tetangga saya yang meninggal bisa dimakamkan di situ (TPU) desa. Tapi, sejak belakangan terkahir muncul permasalahan antara BPD dan warga sekitar makam umum hingga akses jalan akhirnya ditutup warga saat pemakaman itu," jelasnya.

Rangga menguraikan jika jenazah yang hendak dimakamkan di TPU itu merupakan warga pendatang yang telah lama menetap di Desa Grogol. Bahkan, secara administratif sudah tercatat sebagai warga setempat atau ber KTP warga Desa Grogol, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo.

"Selama ini, almarhum juga terdaftar sebagai anggota paguyuban Desa Grogol. Meski awalnya jenazah ini pendatang seperti saya, bukan asli Grogol. Tetapi sekarang kan KTP-nya sudah pindah ke sini dan ikut paguyuban Desa Grogol. Selayaknya bisa dimakamkan di TPU setempat," tegasnya.

Rangga memaparkan, sejak dahulu makam umum di kawasan perumahan Taman Surya Kencana itu sudah menyatu dengan makam umum desa setempat. Bahkan, sudah dilengkapi dengan plakat sebagai penanda.

"Akan tetapi, akibat adanya penolakan akses jalan menuju makam umum itu, akhirnya jenazah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Praloyo di JL Raya Lingkar Timur, Sidoarjo," tandasnya.

Sementara hingga berita ini tayang, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Grogol maupun Pemerintah Kecamatan Tulangan. Begitu juga dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat soal penyelesaian persoalan akses jalan menuju makam umum itu. Padahal, jika kasus ini dibiarkan maka akan berdampak pada prosesi pemakaman jenazah lainnya di hari berikutnya. Hel/Waw

Berita Terbaru

Manfaatkan Libur Akhir Pekan, Bupati Subandi Turun Langsung Bantu Kursi Roda dan Sembako Bagi Tiga Warga Wonoayu

Manfaatkan Libur Akhir Pekan, Bupati Subandi Turun Langsung Bantu Kursi Roda dan Sembako Bagi Tiga Warga Wonoayu

Sabtu, 05 Sep 2026 21:22 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 21:22 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Memanfaat masa libur akhir pekan, Bupati Sidoarjo, Subandi turun langsung menyapa dan menyerahkan bantuan alat bantu mobilitas…

Kepikat Inovasi Eco Lindi, Pemkot Jakarta Barat Boyong Ilmu Pengelolaan Sampah dari Sidoarjo

Kepikat Inovasi Eco Lindi, Pemkot Jakarta Barat Boyong Ilmu Pengelolaan Sampah dari Sidoarjo

Sabtu, 05 Sep 2026 20:55 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 20:55 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) -  Keberhasilan Kabupaten Sidoarjo dalam mengelola sampah secara berkelanjutan menarik perhatian Pemerintah Kota Administrasi …

Manisnya Melon Premium Candinegoro, Inovasi BUMDes Sidoarjo Sulap Greenhouse Jadi Wisata Edukasi Cuan

Manisnya Melon Premium Candinegoro, Inovasi BUMDes Sidoarjo Sulap Greenhouse Jadi Wisata Edukasi Cuan

Sabtu, 05 Sep 2026 20:19 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 20:19 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Inovasi pertanian modern kini hadir di Desa Candinegoro, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo. Melalui BUMDes Gapura, para pemuda desa…

Buka Pintu Pendopo Delta Wibawa untuk Warga, Bupati Subandi Anggap Ruang Bersama Masyarakat

Buka Pintu Pendopo Delta Wibawa untuk Warga, Bupati Subandi Anggap Ruang Bersama Masyarakat

Sabtu, 05 Sep 2026 19:31 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 19:31 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menegaskan komitmennya untuk menghadirkan ruang publik yang inklusif dan dekat dengan…

Tanamkan Kesadaran Pajak Sejak Dini, Kanwil DJP Jatim II Gelar Pajak Bertutur 2026 di SMP Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo

Tanamkan Kesadaran Pajak Sejak Dini, Kanwil DJP Jatim II Gelar Pajak Bertutur 2026 di SMP Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo

Sabtu, 05 Sep 2026 18:08 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 18:08 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Antusiasme tinggi dan rasa ingin tahu yang besar mewarnai pelaksanaan program Pajak Bertutur 2026 yang digelar Kantor Wilayah…

Berbekal Semangat dan Karantina Ketat, Siswi SMAN 4 Sidoarjo Jessica Claudia Incar Mahkota Putri Kebaya Jatim 2026

Berbekal Semangat dan Karantina Ketat, Siswi SMAN 4 Sidoarjo Jessica Claudia Incar Mahkota Putri Kebaya Jatim 2026

Jumat, 04 Sep 2026 22:22 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 22:22 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Setelah sukses mengamankan gelar sebagai Putri Kebaya Sidoarjo pada awal Januari 2026 lalu, Jessica Claudia Latif kini mantap…