Komitmen Berantas Halinar, Lapas Sidoarjo Rutin Gelar Penggeledahan Ruang Hunian Narapidana

republikjatim.com
GELEDAH - Sejumlah petugas menggeledah ruang hunian warga binaan blok A, B dan blok W Lapas Sidoarjo untuk memastikan Lapas Kota Delta ini steril dari hand phone (HP), pungutan liar (Pungli) dan narkoba (Halinar), Rabu (15/02/2023) malam.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II A Sidoarjo menguatkan komitmennya dalam pemberantasan hand phone (HP), pungutan liar (Pungli) dan narkoba (Halinar). Salah satunya dengan menggelar penggeledahan kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Rabu (15/02/2023) malam.

"Penggeledahan ini rutin, kami laksanakan minimal 4 kali dalam sebulan," ujar Kalapas Sidoarjo, Faozul Ansori kepada republikjatim.com, Rabu (15/02/2023) malam.

Baca juga: BPPD Pemkab Sidoarjo Berlakukan Pembebasan Denda Pajak Daerah Mulai 4 Mei hingga 29 Oktober 2026

Namun, pada agenda kali ini Lapas Sidoarjo melibatkan personil dari kepolisian, BNN, media massa dan TNI. Tujuannya agar bisa menjadi penyeimbang dan perwakilan dari masyarakat.

"Kami menggandeng stakeholder terkait untuk memastikan Lapas Sidoarjo bebas dari peredaran benda-benda terlarang target razia," ungkapnya.

Petugas gabungan ini menggeledah total tiga blok. Yaitu blok A, B dan blok W.

Baca juga: Siswa SMA Al Muslim Syukuri Kelulusan dengan Praktek Beri Bermanfaat, Bagi Pengalaman ke Adik Kelas dan Lainnya

Selain itu, Lapas yang terletak di jantung Kota Delta ini juga menggelar tes urine secara acak. Tujuannya, untuk memastikan warga binaan maupun petugas tidak terlibat penyalahgunaan narkotika.

"Petugas BNNK Sidoarjo yang memilih secara acak petugas maupun warga binaannya yang dites urine. Hasilnya 25 orang yang dites semuanya negatif," tegas Faozul.

Baca juga: Siapkan Skema Rp 209,5 Miliar, Bupati Kepala BPBD dan Dinas PUBM SDA Lobi BNPB Tangani Banjir Tahunan di Sidoarjo

Sementara ke depan, Faozul berharap terus tercipta sinergitas dengan stakeholder terkait. Tidak hanya di bidang keamanan dan ketertiban saja.

"Dengan 1.104 penghuni, kami berupaya menekan dampak overkapasitas yang ada. Sehingga keamanan dan ketertiban serta pembinaan bisa tetap berjalan dengan baik," tandasnya. Kem/Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru