Sidoarjo (republikjatim.com) - Kader DPD Partai Golkar Sidoarjo senior, Thoriqul Huda dilantik menjadi anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo, Jumat (21/10/2022) sore. Pria yang akrab disapa Cak Thoriq ini menggantikan posisi almarhum Ali Sutjipto menjadi anggota Komisi D DPRD Sidoarjo.
Pelantikan ini digelar dalam Rapat Paripurna dan Pelantikan yang dipimpin Ketua DPRD Sidoarjo, Usman. Pelantikan dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, Forkopimda dan anggota DPRD Sidoarjo masa bakti 2019 - 2024.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
Sesuai pelantikan, Cak Thoriq yang merupakan kelahiran 10 Maret 1975 ini mengatakan dirinya akan konsen dalam permasalahan dunia pendidikan dan kesehatan di Sidoarjo. Menurutnya, masala pemerataan sarana dan prasarana pendidikan Sidoarjo harus diperlakukan sama antara wilayah kota dengan wilayah pedesaan atau pesisir.
"Kami melihat sarana dan prasarana pendidikan di Sidoarjo belum merata antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Contohnya, pembangunan hanya untuk sekolah di kawasan Kota Delta yang direnovasi. Sedangkan sekolah di kawasan pedesaan atau pinggiran harus diperlakukan sama," ujar Thoriqul Huda kepada republikjatim.com, Jumat (21/10/2022) sore.
Thoriq menilai selama ini bangunan sekolah di kawasan Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin yang selalu dilanda banjir setiap musim hujan datang. Hal ini, karena Desa Kedungbanteng setiap tahun ada penurunan tanah. Baginya, sudah selayaknya Pemkab Sidoarjo berencana merelokasi di desa itu. Relokasi itu, untuk kebaikan dan pemerataan pendidikan.
"Begitu juga soal banyaknya tenaga pengajar (guru) yang sudah berumur dan persiapan memasuki masa pensiun. Seharunya, Pemkab Sidoarjo harus mendorong regenerasi dengan mempersiapkan penambahan Sumber Daya Manusia (SDM) Guru. Ini harusnya dipikirkan. Kami di Komisi D bakal bersinergi dengan Dinas Pendidikan Pemkab Sidoarjo untuk menyiapkan tenaga pendidik dengan SDM yang merata serta dengan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) bagi guru. Ini agar regenerasi pengajar berjalan baik di Sidoarjo," pintah anggota Fraksi Golkar DPRD Sidoarjo ini.
Selain itu, dirinya bakal fokus menangkal maraknya kasus kekerasan antar pelajar di dalam lingkungan sekolah dan diluar sekolah. Pihaknya bersama anggota Komisi D lainnya bakal intens berkoordinasi dan melaksanakan sosialisasi bersama Dinas Pendidikan untuk menangkal kasus kekerasan di lingkungan pendidikan.
"Kami berharap lingkungan sekolah harus aman, nyaman dan menjadi rumah kedua bagi pelajar. Disini peran guru dan orang tua sangat penting agar masalah kekerasan fisik atau non fisik (bullying) tidak terjadi di kalangan pelajar Sidoarjo. Sekolah bukan hanya proses belajar mengajar, tapi menjadi kontrol dan pengawasan terkait perkembangan anak-anak dan remaja," tegasnya.
Sementara soal kesehatan, kata Cak Thoriq pihaknya bakal mendorong dan memaksimalkan program Universal Health Coverage (UHC) bagi seluruh warga Sidoarjo. Pihaknya bakal mendorong dan mendukung Pemkab Sidoarjo merealisasikan program kesehatan semesta atau Universal Health Coverage (UHC) bagi seluruh warga Kota Delta itu. Terutama akses untuk kebutuhan pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif serta rehabilitatif berkualitas dan efektif.
"Kami akan menekankan semua Puskesmas di 18 kecamatan di Sidoarjo untuk siap siaga 24 jam dalam memberi pelayanan dan penanganan kesehatan. Karena puskesmas sebagai rujukan pertama dalam pelayanan kesehatan sebelum dirujuk ke RSUD Sidoarjo. Bagi kami puskesmas harus menyiapkan pelayanan siaga. Kalau sudah dilayani dengan baik dan membutuhkan penanganan lebih, maka secepatnya bisa dirujuk ke RSUD atau rumah sakit yang bekerja sama dengan Pemkab Sidoarjo," ungkapnya.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
Tidak hanya itu, Thoriq bersama Partai Golkar juga akan mengantisipasi penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di Sidoarjo. Yakni dengan koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Sidoarjo dalam menghadapi musim penghujan. Karena biasanya disertai dengan merebaknya DBD yang disebabkan nyamuk Aedes Aegypti.
"Karena setiap musim hujan banyak genangan air menjadi tempat nyamuk Aedes Aegypti. Makanya, puskesmas akan kami (Komisi D) dorong melalui Dinkes untuk sosialisasi pencegahan DBD dan SOP warga desa yang minta fogging (pengasapan) dipermudah. Partai Golkar Sidoarjo konsen penanggulangan penyebaran DBD. Salah satunya dengan penyemprotan fogging gratis bagi warga yang membutuhkan kalau ada warga yang menderita DBD," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi