Sidoarjo (republikjatim.com) - Ratusan mahasiswa Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) mengikuti Seminar Nasional dan Workshop bertajuk Sinergi Akademisi, Praktisi, dan Pemerintah dalam Mengembangkan Industri Kreatif. Acara yang digelar di Aula KH A Dahlan itu, tidak hanya menghadirkan narasumber dari wilayah sendiri. Akan tetapi, juga menghadirkan nara sumber asal Malaysia. Yakni Ass Prof Dr Ariffin Abdul Mutalib, Dekan Teknik, Universitas Utara Malaysia yang mendapatkan gelar profesornya pada Tahun 2016 saat usianya masih 41 tahun.
Selain itu, narasumber lainnya adalah Kepala Balitbang Pemprop Jatim, Dr Ardo Sahak dan Direktur CV Wijayatech Engineering, Hadi Widodo yang merupakan alumnus Fakultas Teknik Umsida yang sudah memiliki omzet Rp 350 juta per bulan.
Ketua Pelaksana Seminar Nasional Fakultas Teknik (SNFT) 2018 dan Workshop, Dr Prantasi Harmi Tjahjanti mengatakan ada sekitar 300-400 mahasiswa yang ikut seminar. Mereka merupakan mahasiswa Fakuktas Teknik jurusan Teknik Industri, Mesin, Elektronika, dan Teknik Informatika. Mereka merupakan mahasiswa semester 2, 4 dan 6. Namun sebagian juga ada yang berasal dari mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
"Acara tahunan yang memasuki tahun kelima ini ada yang berbeda. Yakni selain workshop program studi juga ada workshop public speaking agar alumni teknik tidak gagap saat wawancara dan presentasi," terang perempuan yang akrab dipanggil Tasi ini kepada republikjatim.com, Senin (16/07/2018).
Dekan Fakultas Teknik, Umsida, Izza Anshory MT menjelaskan seminar ini untuk membangun dan mengembangkan networking mahasiswa, dosen dan kampus. Oleh karenanya melibatkan 3 unsur yakni akademisi, pemerintah dan praktisi. Praktisi alumni Umsida ini, akan memaparkan strategi membangun usaha mulai nol.
"Targetnya hasil penelitian bisa dikembangkan dan diproduksi massal. Targetnya semua untuk kesejahteraan masyarakat serta agar mahasiswa teknik tidak hanya menguasai hard skill tetapi juga soft skill dengan adanya workshop public speaking itu. Tentu semua kegiatan ini harus dibarengi publikasi," ungkapnya.
Sedangkan Rektor Umsida, Hidayatulloh berharap seminar dan workshop tidak hanya menjadikan Umsida unggul secara kelembagaan tetapi juga secara individu baik dosen maupun mahasiswanya menguasai berbagai skill, kompetensi dan berprestasi. Pihaknya juga berharap September 2018 bisa mengungguli UMM.
"Karena di Jatim Umsida posisinya di atas. Ini menunjukkan iklim akademik dalam percepatan di berbagai bidang. Bahkan nomor 149 dari sekitar 2.500 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) secara nasional dan nomor 12 dari sekitar 380 PTS di Jatim. Kami berharap menjadi PTS yang unggul dan inovatif untuk kesejahteraan masyarakat dan perbaikan peradaban," tegasnya.
Sementara salah seorang narasumber, Dekan Fakultas Teknik, Universitas Utara Malaysia, Ass Prof Dr Ariffin Abdul Mutalib menegaskan ada 7 unsur membangun keberhasilan lembaga maupun perseorangan. Yakni unsur Internasionalisasi, Penelitian, Publikasi, Pelayanan Komunitas, Mengajar dan Belajar, Komunikasi serta Penghargaan (Award) and Recognition.
"Ketujuh unsur ini harus dipegang mahasiswa dan dosen agar bisa berkembang," pungkasnya. Waw
Editor : Redaksi