Malang (republikjatim.com) - Dunia sepakbola dan Jawa Timur berkabung. Saat ini, duka mendalam menyelimuti para pecinta sepakbola dan warga Jawa Timur. Ini menyusul tragedi mengenaskan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur yang terjadi Sabtu (01/10/2022) sesuai laga Persebaya melawan Arema dengan skor akhir 3 - 2 itu menyebabkan 129 orang meninggal dunia.
Berdasarkan datanya ratusan orang meninggal dunia itu tidak hanya dari para suporter akan tetapi juga warga umum dan petugas kepolisian. Kericuhan bermula saat pluit akhir pertandingan dengan skor akhir 3 - 2 itu. Duel dua bintang Jawa Timur dalam Liga 1 ini berlangsung sengit. Namun akhirnya pertandingan dengan kemenangan Bajul Ijo 3-2.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
Kekalahan Arema ini yang diduga membuat sebagian suporter tak diterima. Kerusuhan terjadi diawali dari ribuan Aremania yang merangsek masuk ke area lapangan usai peluit berakhirnya pertandingan usai. Seketika itu di lapangan tampak kacau.
Kondisi di lapangan menunjukkan para pemain Persebaya terpaksa harus meninggalkan lapangan menggunakan mobil Barracuda. Akan tetapi beberapa pemain Arema masih di dalam lapangan hingga lantas diserbu suporter.
Kerusuhan meluas, botol-botol dilempar ke dalam lapangan termasuk juga flare dan benda lainnya. Petugas keamanan tidak tinggal diam, polisi dan TNI masuk ke lapangan berusaha menekan serbuan suporter. Bahkan beberapa mobil juga ikut terbakar. Diantaranya mobil polisi ikut menjadi sasaran amukan suporter dengan dibakar.
Kondisi ini membuat polisi menembakkan gas air mata, karena menimbang jumlah personil keamanan yang tak sebanding dengan suporter. Seketika itu semua panik. Keputusan ini ternyata menyebabkan tambahnya kepanikan para suporter. Banyak suporter yang pingsan karena sesak nafas dan terinjak-injak. Bahkan pintu keluar yang penuh sesak menambah derita para suporter. Hal itu diperparah dengan bantuan medis yang tak sebanding dengan banyaknya suporter yang membutuhkan bantuan tim medis.
Korban meninggal tragedi Kanjuruhan usai duel Arema FC vs Persebaya Surabaya di Liga 1, Sabtu (01/10/2022) malam mencapai ratusan orang. Kabar mengenai korban meninggal dari kerusuhan di Stadion Kanjuruhan itu disampaikan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta mengatakan dari 127 korban meninggal, dua di antaranya polisi.
"Imbas kerusuhan yang terjadi di laga Arema vs Persebaya, total 127 orang meninggal dunia. Dua diantaranya petugas kepolisian, 34 orang meninggal di stadion dan sisanya meninggal di rumah sakit," ujar Irjen Pol Nico Afinta.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
Sementara sebanyak delapan kendaraan polisi dirusak dan dibakar massa. Rinciannya sebanyak lima unit dirusak dan digulingkan. Sedangkan tiga lain dibakar nyaris menyisakan kerangka. Kerusuhan di Kanjuruhan itu dikecam PSSI. Efek tragedi di Kanjuruhan ini PSSI bakal memberi hukuman berat! Cukup sekali ini saja. Semoga tidak terulang. Tidak ada sepakbola seharga nyawa.
"Kami akan beri sanksi berat. Kejadian ini duka mendalam bagi Indonesia. Jangan sampai terulang lagi Karena kita akan jadi tuang rumah sepakbola dunia," pungkas Komdis PSSI, Erwin Tobing. Viv/Hel/Waw
Editor : Redaksi