Segera Disidang, Rutan Medaeng Terima 2 Tahanan KPK Soal Dugaan Suap Dana Hibah Pimpinan DPRD Jatim

republikjatim.com
LIMPAHKAN - Dua tahanan jaksa KPK, Ilham Wahyudi alias Eeng dan Abdul Hamid penahanannya dilimpahkan ke Rutan Kelas 1 Surabaya di Medaeng, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Jumat (10/02/2023) sore.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Kanwil Kemenkumham Jatim membenarkan jajarannya menerima pelimpahan dua orang tahanan baru dari jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (10/02/2023) sore. Dua orang tahanan itu yakni Ilham Wahyudi alias Eeng dan Abdul Hamid.

Keduanya merupakan tahanan kasus dugaan tindak pidana korupsi suap pengurusan alokasi dana hibah bersumber dari APBD Jatim melalui pimpinan DPRD Jatim.

Baca juga: Tindak Lanjuti Arahan KPK, Bupati Subandi Warning Kontraktor Sidoarjo Harus Kerja Tepat Waktu dan Jaga Kualitas

"Memang tadi sekitar pukul 15.00 WIB, Rutan Kelas I Surabaya yang berada di Desa Medaeng, Kecamatan Waru, Sidoarjo menerima dua tahanan baru dari KPK," ujar Kakanwil Kemenkumham Jatim, Imam Jauhari kepada republikjatim.com, Kamis (10/02/2023) petang.

Imam menyatakan kedua tahanan KPK itu diantar oleh jaksa KPK, Arif Suhermanto. Keduanya diterima oleh Staf Administrasi dan Perawatan Rutan Kelas I Surabaya. Baik Ilham maupun Abdul akan ditahan selama 20 hari ke depan.

"Sambil menunggu agenda sidang pertama, keduanya akan ditempatkan dalam blok masa pengenalan lingkungan (mapenaling) maksimal selama dua pekan ke depan," imbuhnya.

Baca juga: Ringankan Beban Warga Miskin, 2.052 KPM di Sidoarjo Terima Bantuan Pangan Beras 40 Kilogram dan Minyak Goreng 4 Liter

Sementara Kepala Rutan Kelas I Surabaya Wahyu Hendrajati menyatakan kedua narapidana itu dalam keadaan sehat. Sehingga tidak ada yang perlakuan khusus untuk pelayanan kesehatannya.

"Keduanya sudah diperiksa oleh perawat dan dokter Rutan. Hasilnya, keduanya dalam keadaan sehat," ungkap Hendra.

Baca juga: Bawa Suara dari Masa Depan, Alumni MINU KH Mukmin Titip Harapan ke Bupati Subandi Soal Jalan dan Pendidikan

Hendra menegaskan keduanya akan diperlakukan dan dilayani sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada di Rutan dan Lapas. Bahkan, tidak ada keistimewaan bagi keduanya.

"Keduanya juga belum boleh dikunjungi siapa pun selama menjalani masa orientasi. Kecuali, ada permohonan dari aparat penegak hukum untuk kepentingan penyidikan lanjutan atau penyelesaian berkas perkara," tandas Hendra. Kem/Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru