Sidoarjo (republikjatim.com) - Penataan ulang Rutan I Surabaya yang ada di Desa Medaeng, Kecamatan Waru, Sidoarjo memasuki tahap akhir. Progres pembangunannya sudah mencapai 95 persen. Rutan yang terletak di Desa Medaeng itu terlihat lebih legah.
Rutan yang dipimpin Wahyu Hendrajati itu bisa sedikit mengurangi tingkat over kapasitas yang selama ini menjadi kendala pembinaan. Hal itu dipastikan Plt Kakanwil Kemenkumham Jatim, Agung Krisna saat meninjau progres pembangunan, Sabtu (03/12/2022). Dalam kunjungan itu, Agung memastikan progres proyek pembangunan Rutan Surabaya mengalami deviasi positif.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
"Semoga tanggal 15 Desember 2022 sudah bisa serah-terima dari pemborong kepada kami (Kemenkumham Jatim)," ujar Agung yang didampingi Kepala Rutan I Surabaya, Wahyu Hendrajati kepada republikjatim.com, Sabtu (03/12/2022).
Renovasi yang dilakukan meliputi blok hunian A, B dan kantor teknis. Yang selama ini kapasitas idealnya hanya 150 tahanan. Namun, setelah renovasi tahap I ini, kapasitas hunian bertambah hingga 400 orang tahanan.
"Termasuk bangunan khusus, kami mengoptimalkan kualitas pembangunan blok hunian dan kantor teknis," imbuhnya.
Proses renovasi Rutan itu sudah berlangsung sejak 1 Juli 2022 lalu. Untuk itu, akhir masa proyek pembangunan nantinya, pihaknya akan tetap melakukan evaluasi dan monitoring kualitas bangunan. Berikut dokumen-dokumen pendukungnya.
"Selama ini sinergi sudah baik, kami harus pertahankan untuk mengoptimalkan sisa waktu yang ada," ungkapnya.
Sementara Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Wahyu Hendrajati menuturkan untuk menata ulang Rutan Surabaya, pihaknya memerlukan waktu tiga tahun. Selain nilainya yang relatif besar, pihaknya harus mengatur strategi pengamanan untuk para tahanan. Harapannya, proses renovasi harus dilakukan bertahap.
"Ada aspek operasional dan keamanan yang harus kami prioritaskan. Untuk itu, pada tahap pertama pihaknya merencanakan akan merenovasi tiga gedung utama. Yang terdiri dari dua blok hunian (blok A dan B) serta kantor teknis itu," jelasnya.
Sementara untuk anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 34 miliar. Dua blok itu sebelumnya berkapasitas 150 orang. Setelah renovasi, kapasitasnya akan menjadi 400 orang.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
"Bentuknya juga akan berubah, pengembangannya akan dibuat vertikal," papar Hendrajati.
Rencananya penataan ulang kompleks Rutan Surabaya akan dilaksanakan dalam tiga tahap atau tiga tahun anggaran, hingga 2024 mendatang. Renovasi dilakukan karena bangunan yang ada sudah tidak mampu lagi menampung tahanan yang rata-rata tiap tahunnya berkisar 1.500 - 2.000 orang.
"Belum lagi, standar bangunannya juga tidak sesuai dengan ketentuan Kemenkumham. Karena dulu Rutan ini hanya diperuntukkan sebagai tempat tahanan anak. Satu masalah lainnya adalah banjir saat musim hujan, sehingga drainase juga kami perbaiki," pungkasnya. Kem/Hel/Waw
Editor : Redaksi