Sidoarjo (republikjatim.com) - Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali menjadi mentor bagi empat kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Sidoarjo yang mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II angkatan XXIV yang diselenggarakan BPSDM Jawa Timur. Keempat Kepala OPD itu diantaranya Inspektur Sidoarjo Andjar Surjadianto, Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Setda Sidoarjo, M Ainur Rahman, Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Ari Suryono, serta Kepala Dinas Perikanan, Mochamad Bachruni Aryawan.
Saat ini keempat pejabat ini sudah masuk pada tahap pemaparan rancangan proyek perubahan pada masing-masing instansinya di hadapan penguji, Rabu (05/10/2022). Kegiatan PKN Tingkat II angkatan XXIV yang digelar di Kantor BPSDM Jatim ini tidak hanya diikuti pejabat kabupaten/kota di Jatim saja. Melainkan juga pejabat dari berbagai daerah di seluruh tanah air. Seperti pejabat Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Roka Hulu sampai Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Raja Ampat.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
Kehadiran Bupati Sidoarjo yang akrab dipanggil Gus Muhdlor ini, selain untuk memberikan dukungan, juga untuk memberi masukan terhadap rancangan proyek perubahan yang dipaparkan ke empat pejabatnya. Sebagai atasannya, Gus Muhdlor berharap kualitas ke empat kepala OPD akan meningkat selepas mengikuti PKN tingkat II tahun 2022 ini.
"PKN ini menjadi jaminan dan tolok ukur kualitas para pejabat dalam mengemban tugasnya nanti," ujar Gus Muhdlor yang juga alumni Fisip Unair Surabaya ini.
Selain itu, Gus Muhdlor meminta rancangan proyek perubahan dapat disesuaikan dengan kebutuhan daerah dan organisasi. Dengan begitu, akan memberikan manfaat yang besar terhadap pelayanan prima kepada masyarakat. Pihaknya juga berharap kepada seluruh kepala OPD untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan.
"Pelayanan yang cepat dan tepat saat ini ditunggu masyarakat. Lewat inovasi-inovasi itu masyarakat akan semakin mudah dalam memperoleh pelayanan. Jadi jangan hanya melakukan program-program yang sudah ada. Tapi, bagaimana menciptakan inovasi secara terus menerus yang harus dilakukan agar masyarakat semakin mudah mendapatkan pelayanan," pintah alumni SMAN 4 Sidoarjo ini.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
Dalam kesempatan ini Inspektur Sidoarjo Andjar Surjadianto memaparkan rancangan proyek perubahan berjudul strategi pengendalian kinerja melalui Paksi (Portal Akuntabilitas Kinerja Sidoarjo). Sedangkan rancangan proyek perubahan yang disampaikan Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Setda Sidoarjo, M Ainur Rahman berjudul strategi validasi data dinamis dan penambahan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Sipraja.
Digelarnya PKN yang dahulu bernama Diklatpim sendiri sebagai salah satu prasyarat untuk menduduki posisi Jabatan Tinggi Pratama. Hal ini sesuai PP No 11 Tahun 2017 tentang Manajemen ASN, Penerapan Sistem Merit System. Selain itu, menjadi amanat UU No 5 Tahun 2014 tentang Pegawai Negeri Sipil serta Komitmen Pemda untuk Melahirkan SDM terutama pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang kapabel, kredibel dan memiliki kompetensi untuk jabatan-jabatan strategis di pemerintahan. Hel/Waw
Editor : Redaksi