Sidoarjo (republikjatim.com) - Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali mendorong seniman bonsai yang tergabung dalam Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) tumbuh menjadi salah satu kekuatan ekonomi kreatif unggulan di Sidoarjo. Hal ini setelah, tidak kurang dari 1.757 seniman bonsai memamerkan hasil karya unggulannya di halaman parkir Mal Pelayanan Publik (MPP) di JL Lingkar Timur, Sidoarjo.
Bagi penggemar bonsai bisa datang langsung ke halaman MPP, karena pameran masing berlangsung mulai 27 Oktober - 8 November 2023 mendatang.
Dukungan itu disampaikan Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali saat mendampingi Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Teten Masduki membuka Musyawarah Nasional (Munas) Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) X dan Pameran Nasional (Pamnas) di MPP Sidoarjo, Sabtu (04/11/2023) kemarin.
"Seniman ini harus membuat ekosistem yang kuat untuk menjadikan hasil seninya mampu berdaya jual tinggi. Tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk Indonesia hingga ke pasar ekspor dunia," ujar Bupati muda yang akrab disapa Gus Muhdlor ini kepada republikjatim.com, Senin (06/11/2023).
Kementerian Koperasi dan UKM menyebutkan Indonesia memiliki Sumber Daya Alam (SDA) seperti tanaman bonsai yang bisa menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang besar. Hal ini, jika dikolaborasikan dengan jiwa seni masyarakat Indonesia yang luar biasa itu.
Tahun 2022 kemarin, kontribusi ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional Indonesia mencapai Rp 1.134,9 triliun. Bahkan, ekonomi kreatif ini dapat membuka peluang besar bagi pelaku usaha, terlebih bonsai di Indonesia sudah menggunakan sistem budidaya.
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki saat membuka Munas PPBI dan Pameran Bonsai di MPP Sidoarjo mengatakan dengan sistem budidaya ini akan memunculkan pula lapangan pekerjaan bagi pelaku UMKM. Yakni ada yang merawat dan ada yang membuat pot serta kebutuhan lainnya.
"Dari sistem budidaya ini juga menumbuhkan ekosistem baru untuk pertumbuhan ekonomi. Dari data The Global Bonsai Market 2022 pasar ekonomi bonsai di dunia mencapai 9,4 miliar dolar AS. Angka ini diyakini terus tumbuh," paparnya.
Lebih lanjut, Teten juga menyampaikan Indonesia juga menjadi salah satu dari empat negara yang memiliki potensi untuk memimpin pasar internasional untuk komoditi bonsai. Keempat negara itu yakni Amerika, China, India dan Indonesia.
"Peluang inilah yang harus kita raih, dan kami dorong pula untuk siap memasarkan ke digital marketing," pintanya.
Sementara Ketua Umum PPBI Erwin Lismar menegaskan PPBI terus mendorong semua anggotanya untuk menciptakan seni bonsai agar berdaya saing ekspor.
"Peminat dan kolektor seni bonsai setiap tahun terus bertambah. Melihat hal ini menjadikan banyak potensi yang perlu dikembangkan. Tentunya dengan dukungan pemerintah baik pusat maupun daerah kepada para anggota kami. Agar seni bonsai Indonesia menjadi produk unggulan kelas dunia," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi