Pencanangan BIAN di Wonoayu, Targetkan 4.620 Balita Diimunisasi Lengkap Ditambah Campak dan Rubela

republikjatim.com
IMUNISASI - Kepala Puskesmas Wonoayu, dr Erwin Berthaningrum bersama Camat Wonoayu, Probo Agus Sunarno saat Pencanangan BIAN di Wonoayu, Jumat (12/08/2022).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Kepala Puskesmas Wonoayu, dr Erwin Berthaningrum menargetkan 4.620 balita di Kecamatan Wonoayu mendapat imunisasi semua secara lengkap. Bahkan tambahan imunisasi campak dan rubela.

"Dari 4.620 balita di 23 desa se Kecamatan Wonoayu, saat ini masih 58 persen yang diimunisasi lengkap. Pandemi covid - 19 hampir selama 2 tahun menjadi alasannya. Untuk mengejar pencapaian 100 persen imunisasi dalam momen Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) Puskesmas Wonoayu bersama jajarannya sampai tingkat desa secara maraton mencari, mendata dan mengimunisasi balita yang belum mendapat imunisasi lengkap ditambah campak dan rubela," ujar Kepala Puskesmas Wonoayu, dr Erwin Berthaningrum kepada republikjatim.com, Jumat (12/08/2022) saat Pencanangan BIAN di Wonoayu.

Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta

Selain itu, untuk memastikan agar tidak ada balita yang tertinggal imunisasi, pada akhir Agustus Tahun 2022 ini pihaknya akan turun ke desa-desa menggelar sweeping dan kendaraan balita. Tujuannya agar tidak ada lagi balita yang tertinggal belum mendapatkan imunisasi.

Baca juga: Tekankan Tri Sukses, Kemenhaj Jatim dan Sidoarjo Gelar Manasik Haji Perdana untuk CJH Asal Kota Delta

"Akhir Agustus kami akan turun ke desa-desa, mensweeping barangkali ada balita yang tertinggal imunisasi. Harapannya, nanti tidak ada lagi balita yang terkena Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I)," tegas dr Erwin.

Sementara Camat Wonoayu, Probo Agus Sunarno turut mendukung program BIAN dengan meminta setiap pemerintah desa memberikan data yang akurat atas keberadaan balita di kampungnya masing-masing.

Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan

"Kami berharap pemerintah desa turut membantu dengan memberikan data yang akurat akan balita. Dengan harapan tidak ada balita yang ketinggalan dan tidak akan ada lagi balita stunting," pungkasnya. Rto/Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru