Siswa Smamita Sabet Medali Emas dan Perak di Ajang Internasional World Youth Invention and Innovation Award 2022

republikjatim.com
MEDALI - Tim siswa Smamita meraih medali emas dan perunggu dalam ajang internasional world youth invention and innovation award 2022 yang digelar mulai tanggal 22 Agustus -26 Agustus kemarin diikuti 26 negara perwikilan peserta, Rabu (07/09/2022).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Sejumlah siswa SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) sukses menyabet dua medali sekaligus dalam ajang Internasional World Youth Invention and Innovation Award 2022. Dalam acara yang berlangsung mulai tanggal 22 sampai 26 Agustus dan diikuti para pelajar dari 26 negara itu, siswa Smamita meraih medali emas (Gold Medal) dan medali perak (Silver Medal).

Para siswa peraih prestasi itu adalah Rahma Erlinda, Astry Fatikhatuz, Intan Widya Nur Azizah, Maulidya Fatimatus Zahro, dan Nabila Putri Maulidya. Kelima siswi ini merupakan siswa kelas XI IPA 3 yang berhasil meraih medali emas dengan riset bertajuk Pengembangan Proyek Hand Sanitizer Ocium Bacilium Extract Sebagai Implementasi Kurikulum Mandiri P5.

Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta

Sedangkan siswa berprestasi lainnya diantaranya Azizah Karmitha Suhada (XI IPA 1), Rahma Tiara Amalia (XI IPA 1), Retjingga Kumala Merlita (XII IPA 4), Fahila Pratiwi Kohar ( XII IPA 5) dan Nasya Azzahra Putra (XII IPA 4) yang berhasil meraih medali perak dengan tajuk Pengembangan Media Informasi Berbasis Instagram @thehealtyminds untuk Kesehatan Mental Siswa Guna Meminimalisir Dampak Cyber Bullying.

Kompetisi ini diikuti tim perwakilan dari 26 negara. Acaranya diselenggarakan di UIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta.

Salah satu siswi peserta lomba Azizah Karmitha yang tercacat duduk di Kelas XII IPA 1 mengungkapkan timnya berhasil meraih juara 2 dalam kompetisi itu. Mekanisme kompetisi, perlombaan dan penjurian dilakukan secara online melalui aplikasi zoom.

"Persiapan yang kami lakukan sebelum lomba (kompetisi) yakni menyiapkan produk menjadi lebih matang untuk dipresentasikan tim. Termasuk melatih Bahasa Inggris untuk presentasi di depan juri internasional itu," ujar Azizah kepada republikjatim.com, Kamis (08/09/2022).

Baca juga: Tekankan Tri Sukses, Kemenhaj Jatim dan Sidoarjo Gelar Manasik Haji Perdana untuk CJH Asal Kota Delta

Azizah menambahkan jika timnya dalam kompetensi itu mendapatkan banyak pengalaman baik. Apalagi harus mempresentasikan hasil karya di depan juri bertaraf internasional.

"Karena tim kami mendapat juara sekaligus mendapat banyak pengalaman baru di ajang kompetisi bergengsi ini," tegasnya.

Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan

Sementara Kepala Smamita, Edwin Yogi Laayrananta mengaku bakal selalu mensupport dan memfasilitasi siswa dan siswinya mengikuti ajang kompetensi ilmiah di luar sekolah. Hal ini, tidak hanya untuk mengukur kemampuan dan kompetensi siswa akan tetapi juga untuk menambah pengalaman siswa dan siswinya.

"Kami selalu mengapreasiasi siswa dan siswi kami yang ikut kompetisi karya ilmiah. Karena semua itu, bakal memberi pengalaman terbaik bagi siswa yang sukses meraih medali maupun yang belum sukses meraih medali juara," tandas mantan Waka Kesiswaan Smamita ini. Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru